Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Detik-detik Penutupan Bursa Transfer: Skuad Persib Masih Belum Ideal untuk Hadapi Jadwal Neraka di Bulan Oktober?

Rabu, 23 September 2026 16:56 WIB

Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK

Rabu, 23 September 2026 16:49 WIB

Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak

Rabu, 23 September 2026 16:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Detik-detik Penutupan Bursa Transfer: Skuad Persib Masih Belum Ideal untuk Hadapi Jadwal Neraka di Bulan Oktober?
  • Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK
  • Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak
  • Bursa Transfer Bikin Gempar! Marselino Ferdinan Resmi Berlabuh ke Persija Jakarta
  • Pemkot Bandung Koordinasikan Pengelolaan Becak Listrik, Bahas Titik Operasi hingga Pengisian Daya
  • IGD RSUD Bandung Kiwari Padat, 2.860 Pasien Datang dalam 21 Hari
  • Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung
  • Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Cibir Pasien BPJS Sebelum Meninggal, RSUD Cicalengka Resmi Nonaktifkan Oknum Nakes

By SusanaJumat, 7 Agustus 2026 16:02 WIB3 Mins Read
Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Manajemen RSUD Cicalengka mengambil tindakan tegas terhadap seorang oknum tenaga kesehatan (nakes) yang diduga melontarkan komentar tidak pantas kepada seorang pasien BPJS Kesehatan yang kemudian meninggal dunia. Keputusan tersebut diambil setelah kasus ini viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat (7/8/2026), pihak RSUD Cicalengka membenarkan bahwa akun yang diduga mengunggah komentar bernada merendahkan tersebut merupakan salah satu pegawai rumah sakit.

“Sehubungan dengan informasi yang beredar di media sosial terkait oknum tenaga kesehatan yang berkomentar kurang pantas, kami menyampaikan bahwa benar yang bersangkutan merupakan pegawai RSUD Cicalengka,” tulis manajemen rumah sakit dalam keterangan resminya.

RSUD Cicalengka Beri Sanksi Tegas kepada Oknum Nakes

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga profesionalisme dan etika pelayanan kesehatan, RSUD Cicalengka memutuskan menonaktifkan tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Baca Juga:  Skrining BPJS Kesehatan Online: Langkah Awal Cek Risiko Penyakit Tanpa Ribet

Keputusan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang mengatur penegakan disiplin bagi aparatur sipil negara.

“Sebagai bentuk komitmen kami dalam menegakkan etika profesi dan disiplin kerja, tenaga kesehatan yang bersangkutan telah dinonaktifkan,” lanjut pernyataan resmi manajemen.

Pihak rumah sakit belum mengungkap identitas pegawai tersebut. Namun, di media sosial, warganet ramai mengaitkan komentar itu dengan sebuah akun Threads yang diduga milik oknum nakes.

Berawal dari Curhatan Pasien BPJS yang Viral

Kasus ini bermula dari unggahan seorang pasien bernama Yurizal di platform Threads pada 22 Juli 2026.

Baca Juga:  Program Pemutihan BPJS Kesehatan November 2025, Ini Daftar Peserta yang Berhak

Dalam unggahannya, Yurizal menceritakan pengalaman saat harus menunggu hingga sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan melalui layanan BPJS Kesehatan. Curhatan tersebut kemudian menjadi viral karena menggambarkan panjangnya proses yang dialami pasien.

Namun, alih-alih memperoleh simpati, unggahan itu justru mendapat sejumlah komentar bernada sinis yang diduga berasal dari tenaga kesehatan maupun pegawai rumah sakit.

Tangkapan layar komentar tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak pihak menilai komentar tersebut tidak mencerminkan empati dan bertentangan dengan etika profesi tenaga kesehatan.

Kabar Duka Memicu Gelombang Kecaman

Perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar setelah keluarga mengabarkan bahwa Yurizal meninggal dunia.

Melalui unggahan salah seorang anggota keluarga pada 31 Juli 2026, disampaikan bahwa pasien tersebut telah berpulang.

Baca Juga:  Program Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Sasar 23 Juta Peserta, Dimulai Kapan?

Kabar duka itu membuat perbincangan mengenai pelayanan kesehatan, etika profesi, serta penggunaan media sosial oleh tenaga medis kembali menjadi sorotan publik.

Jadi Pengingat Penting tentang Etika Profesi

Kasus yang menimpa Yurizal menjadi pengingat bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis yang profesional, tetapi juga menjaga etika dalam berkomunikasi, termasuk di ruang digital.

Media sosial memang menjadi ruang berekspresi, namun bagi profesi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, setiap pernyataan tetap harus memperhatikan nilai kemanusiaan, empati, dan kode etik profesi.

Langkah penonaktifan oknum tenaga kesehatan oleh RSUD Cicalengka diharapkan menjadi bagian dari evaluasi internal sekaligus upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Hilangnya Kapal Angkut 5 Jurnalis: Kapolda Banten Ungkap Kronologi hingga Identifikasi ABK

Evakuasi Dramatis KM Virgo Transport 8: Penyelam Pecahkan Kaca Kamar Kapal, Puluhan Jenazah Korban Terjebak

Pemkot Bandung Koordinasikan Pengelolaan Becak Listrik, Bahas Titik Operasi hingga Pengisian Daya

IGD RSUD Bandung Kiwari Padat, 2.860 Pasien Datang dalam 21 Hari

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.