bukamata.id – Arus modernitas yang bergerak tanpa rem sering kali menyisakan kekhawatiran tersendiri bagi pelestarian warisan leluhur. Di tengah gempuran tren global yang serba cepat, benteng utama sebuah bangsa justru terletak pada kekuatan tradisi yang mengakar di setiap jengkal daerah.
Isu krusial ini mengemuka ketika Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, turun langsung menghadiri perhelatan Semarak Budaya Kota Cimahi 2026 di Cimahi, Rabu (23/9/2026). Di hadapan masyarakat yang memadati lokasi, ia menegaskan bahwa peradaban besar tidak mungkin berdiri kokoh tanpa fondasi kebudayaan lokal yang matang.
Bagi Rafael, rasa cinta tanah air dan identitas keindonesiaan dirajut dari mozaik tradisi yang beragam—mulai dari kekayaan budaya Sunda hingga ragam kearifan lokal di seluruh penjuru Nusantara.
“Kita punya kesadaran bahwa budaya itu menentukan peradaban bangsa. Jadi nasionalisme kita, Indonesia ini dibangun dari budaya-budaya daerah, munculnya kebudayaan atau karakter bangsa itu dari budaya-budaya yang ada di Nusantara, termasuk Jawa Barat,” ujar Rafael.
Politisi tersebut juga memberikan catatan penting agar laju kemajuan zaman disikapi secara bijaksana. Jangan sampai kemajuan teknologi dan gaya hidup modern justru meminggirkan kepribadian lokal yang menjadi ciri khas bangsa. Menurutnya, pelibatan aktif generasi muda menjadi kunci utama agar warisan tradisi ini tidak sekadar menjadi fosil sejarah, melainkan tetap bernapas di era kekinian.
“Modernisasi tidak kemudian menggilas budaya kita, tidak menggilas ciri khas kita,” katanya.
Menutup rangkaian agenda tersebut, Rafael menaruh harapan besar agar gelaran-gelaran bernuansa tradisi seperti Semarak Budaya Kota Cimahi mampu memantik kembali rasa bangga di dada masyarakat. Perawatan budaya Sunda diyakini bukan sekadar urusan seremonial, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat karakter dan daya saing Kota Cimahi ke depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










