Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems

Rabu, 17 Juni 2026 02:00 WIB
Garena Free Fire

Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus

Rabu, 17 Juni 2026 01:00 WIB

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 17 Juni 2026, Dapatkan Pemain Gratis dan Gems
  • Borong Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 17 Juni 2026 Sebelum Hangus
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penyebab Keracunan Massal Program MBG di SMPN 35 Bandung Terungkap

By Aga GustianaKamis, 22 Mei 2025 13:16 WIB2 Mins Read
Keracunan Makanan
Ilustrasi keracunan makanan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri di balik insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 35 Bandung akhirnya terungkap. Setelah melalui serangkaian uji laboratorium, Dinas Kesehatan Kota Bandung memastikan bahwa penyebabnya berasal dari dua menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa pada 29 April 2025 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, menyampaikan hasil uji laboratorium dari Labkesda Jawa Barat menunjukkan bahwa melon potong dan mixed vegetable mengandung bakteri Bacillus serta jamur Candida, yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan serius.

“Ya, hasil labnya sudah keluar. Ada kandungan bakteri dan jamur pada melon potong serta mixed vegetable,” kata Anhar, Kamis (22/5/2025).

Insiden ini sempat membuat heboh dunia pendidikan Kota Bandung. Sebanyak 342 siswa dan dua guru mengalami gejala seperti mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu MBG siang hari itu. Seluruh menu hari itu—mulai dari makaroni, kakap krispi, tempe barbeque, hingga buah melon—kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.

Baca Juga:  70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Lima Rumah Sakit

Langkah Cepat dan Rekomendasi Dinkes

Begitu hasil uji laboratorium keluar, Dinas Kesehatan langsung mengeluarkan rekomendasi perbaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG. Fokus utama perbaikan adalah pada standar higienitas dapur, pengolahan bahan makanan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Baca Juga:  Insiden di SDN Parakansalak 2 Sukabumi, 24 Siswa Keracunan Usai Santap MBG

Anhar menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penilaian ulang terhadap tempat produksi MBG. Hasilnya, risiko kontaminasi menurun secara signifikan.

“Pihak dapur sudah melakukan perbaikan signifikan. Setelah penilaian pada 12 Mei, kami putuskan MBG boleh dilanjutkan,” ungkap Anhar.

MBG Kembali Didistribusikan, Protokol Diperketat

Setelah melalui evaluasi ketat, Dinas Kesehatan akhirnya memberi lampu hijau. Mulai 13 Mei 2025, produksi dan distribusi MBG kembali dilakukan—termasuk ke SMPN 35 Bandung.

Meski distribusi telah dilanjutkan, evaluasi berkala dan pengawasan mutu akan tetap dilakukan secara ketat. Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan demi menghindari kejadian serupa.

Baca Juga:  Wakil Kepala BGN Geram! Blokir Politikus yang Minta Jatah Dapur MBG

Peringatan dan Pelajaran

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah. Program MBG yang bertujuan mulia, yaitu menyehatkan generasi muda, harus disertai dengan manajemen yang disiplin dan berbasis standar keamanan pangan.

Kini, pasca-insiden, harapannya bukan hanya pada keberlanjutan program, tapi juga komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas setiap piring makanan yang disantap siswa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Keracunan Makanan keracunan massal Makanan Bergizi Gratis MBG Kota Bandung SMPN 35 Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.