Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Senin, 3 Agustus 2026 06:00 WIB

Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali

Senin, 3 Agustus 2026 03:00 WIB

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Senin, 3 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
  • Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Saham Rontok Massal, IHSG Tertekan ke 7.028 di Tengah Gejolak Global

By Aga GustianaKamis, 19 Juni 2025 17:57 WIB3 Mins Read
Ilustrasi saham. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Kamis pagi (19/6/2025). Hingga pukul 09.43 WIB, IHSG tercatat turun 1,12% ke level 7.028, mencerminkan kekhawatiran pasar yang semakin meningkat.

Penurunan ini menandai tekanan yang merata di hampir seluruh sektor. Dari 677 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 453 saham terkoreksi, hanya 94 saham yang menguat, dan 130 lainnya stagnan. Bahkan saham-saham bank papan atas seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga terseret ke zona merah.

Menurut riset pagi dari Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini memang diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan rentang support di 7.000 dan resistance di 7.200. Kemarin, indeks ditutup melemah 0,67% ke posisi 7.107,79, dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Salah satu penyebab utama tekanan pasar adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Iran-Israel yang kian memanas. Kekhawatiran akan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut turut memicu aksi jual di pasar saham regional, termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,5%, sesuai ekspektasi pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, serta mendukung inflasi yang tetap berada dalam kisaran target bank sentral.

Secara teknikal, indikator Stochastic RSI saat ini berada di area oversold, namun MACD masih menunjukkan kecenderungan datar. Sementara itu, menyempitnya Bollinger Bands mengindikasikan pasar tengah menanti katalis baru yang bisa menentukan arah selanjutnya—apakah berbalik naik atau melanjutkan tren penurunan.

Di tengah ketidakpastian tersebut, para investor domestik menaruh harapan pada geliat aksi korporasi, khususnya melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Pasalnya, setelah lebih dari sebulan vakum, akhirnya pasar kembali diramaikan oleh IPO yang dinantikan banyak pihak.

Hari ini, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), resmi meluncurkan penawaran awal sahamnya. CDIA berencana melepas hingga 12,5 miliar lembar saham baru atau setara 10% dari modal disetor, dengan harga penawaran berkisar Rp 170 hingga Rp 190 per saham.

Masa bookbuilding berlangsung dari 19 hingga 24 Juni 2025. Jika seluruh saham terserap di harga tertinggi, perusahaan berpotensi meraup dana segar hingga Rp 2,37 triliun. IPO CDIA menjadi yang pertama sejak listing terakhir PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) pada 8 Mei lalu.

Kehadiran CDIA di bursa diharapkan dapat menjadi penyegar bagi pasar modal Indonesia yang belakangan ini lesu. Antusiasme investor terhadap IPO ini cukup tinggi, mengingat reputasi kuat grup Chandra Asri di sektor industri petrokimia nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bursa efek Chandra Asri ekonomi global IHSG investasi IPO CDIA pasar modal saham hari ini saham rontok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.