Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Mau Dapat Bansos? Begini Cara Pengajuan Mandiri Lewat Perlinsos Digital

Selasa, 27 Oktober 2026 06:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data

Selasa, 27 Oktober 2026 05:00 WIB

Dari Nasi Lemak sampai Roti Legendaris, 6 Spot Sarapan Favorit di Kota Bogor

Selasa, 27 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Dapat Bansos? Begini Cara Pengajuan Mandiri Lewat Perlinsos Digital
  • Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data
  • Dari Nasi Lemak sampai Roti Legendaris, 6 Spot Sarapan Favorit di Kota Bogor
  • Bansos Oktober 2026 Belum Cair, Jangan Panik! Ini yang Perlu Dicek
  • Wajib Tahu! 7 Penyebab Status ‘Exclude’ Bikin Bansos PKH & BPNT Gagal Cair Lengkap dengan Solusinya
  • Cek Rekening Sekarang! Ini 5 Tanda Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Sudah Cair
  • Pakansari Rasa Si Jalak Harupat, Adam Alis Angkat Topi untuk Bobotoh
  • Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PT GAG Nikel Punya Siapa? Fakta Kepemilikan dan Izin Operasi di Raja Ampat

By Aga GustianaSelasa, 10 Juni 2025 13:39 WIB2 Mins Read
PT GAG Nikel di Raja Ampat. (Dok. Arsip Greenpeace)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik kontroversi tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, tersimpan kisah panjang tentang hak istimewa yang dimiliki PT GAG Nikel sejak era akhir Orde Baru. Perusahaan tersebut memegang kontrak karya yang dikeluarkan pada 1998, hanya setahun sebelum larangan penambangan di kawasan hutan lindung diberlakukan lewat UU Kehutanan.

PT GAG Nikel tetap beroperasi berkat pengecualian hukum yang diberikan pemerintah pada awal 2000-an, saat sejumlah perusahaan tambang diberi hak melanjutkan aktivitas meski berada di hutan lindung. Namun, kini aktivitas mereka mendapat sorotan tajam karena bertentangan dengan putusan hukum terbaru terkait larangan tambang di pulau-pulau kecil.

Hak Tambang yang Berawal dari Kontrak Karya Era Soeharto

Perusahaan ini awalnya dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty. Ltd (75%) dan PT Antam (25%). Kontrak karya Generasi VII dikeluarkan pada 19 Januari 1998 dan ditandatangani langsung oleh Presiden Soeharto. Setelah perusahaan asing itu hengkang, kepemilikan dialihkan sepenuhnya ke PT Antam pada 2008.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, saat itu negara mengambil alih pengelolaan karena mempertimbangkan kepentingan nasional. Izin usaha pertambangan baru diberikan pada 2017 dan operasi penuh dimulai setahun setelahnya, di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Izin Lengkap, Tapi Lokasi Tambang Berada di Kawasan Lindung

Menurut Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, PT GAG Nikel telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan, mulai dari IUP, AMDAL, hingga izin pinjam pakai kawasan hutan. Wilayah konsesi tambang mereka mencakup lebih dari 6.000 hektare di Pulau Gag, dengan area bukaan tambang mencapai hampir 188 hektare.

“Perusahaan ini memang beroperasi di kawasan hutan lindung, tapi dari sisi dokumen, semua izinnya sudah sesuai prosedur,” ujar Hanif dalam media briefing, Minggu (8/6).

Ancaman Yuridis: Putusan MA dan MK Melarang Tambang di Pulau Kecil

Meski perizinan lengkap, posisi PT GAG kini berada di bawah sorotan hukum. Dua putusan penting—dari Mahkamah Agung (57P/HUM/2022) dan Mahkamah Konstitusi (35/PUU-XXI/2023)—menegaskan larangan mutlak kegiatan tambang di pulau kecil, tanpa pengecualian.

“Kami akan membahas ini lebih lanjut bersama Kementerian ESDM, Kehutanan, dan Kelautan-Perikanan. Tidak bisa langsung ambil keputusan sepihak,” kata Hanif.

Potensi Peninjauan Ulang Izin Tambang

Meski Menteri LH menilai pencemaran lingkungan dari kegiatan tambang PT GAG “tidak signifikan secara kasat mata”, pemerintah tetap membuka kemungkinan peninjauan ulang terhadap izin lingkungan perusahaan tersebut.

Langkah ini menunjukkan adanya pergeseran pendekatan dalam pengelolaan sumber daya alam, dari sekadar memenuhi legalitas administratif menuju kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan dan perlindungan wilayah ekologis sensitif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Oktober 2026 Belum Cair, Jangan Panik! Ini yang Perlu Dicek

Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi

Badai PHK Hantam Jawa Barat, Sektor Garmen dan Otomotif Paling Merana

Daftar Lengkap Nominal PKH Tahap 4 2026: Dari Rp225 Ribu hingga Rp2,7 Juta

Dua Halte BRT Kiaracondong Disoroti, Jarak ke Rel Dinilai Terlalu Dekat

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.