bukamata.id – Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka di kalender. Bagi umat Islam, khususnya kalangan ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah, awal tahun menjadi momen refleksi, muhasabah diri, dan permohonan perlindungan serta keberkahan dari Allah Swt. Salah satu praktik yang dianjurkan adalah membaca doa awal tahun.
Syekh KH. Abdul Hamid Kudus dalam Kanzun Najāh wa Surūr menegaskan bahwa tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh para ulama.
Dalam kitab Fawā’idih, al-‘Allāmah ad-Dairabī menukil keterangan dari al-‘Allāmah Jamāluddin, cucu Ibnu al-Jauzī, yang menerima riwayat dari Syaikh ‘Umar bin Qudāmah al-Maqdisī.
Ia menekankan bahwa membaca doa pada awal dan akhir tahun merupakan praktik penting yang dijaga para ulama sebagai wasilah memohon kebaikan, perlindungan, dan keberkahan Allah Swt.
Ad-Dairabī menambahkan, para guru mereka tidak hanya menganjurkan doa ini kepada murid, tetapi juga mencontohkannya secara konsisten.
Hal ini menunjukkan perhatian kuat para ulama terhadap pentingnya memulai dan mengakhiri waktu dengan doa dan pengharapan kepada Allah Swt.
Bahkan, ad-Dairabī sendiri menyatakan bahwa ia membaca doa tersebut sepanjang hidupnya, sebagai cerminan keteguhan dalam ibadah dan kesungguhan mengikuti nasihat para guru.
Doa Awal Tahun dalam Tradisi Ulama
Berikut doa awal tahun yang dinukil dari Kanzun Najah wa Surur:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُورًا، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ عَلَيْهِ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلَّمَ.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, shalawat yang menjadi cahaya, kelapangan, dan kebahagiaan bagi kami serta seluruh orang beriman, termasuk keluarga dan para sahabat beliau. Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Abadi dan Maha Awal. Pada tahun baru ini, kami memohon perlindungan dari setan dan pengikutnya, pertolongan untuk menaklukkan hawa nafsu yang mendorong pada keburukan, dan bimbingan agar kami senantiasa sibuk dengan amal yang mendekatkan diri kepada-Mu, Wahai Zat Yang Maha Agung dan Mulia.”
Doa awal tahun ini memuat makna penting: permohonan perlindungan dari godaan setan, pengendalian hawa nafsu, serta harapan agar seluruh aktivitas di tahun baru menjadi amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tak heran, para ulama terdahulu mewasiatkan agar doa ini dibaca secara konsisten sepanjang hidup.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










