Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 03:00 WIB

7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel

Sabtu, 17 Oktober 2026 02:00 WIB
Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

Sabtu, 17 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026
  • 7 Sport Center di Bandung dengan Fasilitas Lengkap, Ada Kolam Renang hingga Padel
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pungli PPDB di Bandung Diduga Capai Rp8 Juta per Kursi, 4 SMP Negeri Diselidiki

By Aga GustianaSelasa, 10 Juni 2025 17:36 WIB2 Mins Read
ilustrasi pungli. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung sedang mengusut dugaan praktik jual beli kursi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri. Temuan ini mencuat setelah laporan masyarakat diterima langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dani Nurahman, mengonfirmasi adanya laporan mengenai pungutan liar (pungli) dalam PPDB tahun ini. Menurutnya, uang yang diminta oleh oknum bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta per kursi.

“Sekolah-sekolah terkait sudah kami panggil, dan proses pemeriksaan masih berjalan. Untuk saat ini, kita belum bisa mengungkapkan nama sekolahnya karena masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Dani saat diwawancarai, Selasa (10/6/2025).

Baca Juga:  Viral! Penumpang Wanita di Bandung Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Sopir Taksi Online

Empat Sekolah Diduga Terlibat

Dani menyebutkan, dari penyelidikan sementara, ada indikasi kuat keterlibatan empat sekolah negeri di Kota Bandung. Namun, ia menegaskan bahwa pengungkapan nama sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Nantinya, sekolah-sekolah yang diduga terlibat akan kembali kami panggil. Sudah sejak awal kami ingatkan agar tidak bermain-main dengan praktik seperti ini,” tambahnya.

Selain kemungkinan keterlibatan pihak internal sekolah, Dani juga membuka kemungkinan bahwa orang tua siswa atau pihak luar bisa ikut terlibat dalam praktik pungli ini.

Baca Juga:  Agus Harimurti Yudhoyono Resmikan Pemancangan Tiang Pertama Kantor DPD Demokrat Jabar

“Semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada yang bisa dipastikan. Kami tetap telusuri, meski proses ini membutuhkan waktu dan kehati-hatian. Jika terbukti, tentu akan ada tindakan tegas,” jelasnya.

Wali Kota Bandung: Sanksi Berat Menanti Pelaku

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa penyelidikan tengah berlangsung secara resmi dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Bojan Hodak Puji Adam Alis: Dia Pemain Penting

“Jika terbukti hanya berupa indikasi, maka akan kami tindak dengan sanksi administratif yang berat. Namun jika masuk kategori pidana, maka baik penerima maupun pemberi akan dikenakan sanksi hukum,” tegas Farhan.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk tidak mudah tergiur dengan janji bisa meloloskan anak ke sekolah negeri melalui jalur tidak resmi.

“Kami minta semua pihak bersabar dan tidak berspekulasi. Identitas sekolah yang terlibat baru akan diumumkan setelah proses penyelidikan selesai,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Pernah Terdaftar sebagai Penerima Bansos? Cek Lagi Status PKH dan BPNT Oktober 2026

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.