Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satu Tahun Duet Bedas: Strategi ‘Irit’ Kang DS-Ali Syakieb di Tengah Pangkas Anggaran Rp1 Triliun

By Aga GustianaJumat, 20 Februari 2026 19:56 WIB3 Mins Read
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (Foto: dok Pemkab Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tepat hari ini, Jumat (20/2/2026), kepemimpinan Dadang Supriatna (Kang DS) dan Ali Syakieb genap berusia satu tahun. Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka setahun silam, pasangan yang diusung koalisi besar ini harus menavigasi “kapal” Kabupaten Bandung di tengah badai fiskal yang tidak main-main.

Pemerintah Pusat melakukan pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hingga hampir Rp1 triliun. Namun, di balik angka yang menyusut itu, rapor pembangunan setahun pertama justru menunjukkan tren positif.

Rapor Hijau di Tengah Defisit

Meski anggaran dari pusat terjun bebas dari Rp3,6 triliun menjadi Rp2,6 triliun, indikator makro Kabupaten Bandung justru membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kini nangkring di angka 76,4 poin. Tak hanya itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen, dengan ambisi besar menyentuh 5,48 persen pada 2027 mendatang.

Di sektor lapangan kerja, duet Bedas ini justru melampaui ekspektasi. Dari target 10 ribu tenaga kerja baru, mereka berhasil menyerap 11.867 orang.

Baca Juga:  Bupati Bandung Menginap di Rumah Warga, Bukti Kedekatan Pemimpin dan Rakyat

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, alhamdulillah kami dapat menciptakan lapangan kerja baru melebihi target selama 1 tahun ini. Dari target 10 ribu penciptaan tenaga kerja baru per tahun, kami berhasil menyerap 11.867 orang. Ini luar biasa karena melebihi target,” ujar Bupati Dadang Supriatna dalam Rakor Bulanan di Rumah Dinas Bupati, Jumat (20/2/2026).

Jalan Mulus & Infrastruktur Masa Depan

Urusan “jalan butut” juga menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, 85,74 persen atau sepanjang 1.125,53 kilometer jalan di Kabupaten Bandung sudah dalam kondisi mantap. Kang DS bahkan sudah menyiapkan “peluru” anggaran sebesar Rp1,4 triliun untuk tiga tahun ke depan.

“Insya Allah sekitar 14 persennya lagi, jalan-jalan yang kondisinya masih rusak akan kita selesaikan dalam 3 tahun,” ungkap Kang DS optimis.

Baca Juga:  Dinilai Serius Tanpa Gimmick, Demokrat Dukung Dadang Supriatna di Pilkada Kabupaten Bandung

Selain jalan, proyek mercusuar Bandung Bedas Convention Center di Tegalluar kini memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi Mal Pelayanan Publik (MPP) terpadu yang terkoneksi langsung dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.

Efisiensi Ketat Demi Janji Politik

Bagaimana cara Kang DS dan Ali Syakieb menutupi lubang Rp1 triliun? Jawabannya adalah efisiensi ekstrem pada belanja non-prioritas. Perjalanan dinas dan rapat-rapat yang dianggap tidak mendesak “disunat” habis demi menyelamatkan program rakyat.

“Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Anggaran tersebut dialihkan untuk membiayai belanja visi-misi dan program yang dirasakan langsung masyarakat,” tegas Kang DS.

Ia menekankan bahwa janji politik seperti insentif 17 ribu guru ngaji, beasiswa BESTI, hingga perbaikan rutilahu (yang sudah mencapai 32.851 unit dalam 4,5 tahun terakhir) adalah harga mati.

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah Kabupaten Bandung 10 Maret 2025, Cek Waktu Imsak di Sini!

“Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan,” tambah Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung tersebut.

Selaras dengan Program Pusat

Menariknya, kepemimpinan setahun ini juga menunjukkan sinergi kuat dengan program Presiden Prabowo Subianto. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sukses dijalankan di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga apa yang telah kami berikan untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ali Syakieb Dadang Supriatna Kabupaten Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.