Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 21:31 WIB

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

Minggu, 30 Agustus 2026 20:03 WIB

Dion Markx Tinggalkan Persib Sementara, Ada Misi Khusus di Balik Keputusan Mengejutkan Ini

Minggu, 30 Agustus 2026 19:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026
  • Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut
  • Dion Markx Tinggalkan Persib Sementara, Ada Misi Khusus di Balik Keputusan Mengejutkan Ini
  • Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP
  • 143 Karhutla Terjadi di Jabar, Aktivitas Pendakian Gunung Terancam Dihentikan
  • Marc Klok Tak Mau Banyak Basa-basi, Target Persib vs Manila Digger Cuma Satu
  • LEBIH NGERI DARI JEKA SARAGIH?! Bilal Hasan ‘The Indo Ninja’ Bantai Lawan di UFC Shanghai!
  • Link Dana Kaget 30 Agustus 2026: Ada Saldo Rp100 Ribu, Cek dan Coba Klaim!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 31 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pergerakan Tanah di Purwakarta Makin Parah, 72 Rumah Rusak dan Puluhan Warga Mengungsi

By SusanaSelasa, 17 Juni 2025 10:45 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Hingga Sabtu (14/6/2025), jumlah rumah terdampak meningkat menjadi 72 unit, dengan 48 rumah mengalami kerusakan berat atau ambruk total.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, tanah di wilayah tersebut terus bergerak secara periodik setiap 10 menit sekali. Sejak kejadian pertama pada 11 Juni 2025, pergeseran tanah telah mencapai sekitar 20 meter dari titik awal.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial

Baca Juga:  Pergerakan Tanah Ancam Tol Cipularang, Ratusan Warga Purwakarta Dievakuasi

Pergerakan tanah menyebabkan sejumlah rumah yang semula masih berdiri kini rata dengan tanah. Jalan utama di kawasan terdampak juga terputus total, sehingga kendaraan sulit melintas. Aktivitas warga pun lumpuh karena kekhawatiran akan reruntuhan susulan.

Petugas BPBD Purwakarta, Muhammad Firmansyah, menyebut bahwa intensitas pergerakan masih tinggi, meskipun skalanya kecil.

“Untuk saat ini pergerakan tanah di Kampung Cigintung masih terus terjadi. Rata-rata setiap 10 menit, meski retakannya kecil,” ujarnya.

Baca Juga:  Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

Data Rumah Rusak dan Lokasi Pengungsian

Rincian dampak kerusakan akibat bencana tanah longsor Cigintung adalah sebagai berikut:

  • Total rumah terdampak: 72 unit
  • Rusak berat: 48 rumah
  • Rusak ringan: 10 rumah

Warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi-lokasi aman seperti balai desa, gedung olahraga (GOR), dan rumah-rumah kerabat. Berdasarkan data sementara, terdapat 48 jiwa pengungsi, termasuk 16 kepala keluarga, yang kini menempati balai desa.

Upaya Penanganan dan Imbauan Waspada

Baca Juga:  Tinjau Korban Longsor Bandung Barat, Mensos Risma: Penanganan Butuh Waktu Lama

Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan evakuasi lanjutan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko korban jiwa.

Pergerakan tanah di Purwakarta ini menjadi salah satu bencana alam di Jawa Barat yang perlu penanganan serius dan jangka panjang. Pemerintah daerah juga diharapkan segera melakukan kajian geologi dan relokasi warga dari wilayah rawan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

korban Pergerakan Tanah purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP

143 Karhutla Terjadi di Jabar, Aktivitas Pendakian Gunung Terancam Dihentikan

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.