bukamata.id – Sosok Saepul, tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap pria berinisial K (51) di Pancoran Mas, Depok, kembali menjadi perbincangan hangat publik. Di tengah pengusutan kasus keji yang menjeratnya, jejak digital masa lalu Saepul mendadak beredar luas dan viral di media sosial.
Netizen menemukan rekaman video lama saat ia tampil sebagai kontestan dalam sebuah ajang pencarian bakat di layar kaca. Momen tersebut sempat menyita perhatian publik lantaran penampilannya yang emosional. Kala itu, Saepul mengaku nekat mengikuti kompetisi demi membantu perekonomian sang ibu yang berjuang mencari nafkah sebagai penjual sayur di pasar. Narasi polos dan menyentuh hati tersebut sempat membuat para penonton maupun juri terharu.
Dikonfirmasi Kepolisian
Kepastian mengenai kebenaran identitas pria dalam video viral tersebut dibenarkan langsung oleh pihak kepolisian. Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, mengonfirmasi bahwa sosok dalam rekaman tersebut memang benar adalah tersangka Saepul.
“Betul, itu dia. Ada di akun TikTok dia juga,” kata Dimitri, Jumat (7/8/2026).
Tak hanya memiliki rekam jejak di panggung hiburan, Saepul rupanya pernah berprofesi sebagai tenaga pendidik. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku sempat mengajar mata pelajaran matematika di salah satu sekolah menengah di Banten. Latar belakang inilah yang diduga menjadi alasannya melarikan diri ke wilayah tersebut usai menghabisi nyawa korban.
“Menurut pengakuan Tersangka, sempat jadi guru matematika di sekolah SMP di Pandeglang, Banten, tetapi sudah tidak,” imbuhnya.
Motif Pembunuhan dan Rekayasa Pelaku
Tragedi berdarah ini bermula saat Saepul dan korban K saling mengenal melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis. Keduanya lantas berjanji untuk bertemu di kontrakan pelaku di kawasan Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.
Namun, pertemuan tersebut berujung maut. Saepul tega menghabisi nyawa K, lalu memutilasi jasadnya demi menyembunyikan jejak kejahatan. Sebagian potongan tubuh korban, yakni bagian kaki, dibuang oleh pelaku ke aliran Kali Licin, Depok. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap potongan tubuh yang hilang tersebut.
Awalnya, Saepul berdalih bahwa aksinya dipicu oleh emosi sesaat akibat penganiayaan yang diterimanya dari korban. Ia mengaku sempat ditampar hingga melakukan perlawanan balasan.
Akan tetapi, alibi tersebut terpatahkan oleh hasil penyelidikan mendalam kepolisian. Pihak penyidik menemukan fakta bahwa tindakan keji tersebut telah direncanakan dengan matang oleh Saepul. Niat utamanya adalah untuk menguasai harta benda milik korban, termasuk membawa kabur sepeda motor milik K.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









