Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pratikno–Dedi Mulyadi Dorong Revitalisasi Vokasi, Jawab Paradoks Pengangguran Terdidik

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 22 April 2026 18:27 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi sebagai langkah strategis menghadapi bonus demografi sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam agenda Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi Jawa Barat 2026 yang digelar di Bale Gede Pakuan, Bandung.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Ini eranya bonus demografi, banyak sekali usia produktif dan kita harus match-kan dengan peluang kerja,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siapkan Sekolah Maung, Tampung Siswa Berprestasi Akademik hingga Seni

Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai latihan kerja, hingga dunia usaha.

“Pendidikan harus sesuai dengan peluang kerja, dan kita juga harus menciptakan peluang kerja itu sendiri,” tambahnya.

Menurut Pratikno, peluang kerja tidak hanya terbatas pada sektor teknologi, tetapi juga terbuka luas di bidang lain yang selama ini kurang mendapat perhatian.

“Peluang kerja bukan hanya soal teknologi, tapi juga kewirausahaan, memperkokoh kebudayaan, serta memanfaatkan kekuatan alam kita,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tegaskan Siap Intervensi Masalah Bandung Zoo Jika Diminta

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena unik dalam dunia kerja saat ini, yakni tingginya angka pengangguran di kalangan berpendidikan.

“Mereka yang menganggur itu rata-rata memiliki pendidikan yang agak tinggi. Sementara yang tidak menganggur justru pendidikannya lebih rendah,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini terjadi karena sistem pendidikan cenderung membentuk pola pikir untuk bekerja di sektor formal semata.

“Sekolah selalu membangun pola pikir orang untuk bekerja di sektor formal. Akhirnya mereka antre di pabrik, antre jadi honorer, dan berputar di situ saja,” katanya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dinilai Gagal Atasi Krisis Pendidikan di Jabar, JPPI Ungkap Lima Masalah Serius

Dedi menilai, peluang kerja sebenarnya sangat terbuka jika dibarengi dengan inovasi dan kreativitas.

Ia mencontohkan berbagai sektor yang kerap dianggap sederhana, namun memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kerajinan bilik, industri makanan tradisional, memetik teh, hingga kopi semuanya punya nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pasar kerja ke depan harus dibangun tidak hanya dari sektor formal, tetapi juga dari penguatan vokasi, kewirausahaan, hingga peluang kerja di luar negeri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Pengangguran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.