Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Gagal Juara Piala Presiden, Persib Langsung Tancap Gas di Bali demi Misi Besar ACL Two

Jumat, 7 Agustus 2026 17:02 WIB

Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes

Jumat, 7 Agustus 2026 16:02 WIB

Laga Hidup Mati! Timnas Indonesia Ditantang Singapura, Mampukah Ulangi Keajaiban Piala AFF 2020?

Jumat, 7 Agustus 2026 15:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Gagal Juara Piala Presiden, Persib Langsung Tancap Gas di Bali demi Misi Besar ACL Two
  • Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes
  • Laga Hidup Mati! Timnas Indonesia Ditantang Singapura, Mampukah Ulangi Keajaiban Piala AFF 2020?
  • Ratukan Istri dengan 30 ART Hingga Dituduh Pamer Mewah, Ini Sumber Kekayaan Ustaz Riza Muhammad yang Bikin Geger!
  • Kode Redeem FC Mobile 7 Agustus 2026 Keluar! Klaim 1.000 Gems dan 100 Rank Up Tokens Gratis
  • Jadwal Lengkap Persib di Dewata Challenge Series 2026, Ujian Baru Lawan Sabah FC
  • Persebaya Kantongi Rp8,5 Miliar Usai Juara Piala Presiden 2026, Persib Dapat Berapa?
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes

By SusanaJumat, 7 Agustus 2026 16:02 WIB3 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Manajemen RSUD Cicalengka mengambil tindakan tegas terhadap seorang oknum tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melontarkan komentar tidak pantas kepada seorang pasien BPJS Kesehatan yang kemudian meninggal dunia. Keputusan tersebut diambil setelah kasus ini viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat (7/8/2026), pihak RSUD Cicalengka membenarkan bahwa akun yang diduga mengunggah komentar bernada merendahkan tersebut merupakan salah satu pegawai rumah sakit.

“Sehubungan dengan informasi yang beredar di media sosial terkait oknum tenaga kesehatan yang berkomentar kurang pantas, kami menyampaikan bahwa benar yang bersangkutan merupakan pegawai RSUD Cicalengka,” tulis manajemen rumah sakit dalam keterangan resminya.

RSUD Cicalengka Beri Sanksi Tegas kepada Oknum Nakes

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga profesionalisme dan etika pelayanan kesehatan, RSUD Cicalengka memutuskan menonaktifkan tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Keputusan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang mengatur penegakan disiplin bagi aparatur sipil negara.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam menegakkan etika profesi dan disiplin kerja, tenaga kesehatan yang bersangkutan telah dinonaktifkan,” lanjut pernyataan resmi manajemen.

Pihak rumah sakit belum mengungkap identitas pegawai tersebut. Namun, di media sosial, warganet ramai mengaitkan komentar itu dengan sebuah akun Threads yang diduga milik oknum nakes.

Berawal dari Curhatan Pasien BPJS yang Viral

Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien bernama Yurizal di platform Threads pada 22 Juli 2026.

Dalam unggahannya, Yurizal menceritakan pengalaman saat harus menunggu hingga sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan melalui layanan BPJS Kesehatan. Curhatan tersebut kemudian menjadi viral karena menggambarkan panjangnya proses yang dialami pasien.

Namun, alih-alih memperoleh simpati, unggahan itu justru mendapat sejumlah komentar bernada sinis yang diduga berasal dari tenaga kesehatan maupun pegawai rumah sakit.

Tangkapan layar komentar tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak pihak menilai komentar tersebut tidak mencerminkan empati dan bertentangan dengan etika profesi tenaga kesehatan.

Kabar Duka Memicu Gelombang Kecaman

Perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar setelah keluarga mengabarkan bahwa Yurizal meninggal dunia.

Melalui unggahan salah seorang anggota keluarga pada 31 Juli 2026, disampaikan bahwa pasien tersebut telah berpulang.

Kabar duka itu membuat perbincangan mengenai pelayanan kesehatan, etika profesi, serta penggunaan media sosial oleh tenaga medis kembali menjadi sorotan publik.

Jadi Pengingat Penting tentang Etika Profesi

Kasus yang menimpa Yurizal menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang profesional, tetapi juga menjaga etika dalam berkomunikasi, termasuk di ruang digital.

Media sosial memang menjadi ruang berekspresi, namun bagi profesi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, setiap pernyataan tetap harus memperhatikan nilai kemanusiaan, empati, dan kode etik profesi.

Langkah penonaktifan oknum tenaga kesehatan oleh RSUD Cicalengka diharapkan menjadi bagian dari evaluasi internal sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan komentar nakes viral nakes RSUD Cicalengka pasien BPJS RSUD Cicalengka viral BPJS Yurizal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148

Farhan Pastikan Hak Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Jadi Prioritas, Relokasi Bertahap ke SDN 148

program MBG

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Perdana di Kota Kembang, Gerai Busana Muslim Syareeva Resmi Beroperasi dengan Aturan Khusus Wanita
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.