Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB

Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci

Selasa, 20 Oktober 2026 19:08 WIB

Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain

Selasa, 20 Oktober 2026 19:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan
  • Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‎Pengakuan Pilu Dika Bocah Banjaran: Trauma Bullying hingga Putus Sekolah

By SusanaRabu, 31 Desember 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Dika, bocah banjaran penangkap ular viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah pilu sekaligus inspiratif datang dari Banjaran, Kabupaten Bandung. Muhammad Nandika Saepulloh, atau akrab disapa Dika, bocah 11 tahun yang dijuluki “Bocah Ular”, terpaksa putus sekolah bukan karena malas belajar, melainkan akibat trauma yang ditimbulkan dari perundungan di sekolah.
‎
‎Dampak Bullying, Sekolah Jadi Trauma
‎
‎Di balik keberaniannya menangkap ular, Dika menyimpan kisah sedih. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD, tetapi berhenti sekolah sejak kelas 3 akibat perundungan. Trauma dari bullying membuatnya enggan kembali ke sekolah, meski semangat belajarnya tetap tinggi.
‎
‎“Katanya dibully, tapi ke saya nggak pernah cerita. Baru tahu belakangan,” ungkap ibu Dika, Reka Noviyanti.
‎
‎Kini, sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Dika diharapkan dapat kembali mengenyam pendidikan dan meninggalkan aktivitas berisiko tersebut.
‎
‎“Ya harapannya sekolah lagi. Apalagi kemarin ke Pak Dedi juga disuruh sekolah dulu,” tandasnya.
‎
‎Video kisah Dika yang viral menjadi pengingat bagi publik: bullying bukan hal sepele. Satu ejekan atau tindakan kekerasan kecil bisa menghancurkan rasa aman seorang anak dan mengganggu masa depannya.
‎
‎Dukungan dari Panji Petualang dan Dede Inoen
‎
‎Kisah Dika menarik perhatian konten kreator edukasi satwa, Panji Petualang, dan Dede Inoen, yang turun langsung menemui bocah pemberani ini. Panji memberikan edukasi terkait bahaya menangani ular dan pentingnya keselamatan, terutama bagi anak-anak.
‎
‎Selain edukasi, Dika juga menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Tuku Emas Bandung. Dukungan ini diharapkan bisa membuka kembali akses pendidikan bagi bocah pemberani ini dan mencegahnya kehilangan hak belajar akibat trauma bullying.
‎
‎Cita-Cita Sederhana, Mimpi Mulia
‎
‎Di tengah keterbatasan hidup, Dika tetap menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang polisi.
‎
‎Kisahnya bukan sekadar tentang keberanian menangkap ular, tetapi potret keteguhan hati seorang anak yang berjuang demi keluarga dan masa depannya, sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk melindungi anak-anak dari bullying.
‎
‎Penutup
‎
‎Mari hentikan perundungan. Sekolah harus menjadi tempat aman untuk belajar, bukan tempat mematahkan harapan. Jangan biarkan ada Dika-Dika lain kehilangan haknya untuk bermimpi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Jerit Mencekam di Ruko Pecel Lele: Pedagang dan Suporter Persib Dikeroyok Belasan Geng Motor di Tasikmalaya

Massa Aksi Blokade Simpang Lima Bandung, Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.