Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!

Kamis, 5 November 2026 21:11 WIB

Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United

Kamis, 5 November 2026 21:04 WIB

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kamis, 5 November 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!
  • Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United
  • Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka
  • Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Sebut Advokasi Sosial Jadi Kawah Candradimuka Calon Pemimpin Bangsa

By Putra JuangJumat, 22 Mei 2026 10:10 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk memahami akar kemiskinan struktural di Indonesia.

Hal ini disampaikan Rafael saat menghadiri Seminar bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (21/5/2026).

Rafael menyebut bahwa kepekaan sosial yang diasah lewat advokasi di lapangan adalah modal utama lahirnya pemimpin masa depan yang berpihak pada rakyat.

Menurut Rafael, kemiskinan yang terjadi di Indonesia hari ini mayoritas bukan disebabkan oleh faktor malasnya masyarakat, melainkan karena faktor struktural yang lahir dari sebuah kebijakan.

“Di Indonesia, masyarakat miskin itu karena soal struktural. Struktur itu bisa karena kebijakan pemerintah, baik lewat APBN maupun APBD. Ketika anggaran yang harusnya untuk kepentingan rakyat banyak malah dipakai untuk urusan lain, di situlah ketimpangan terjadi,” ucap legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga:  Diskusi Publik, Rafael Situmorang Soroti Hak Dasar Rakyat dalam Wacana Pilkada Lewat DPRD

Membedakan Kebijakan Kerakyatan dan Kepentingan Oligarki

Rafael meyakini, anak muda yang terbiasa hidup dan mendampingi masyarakat miskin akan memiliki kepekaan politik dan ekonomi yang jauh lebih tajam. Mereka akan mampu menyaring mana program yang benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan mana yang ditunggangi kepentingan segelintir elite.

Ia mencontohkan salah satu isu krusial yang tengah hangat diperbincangkan publik saat ini, yaitu proyek cetak sawah di Papua yang digagas atas nama kedaulatan pangan.

Sudut Pandang Kebijakan: Pemerintah ingin mendorong kedaulatan pangan nasional.

Kritik Antropologi dan Lingkungan: Pembangunan skala besar seringkali mengabaikan antropologi wilayah dan berisiko merusak akar budaya lokal.

Baca Juga:  Rafael akan Kawal Beasiswa Pendidikan Bagi Masyarakat Tidak Mampu

“Bagi sebagian kalangan, mengubah wilayah rawa tempat masyarakat adat mencari ikan secara instan menjadi lahan sawah adalah kekeliruan jika tanpa mempelajari sosiologi budaya mereka. Analisis kritis seperti ini yang sekarang banyak disuarakan anak muda, salah satunya dipicu oleh film dokumenter seperti Pesta Babi yang membuka mata publik,” jelas Rafael.

Ia juga mengapresiasi gerakan pemuda di berbagai daerah, seperti di Jawa Tengah hingga Ternate, yang terus konsisten menggelorakan keberpihakan terhadap hak-hak masyarakat lokal atas eksploitasi sumber daya alam.

Jalur Perjuangan Lahirkan Pemimpin Dunia

Lebih lanjut, Rafael berharap para aktivis muda yang hari ini matang di jalur advokasi tidak tabu untuk masuk ke dalam pertarungan politik formal di masa depan. Baginya, sejarah mencatat bahwa para pemimpin besar dunia lahir dari kerasnya proses perjuangan dan advokasi di akar rumput.

Baca Juga:  Turun Langsung ke Jalan, Rafael Situmorang Jawab Tuntutan Aliansi Mahasiswa di DPRD Jabar

Ia mencontohkan dua tokoh besar dunia yang berhasil mengubah sejarah lewat konsistensi perjuangannya:

“Banyak pemimpin politik besar yang lahir dari rahim perjuangan dengan segala hambatannya. Nelson Mandela harus dipenjara puluhan tahun demi menghapus politik apartheid di Afrika Selatan. Begitu juga Abraham Lincoln di Amerika yang berjuang melawan arus demi menghapuskan sistem perbudakan.”

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Rafael berharap generasi muda di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya terus mengasah sensitivitas sosial mereka. “Mudah-mudahan setelah matang di jalur advokasi dan diasah oleh masalah di masyarakat, mereka bisa memenangkan pertarungan politik dan menjadi pemimpin yang baik bagi bangsa ini,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.