Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Kamis, 17 September 2026 13:17 WIB

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Kamis, 17 September 2026 13:08 WIB

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

Kamis, 17 September 2026 13:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya
  • Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG
  • Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar
  • 15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan
  • Menang di Stadion Piala Dunia 2002, Igor Tolic Sebut Persib Catat Pencapaian Istimewa
  • Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung
  • 15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026
  • Bikin Bobotoh Cemas! Julio Cesar Akhirnya Ungkap Kondisi Usai Benturan Keras Lawan FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Tahun Duet Bedas: Strategi ‘Irit’ Kang DS-Ali Syakieb di Tengah Pangkas Anggaran Rp1 Triliun

By Aga GustianaJumat, 20 Februari 2026 19:56 WIB3 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: dok Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tepat hari ini, Jumat (20/2/2026), kepemimpinan Dadang Supriatna (Kang DS) dan Ali Syakieb genap berusia satu tahun. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka setahun silam, pasangan yang diusung koalisi besar ini harus menavigasi “kapal” Kabupaten Bandung di tengah badai fiskal yang tidak main-main.

Pemerintah Pusat melakukan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga hampir Rp1 triliun. Namun, di balik angka yang menyusut itu, rapor pembangunan setahun pertama justru menunjukkan tren positif.

Rapor Hijau di Tengah Defisit

Meski anggaran dari pusat terjun bebas dari Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun, indikator makro Kabupaten Bandung justru membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini nangkring di angka 76,4 poin. Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen, dengan ambisi besar menyentuh 5,48 persen pada 2027 mendatang.

Di sektor lapangan kerja, duet Bedas ini justru melampaui ekspektasi. Dari target 10 ribu tenaga kerja baru, mereka berhasil menyerap 11.867 orang.

Baca Juga:  IPMAKAB Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih: Dorong Partisipasi Aktif Generasi Muda dalam Pilkada 2024

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, alhamdulillah kami dapat menciptakan lapangan kerja baru melebihi target selama 1 tahun ini. Dari target 10 ribu penciptaan tenaga kerja baru per tahun, kami berhasil menyerap 11.867 orang. Ini luar biasa karena melebihi target,” ujar Bupati Dadang Supriatna dalam Rakor Bulanan di Rumah Dinas Bupati, Jumat (20/2/2026).

Jalan Mulus & Infrastruktur Masa Depan

Urusan “jalan butut” juga menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, 85,74 persen atau sepanjang 1.125,53 kilometer jalan di Kabupaten Bandung sudah dalam kondisi mantap. Kang DS bahkan sudah menyiapkan “peluru” anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk tiga tahun ke depan.

“Insya Allah sekitar 14 persennya lagi, jalan-jalan yang kondisinya masih rusak akan kita selesaikan dalam 3 tahun,” ungkap Kang DS optimis.

Baca Juga:  Ratusan Pengusaha di Kabupaten Bandung Deklarasi Dukung Dadang Supriatna-Ali Syakieb

Selain jalan, proyek mercusuar Bandung Bedas Convention Center di Tegalluar kini memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) terpadu yang terkoneksi langsung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.

Efisiensi Ketat Demi Janji Politik

Bagaimana cara Kang DS dan Ali Syakieb menutupi lubang Rp1 triliun? Jawabannya adalah efisiensi ekstrem pada belanja non-prioritas. Perjalanan dinas dan rapat-rapat yang dianggap tidak mendesak “disunat” habis demi menyelamatkan program rakyat.

“Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Anggaran tersebut dialihkan untuk membiayai belanja visi-misi dan program yang dirasakan langsung masyarakat,” tegas Kang DS.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 20 Maret 2025

Ia menekankan bahwa janji politik seperti insentif 17 ribu guru ngaji, beasiswa BESTI, hingga perbaikan rutilahu (yang sudah mencapai 32.851 unit dalam 4,5 tahun terakhir) adalah harga mati.

“Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan,” tambah Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung tersebut.

Selaras dengan Program Pusat

Menariknya, kepemimpinan setahun ini juga menunjukkan sinergi kuat dengan program Presiden Prabowo Subianto. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sukses dijalankan di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga apa yang telah kami berikan untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb Dadang Supriatna Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan

Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung

317 Lapak Dibongkar Tanpa Ampun, Ratusan PKL Cirebon Terkatung-katung Kehilangan Tempat Cari Makan

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.