bukamata.id – Kabar gembira menghampiri dunia sepak bola tanah air. Kerja keras klub-klub lokal di panggung internasional akhirnya membuahkan hasil manis. Berkat lonjakan posisi Indonesia dalam daftar peringkat klub AFC, jatah delegasi Indonesia untuk bersaing di kompetisi antarklub Asia dipastikan bakal bertambah signifikan mulai musim 2027-2028.
Sebagai perbandingan, pada musim 2026-2027 Indonesia hanya mengirimkan dua wakilnya. Namun pada edisi berikutnya, level kompetisi yang akan diarungi klub Indonesia jauh lebih bergengsi, di mana dua slot yang tersedia seluruhnya berada di kasta AFC Champions League 2 (ACL 2).
Kepastian ini diungkapkan langsung oleh Direktur Operasional I-League, Asep Saputra, saat menemui awak media pada Jumat, 19 Juni 2026. Untuk musim terdekat (2026-2027), Asep mengonfirmasi bahwa perjuangan Indonesia akan dikomandoi oleh Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
“Kuota di AFC competition di musim 2026-2027 kita sudah clear ya, dua wakil kita. Persib Bandung main di play-off dari ACL 2. Nah info terakhir kan Borneo FC itu juga harusnya bermain dari play-off di AFC Challenge tapi info terakhir mereka akan langsung bermain di group stage. Jadi memang hanya dua itu wakil kita,” ujar Asep.
Persib yang menyandang status jawara domestik harus merangkak dari babak play-off ACL 2. Sementara itu, Borneo FC mendapat durian runtuh karena kemungkinan besar langsung melenggang ke fase grup tanpa harus melewati play-off AFC Challenge League.
Perubahan Format Slot Musim 2027-2028: Nilai Ranking Mei 2026 Jadi Kunci
Meski kuota musim depan terbilang minim, peta persaingan akan berubah total pada musim 2027-2028. Berdasarkan rilis AFC Club Competition Ranking per Mei 2026—yang mengalkulasi rekam jejak performa klub suatu negara selama delapan tahun terakhir—posisi Indonesia melesat.
Asep Saputra membeberkan bagaimana skema penambahan slot tersebut nantinya akan berjalan:
“Nah kalau kita bicara AFC Club Competition Ranking di bulan Mei kemarin di tahun 2026 ini itu menjadi dasar perhitungan salah satunya karena kan hitung delapan tahun ke belakang, maka di tahun 2027-2028 wakil kita ada dua; satu direct di ACL 2 dan satu indirect atau play-off di ACL 2. Jadi dua-duanya main di ACL 2 untuk kompetisi yang nanti ya bukan yang sekarang,” kata Asep.
Melalui regulasi baru ini, satu tim asal Indonesia berhak langsung mengamankan tempat di putaran final ACL 2, sedangkan tim lainnya wajib bertarung dulu di babak kualifikasi (play-off). Langkah maju ini diyakini akan mendongkrak jam terbang sekaligus poin koefisien Indonesia di mata Asia.
Jadwal Padat Mengintai, I-League Siapkan Strategi Kalender Kompetisi
Konsekuensi dari prestasi ini adalah padatnya agenda pertandingan. Baik Persib maupun Borneo FC diprediksi akan menguras keringat ekstra karena harus membagi fokus di empat kompetisi sekaligus: Indonesia Super League, League Cup, Shopee Cup (ASEAN Club Championship), dan turnamen AFC.
Mengantisipasi risiko kelelahan dan cedera pemain, pihak I-League mengaku sudah bergerak cepat dengan mengundang manajemen kedua klub untuk menyelaraskan jadwal pertandingan domestik.
“Kita pasti mendukung. Mudah-mudahan kita meminimalisir hal-hal yang sifatnya memang menyulitkan klub ketika berkompetisi karena kan dia punya hak untuk juga berprestasi tinggi di domestik tapi juga tentu kita harapkan juga hal yang sama mereka tunjukkan di AFC ataupun juga bahkan di Shopee Cup,” tutup Asep.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









