Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

Minggu, 27 September 2026 02:00 WIB

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Minggu, 27 September 2026 01:00 WIB

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sabtu, 26 September 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis
  • 3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
  • Karier Diujung Tanduk? Fenomena Cancel Culture Hantam Juicy Luicy Usai Batal Manggung Beruntun!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Penyebab Keracunan Massal Program MBG di SMPN 35 Bandung Terungkap

By Aga GustianaKamis, 22 Mei 2025 13:16 WIB2 Mins Read
Keracunan Makanan
Ilustrasi keracunan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri di balik insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 35 Bandung akhirnya terungkap. Setelah melalui serangkaian uji laboratorium, Dinas Kesehatan Kota Bandung memastikan bahwa penyebabnya berasal dari dua menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa pada 29 April 2025 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, menyampaikan hasil uji laboratorium dari Labkesda Jawa Barat menunjukkan bahwa melon potong dan mixed vegetable mengandung bakteri Bacillus serta jamur Candida, yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan serius.

“Ya, hasil labnya sudah keluar. Ada kandungan bakteri dan jamur pada melon potong serta mixed vegetable,” kata Anhar, Kamis (22/5/2025).

Insiden ini sempat membuat heboh dunia pendidikan Kota Bandung. Sebanyak 342 siswa dan dua guru mengalami gejala seperti mual, pusing, dan diare setelah menyantap menu MBG siang hari itu. Seluruh menu hari itu—mulai dari makaroni, kakap krispi, tempe barbeque, hingga buah melon—kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk diuji.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar di Garut Keracunan Massal Usai Santap Menu MBG

Langkah Cepat dan Rekomendasi Dinkes

Begitu hasil uji laboratorium keluar, Dinas Kesehatan langsung mengeluarkan rekomendasi perbaikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia MBG. Fokus utama perbaikan adalah pada standar higienitas dapur, pengolahan bahan makanan, hingga distribusi makanan ke sekolah.

Baca Juga:  Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Anhar menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penilaian ulang terhadap tempat produksi MBG. Hasilnya, risiko kontaminasi menurun secara signifikan.

“Pihak dapur sudah melakukan perbaikan signifikan. Setelah penilaian pada 12 Mei, kami putuskan MBG boleh dilanjutkan,” ungkap Anhar.

MBG Kembali Didistribusikan, Protokol Diperketat

Setelah melalui evaluasi ketat, Dinas Kesehatan akhirnya memberi lampu hijau. Mulai 13 Mei 2025, produksi dan distribusi MBG kembali dilakukan—termasuk ke SMPN 35 Bandung.

Meski distribusi telah dilanjutkan, evaluasi berkala dan pengawasan mutu akan tetap dilakukan secara ketat. Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan demi menghindari kejadian serupa.

Baca Juga:  Belasan Pelajar Cimahi Masuk IGD Usai Konsumsi Menu MBG di Jam Buka Puasa

Peringatan dan Pelajaran

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi anak sekolah. Program MBG yang bertujuan mulia, yaitu menyehatkan generasi muda, harus disertai dengan manajemen yang disiplin dan berbasis standar keamanan pangan.

Kini, pasca-insiden, harapannya bukan hanya pada keberlanjutan program, tapi juga komitmen jangka panjang dalam menjaga kualitas setiap piring makanan yang disantap siswa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

keracunan massal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.