Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Putusan Bey buat Kecewa, Massa Buruh Tutup Akses Tol Pasteur

By SusanaKamis, 30 November 2023 17:15 WIB2 Mins Read
Kecewa atas putusan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin soal kenaikan UMK 2024, massa buruh di melakukan aksi long march dari Gedung Sate, Kota Bandung menuju Jalan Tol Pasteur, Kamis (31/11/2023). (Foto: Istimewa)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kecewa atas putusan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin soal kenaikan UMK 2024, massa buruh di melakukan aksi long march dari Gedung Sate, Kota Bandung menuju Jalan Tol Pasteur, Kamis (31/11/2023).

Aksi long march dan penutupan akses Tol Pasteur ini merupakan bentuk kekecewaan buruh atas Bey yang tetap menggunakan PP 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan dalam menentukan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2024.

Berdasarkan pantauan di lapangan, massa buruh dari berbagai organisasi itu berjalan sambil membawa bendera dan meneriakkan yel-yel.

Lagu Iwan Fals berjudul ‘Bongkar’ pun terdengar dinyanyikan dengan lantang.

Baca Juga:  Bey Machmudin Sampaikan Ranperda APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025

“Kita ke Tol Pasteur. Tutup,” ucap salah seorang buruh.

Akibat aksi tersebut, ruas Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja ditutup di kedua arah dan menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.

Petugas kepolisian pun telah melakukan pengaturan arus lalu lintas.

Baca Juga:  Kasus DBD Meningkat, Pj Gubernur Jabar Minta Kepala Daerah Turun Tangan

Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin bertemu dengan sejumlah perwakilan dari organisasi buruh di Ruang Manglayang, Gedung Sate, Kota Bandung.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut menghasilkan keputusan yang mengecewakan bagi kaum buruh.

Ketua KSPSI Jabar, Roy Jinto mengatakan, bahwa Bey masih bersikeras menggunakan PP Nomor 51 tahun 2023 tentang Pengupahan dalam menentukan upah minimum di kabupaten dan kota. Keputusan tersebut tak sesuai dengan harapan para buruh.

Baca Juga:  Pesan Bey Machmudin untuk Dedi Mulyadi: Sejahterakan Warga

Atas keputusan itu, Roy menilai bahwa Pemprov Jabar memang berupaya untuk memiskinkan kaum buruh di Jabar. Akibat penggunaan peraturan itu, buruh di Jabar kenaikan upahnya hanya berada di kisaran angka Rp 13 ribu.

“Kita anggap bahwa pemerintah Jawa Barat memaksakan kehendak untuk memiskinkan kaum buruh Jawa Barat,” imbuhnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin buruh
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.