Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja

Minggu, 3 Mei 2026 20:18 WIB

HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman

Minggu, 3 Mei 2026 19:09 WIB

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
  • Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying
  • Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah
  • Modal Kuat Persib! Federico Barba Ungkap Kondisi Tim Jelang Laga
  • Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Trending, Warganet Diminta Waspada
  • Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh
  • Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 3 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Saham Rontok Massal, IHSG Tertekan ke 7.028 di Tengah Gejolak Global

By Aga GustianaKamis, 19 Juni 2025 17:57 WIB3 Mins Read
Ilustrasi saham. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Kamis pagi (19/6/2025). Hingga pukul 09.43 WIB, IHSG tercatat turun 1,12% ke level 7.028, mencerminkan kekhawatiran pasar yang semakin meningkat.

Penurunan ini menandai tekanan yang merata di hampir seluruh sektor. Dari 677 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 453 saham terkoreksi, hanya 94 saham yang menguat, dan 130 lainnya stagnan. Bahkan saham-saham bank papan atas seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga terseret ke zona merah.

Menurut riset pagi dari Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini memang diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan rentang support di 7.000 dan resistance di 7.200. Kemarin, indeks ditutup melemah 0,67% ke posisi 7.107,79, dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Salah satu penyebab utama tekanan pasar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran-Israel yang kian memanas. Kekhawatiran akan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut turut memicu aksi jual di pasar saham regional, termasuk Indonesia.

Baca Juga:  CETAR! Harga Emas Antam Sentuh Rp 2 Juta per Gram di Pegadaian

Dari dalam negeri, sentimen datang dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,5%, sesuai ekspektasi pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, serta mendukung inflasi yang tetap berada dalam kisaran target bank sentral.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI saat ini berada di area oversold, namun MACD masih menunjukkan kecenderungan datar. Sementara itu, menyempitnya Bollinger Bands mengindikasikan pasar tengah menanti katalis baru yang bisa menentukan arah selanjutnya—apakah berbalik naik atau melanjutkan tren penurunan.

Baca Juga:  Sekda Herman Sebut Hilirisasi Investasi Jadi Strategi Atasi Kemiskinan di Jabar

Di tengah ketidakpastian tersebut, para investor domestik menaruh harapan pada geliat aksi korporasi, khususnya melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Pasalnya, setelah lebih dari sebulan vakum, akhirnya pasar kembali diramaikan oleh IPO yang dinantikan banyak pihak.

Hari ini, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), resmi meluncurkan penawaran awal sahamnya. CDIA berencana melepas hingga 12,5 miliar lembar saham baru atau setara 10% dari modal disetor, dengan harga penawaran berkisar Rp 170 hingga Rp 190 per saham.

Baca Juga:  Jejak Karier Menkeu Baru Disorot, Publik Tagih Bukti Nyata Bukan Sekadar Janji

Masa bookbuilding berlangsung dari 19 hingga 24 Juni 2025. Jika seluruh saham terserap di harga tertinggi, perusahaan berpotensi meraup dana segar hingga Rp 2,37 triliun. IPO CDIA menjadi yang pertama sejak listing terakhir PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) pada 8 Mei lalu.

Kehadiran CDIA di bursa diharapkan dapat menjadi penyegar bagi pasar modal Indonesia yang belakangan ini lesu. Antusiasme investor terhadap IPO ini cukup tinggi, mengingat reputasi kuat grup Chandra Asri di sektor industri petrokimia nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bursa efek Chandra Asri ekonomi global IHSG investasi IPO CDIA pasar modal saham hari ini saham rontok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Ricuh May Day Bandung: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik

Ilustrasi emas antam

Emas Antam Mulai Bergerak! Ini Daftar Lengkap Harga Hari Ini

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.