bukamata.id – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti pada final yang berlangsung di Stadion Puskás Aréna, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam waktu Indonesia.
Meski PSG keluar sebagai juara, pertandingan final tersebut tidak lepas dari sejumlah momen kontroversial yang memicu perdebatan di kalangan pemain, pelatih, hingga penggemar sepak bola dunia.
Sedikitnya terdapat tiga insiden penting yang menjadi sorotan utama dalam laga final PSG vs Arsenal.
1. Handball Bukayo Saka yang Tidak Berujung Penalti
Kontroversi pertama terjadi saat Bukayo Saka mencoba menghalau bola di area pertahanan Arsenal. Dalam situasi tersebut, bola sempat mengenai tangannya setelah kontak dengan arah tendangan lawan.
Pemain PSG langsung mengajukan protes dengan mengangkat tangan, meminta wasit Daniel Siebert meninjau insiden tersebut sebagai pelanggaran handball.
Namun, wasit asal Jerman itu tidak menunjuk titik putih. Dari penilaian di lapangan, bola dianggap terlebih dahulu mengenai bagian tubuh lain sebelum mengenai tangan Saka, sehingga tidak dikategorikan sebagai pelanggaran.
Keputusan ini sempat memicu perdebatan di bangku cadangan PSG dan menjadi salah satu momen yang paling disorot dalam pertandingan.
2. Penalti Ousmane Dembélé dan Potensi Kartu Merah Kedua
Kontroversi kedua datang dari pelanggaran yang dilakukan Cristhian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih yang kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Ousmane Dembélé, mengubah skor menjadi imbang.
Namun, keputusan tersebut menuai perdebatan karena Mosquera sebelumnya telah mengantongi kartu kuning. Banyak pihak menilai seharusnya pemain tersebut menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan wasit untuk tidak memberikan kartu tambahan menjadi sorotan utama dan memicu diskusi panjang mengenai konsistensi penerapan aturan dalam pertandingan final.
3. Insiden Noni Madueke di Extra Time
Kontroversi terbesar terjadi pada menit-menit akhir babak pertama perpanjangan waktu. Noni Madueke terjatuh di dalam kotak penalti setelah berduel dengan Nuno Mendes.
Dalam tayangan ulang, terlihat adanya kontak fisik yang cukup intens antara kedua pemain saat Madueke mencoba menusuk ke area pertahanan PSG.
Arsenal menilai situasi tersebut layak menghasilkan penalti. Namun wasit Daniel Siebert memutuskan tidak terjadi pelanggaran.
Keputusan ini langsung memicu protes keras dari Declan Rice serta pelatih Mikel Arteta. Akibat protes berlebihan, keduanya bahkan diganjar kartu kuning oleh wasit.
Final Dramatis yang Sarat Pro Kontra
Meski PSG akhirnya keluar sebagai juara Liga Champions 2026 melalui adu penalti, laga final ini tetap diwarnai perdebatan mengenai sejumlah keputusan wasit.
Tiga momen kontroversial tersebut menjadi bahan diskusi luas di kalangan pengamat sepak bola Eropa, terutama terkait penggunaan VAR dan konsistensi keputusan wasit di laga besar.
Final PSG vs Arsenal pun tidak hanya dikenang sebagai pertandingan penuh drama, tetapi juga sebagai salah satu final yang paling kontroversial dalam sejarah Liga Champions modern.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









