Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas

Rabu, 17 Juni 2026 04:00 WIB

Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?

Rabu, 17 Juni 2026 03:00 WIB

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems

Rabu, 17 Juni 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saddil Ramdani Tetap Latihan Saat Libur! Persib Siap Comeback Lebih Ganas
  • Dicari-cari! Link Video Full Durasi Cut Salwa Viral, Benarkah Ada Rekamannya?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

‎Pengakuan Pilu Dika Bocah Banjaran: Trauma Bullying hingga Putus Sekolah

By SusanaRabu, 31 Desember 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Dika, bocah banjaran penangkap ular viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kisah pilu sekaligus inspiratif datang dari Banjaran, Kabupaten Bandung. Muhammad Nandika Saepulloh, atau akrab disapa Dika, bocah 11 tahun yang dijuluki “Bocah Ular”, terpaksa putus sekolah bukan karena malas belajar, melainkan akibat trauma yang ditimbulkan dari perundungan di sekolah.
‎
‎Dampak Bullying, Sekolah Jadi Trauma
‎
‎Di balik keberaniannya menangkap ular, Dika menyimpan kisah sedih. Ia seharusnya duduk di bangku kelas 5 SD, tetapi berhenti sekolah sejak kelas 3 akibat perundungan. Trauma dari bullying membuatnya enggan kembali ke sekolah, meski semangat belajarnya tetap tinggi.
‎
‎“Katanya dibully, tapi ke saya nggak pernah cerita. Baru tahu belakangan,” ungkap ibu Dika, Reka Noviyanti.
‎
‎Kini, sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Dika diharapkan dapat kembali mengenyam pendidikan dan meninggalkan aktivitas berisiko tersebut.
‎
‎“Ya harapannya sekolah lagi. Apalagi kemarin ke Pak Dedi juga disuruh sekolah dulu,” tandasnya.
‎
‎Video kisah Dika yang viral menjadi pengingat bagi publik: bullying bukan hal sepele. Satu ejekan atau tindakan kekerasan kecil bisa menghancurkan rasa aman seorang anak dan mengganggu masa depannya.
‎
‎Dukungan dari Panji Petualang dan Dede Inoen
‎
‎Kisah Dika menarik perhatian konten kreator edukasi satwa, Panji Petualang, dan Dede Inoen, yang turun langsung menemui bocah pemberani ini. Panji memberikan edukasi terkait bahaya menangani ular dan pentingnya keselamatan, terutama bagi anak-anak.
‎
‎Selain edukasi, Dika juga menerima bantuan beasiswa pendidikan dari Tuku Emas Bandung. Dukungan ini diharapkan bisa membuka kembali akses pendidikan bagi bocah pemberani ini dan mencegahnya kehilangan hak belajar akibat trauma bullying.
‎
‎Cita-Cita Sederhana, Mimpi Mulia
‎
‎Di tengah keterbatasan hidup, Dika tetap menyimpan cita-cita sederhana namun mulia: menjadi seorang polisi.
‎
‎Kisahnya bukan sekadar tentang keberanian menangkap ular, tetapi potret keteguhan hati seorang anak yang berjuang demi keluarga dan masa depannya, sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk melindungi anak-anak dari bullying.
‎
‎Penutup
‎
‎Mari hentikan perundungan. Sekolah harus menjadi tempat aman untuk belajar, bukan tempat mematahkan harapan. Jangan biarkan ada Dika-Dika lain kehilangan haknya untuk bermimpi.

Baca Juga:  Cegah Bullying, Bambang Tirtoyuliono Sebut Pendidikan Karakter di Sekolah Wajib Dapat Porsi Lebih

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bocah Ular Banjaran bullying Dika Banjaran kisah Trauma bullying anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.