Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur

Sabtu, 13 Juni 2026 18:02 WIB

Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham

Sabtu, 13 Juni 2026 17:42 WIB

Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
  • Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu
  • Rumor Transfer Liga 1: Eks Brisbane Roar Lempar Sinyal ke Indonesia, Persib Bandung Siap Tampung?
  • Definisi Suami Takut Istri! Momen Gorila Kekar Ini Galau & Pasrah Habis Ribut Sama Pasangannya
  • Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta
  • Jalan Terjal Maung Bandung di Asia: Lewati Wakil Filipina, Persib Sudah Ditunggu FC Seoul dan Raksasa Jepang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pratikno–Dedi Mulyadi Dorong Revitalisasi Vokasi, Jawab Paradoks Pengangguran Terdidik

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 22 April 2026 18:27 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai langkah strategis menghadapi bonus demografi sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam agenda Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Jawa Barat 2026 yang digelar di Bale Gede Pakuan, Bandung.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Ini eranya bonus demografi, banyak sekali usia produktif dan kita harus match-kan dengan peluang kerja,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:  KDM Ancam Stop Bantuan untuk Daerah yang Gagal Atasi Sampah

Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai latihan kerja, hingga dunia usaha.

“Pendidikan harus sesuai dengan peluang kerja, dan kita juga harus menciptakan peluang kerja itu sendiri,” tambahnya.

Menurut Pratikno, peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor teknologi, tetapi juga terbuka luas di bidang lain yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Peluang kerja bukan hanya soal teknologi, tapi juga kewirausahaan, memperkokoh kebudayaan, serta memanfaatkan kekuatan alam kita,” jelasnya.

Baca Juga:  MQ Iswara Disiapkan Jadi Pendamping Dedi Mulyadi, Pengamat: Pasangan Realistis

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena unik dalam dunia kerja saat ini, yakni tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan.

“Mereka yang menganggur itu rata-rata memiliki pendidikan yang agak tinggi. Sementara yang tidak menganggur justru pendidikannya lebih rendah,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena sistem pendidikan cenderung membentuk pola pikir untuk bekerja di sektor formal semata.

“Sekolah selalu membangun pola pikir orang untuk bekerja di sektor formal. Akhirnya mereka antre di pabrik, antre jadi honorer, dan berputar di situ saja,” katanya.

Baca Juga:  Program Kontroversial Barak Militer Dirumorkan Berhenti, Ini Calon Penggantinya di Jabar

Dedi menilai, peluang kerja sebenarnya sangat terbuka jika dibarengi dengan inovasi dan kreativitas.

Ia mencontohkan berbagai sektor yang kerap dianggap sederhana, namun memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kerajinan bilik, industri makanan tradisional, memetik teh, hingga kopi semuanya punya nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pasar kerja ke depan harus dibangun tidak hanya dari sektor formal, tetapi juga dari penguatan vokasi, kewirausahaan, hingga peluang kerja di luar negeri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Pengangguran Pratikno
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
  • Video Cut Salwa Viral, Banyak Netizen Berburu Link Durasi Panjang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.