Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan

Sabtu, 26 September 2026 02:00 WIB

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Sabtu, 26 September 2026 01:00 WIB

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Jumat, 25 September 2026 20:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
  • Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Program RMP Belum Dipahami Warga, Sekolah Swasta Jadi Alternatif Siswa Tak Tertampung Negeri

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 30 Juni 2025 17:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Sekolah. (Foto: Ilustrasi/alazharasysyarifsumut)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Pendidikan Kota Bandung mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami keberadaan dan fungsi dari Program RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan), khususnya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep gupron, mengatakan, padahal, program ini menjadi tumpuan utama bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang tidak lolos ke sekolah negeri, untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan secara gratis di sekolah swasta.

“Jadi yang perlu dijelaskan ke masyarakat itu, RMP itu hanya berlaku ke swasta loh. Kalau masuk negeri, jelas tidak ada biaya. Tapi kalau ke swasta, dan termasuk RMP, itu tetap gratis baik seragam, tas, dan sekolahnya,” katanya saat dk temuin di balaikota, senin (30/6/2025).

Lebih lanjut diri menjelaskan, saat ini, daya tampung SMP negeri di Kota Bandung hanya sekitar 18 ribu kursi, sementara jumlah pendaftar mencapai 48 ribu lebih. Artinya, sekitar 30 ribu siswa akan terdorong untuk memilih sekolah swasta.

Namun, ketidaktahuan masyarakat soal RMP memunculkan kekhawatiran. Apalagi, tidak semua sekolah swasta secara terbuka menginformasikan kuota RMP dan bagaimana sistem seleksinya.

“Banyak orang tua yang tidak tahu. Mereka kira kalau masuk swasta, pasti bayar. Padahal ada RMP. Cuma, ya itu tadi, belum semua paham mekanismenya,” ungkapnya.

Bahkan ia menyebut, RMP tersebut berbasis pada data terpadu dari Dinsos, Disdukcapil, dan Disdik, dan tidak bisa didaftarkan secara manual. Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga sangat penting agar anak-anak dari keluarga miskin tidak terlewat dari intervensi.

Ia pun menegaskan, hingga saat ini tidak ada bentuk kerja sama resmi dengan sekolah swasta terkait penyaluran siswa RMP. Pendaftaran dan alokasi tetap dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing.

“Kemarin kita hanya koordinasi dengan forum kepala sekolah swasta. Mereka berterima kasih karena masyarakat mulai melirik swasta. Tapi formal kerja sama belum ada,” jelasnya.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan standar kualitas dan perlindungan siswa RMP jika tidak ada perjanjian yang mengikat antara Dinas dan sekolah swasta.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.