Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Link Dana Kaget 30 Agustus 2026: Ada Saldo Rp100 Ribu, Cek dan Coba Klaim!

Minggu, 30 Agustus 2026 14:32 WIB

Sandy Walsh dan 2 Pemain Persib Resmi Absen, Begini Siasat Igor Tolic Lawan Manila Digger

Minggu, 30 Agustus 2026 14:05 WIB

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 13:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Dana Kaget 30 Agustus 2026: Ada Saldo Rp100 Ribu, Cek dan Coba Klaim!
  • Sandy Walsh dan 2 Pemain Persib Resmi Absen, Begini Siasat Igor Tolic Lawan Manila Digger
  • Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027
  • Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang
  • Persib vs Manila Digger: Balsa Sekulic Jadi Ujung Tombak, Trio Maut Siap Menggila
  • Buruan Tukarkan! Kode Redeem FF 30 Agustus 2026 Bisa Dapat Skin SG2 dan Emote
  • Prediksi Real Madrid vs Malaga Hari Ini: Mbappe Menggila, Los Blancos Bidik 9 Poin
  • Desil Bansos 2026 Terbaru: Cek Pakai NIK, Jangan Kaget Jika Masuk Desil Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 30 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Membedah Sejarah Bandara Husein Sastranegara: Dari Pangkalan Militer ke Gerbang Udara Bandung

By Aga GustianaKamis, 3 Juli 2025 01:00 WIB3 Mins Read
Bandara Husein Sastranegara
Landasan pacu Bandara Husein Sastranegara di Bandung, yang menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejarah Bandara Husein Sastranegara menyimpan jejak panjang yang menarik untuk ditelusuri. Sebagai salah satu bandara tertua di Indonesia, perannya tidak hanya sebagai penghubung udara, tetapi juga sebagai saksi perkembangan kota Bandung.

Asal Usul Nama Husein Sastranegara

Nama Bandara Husein Sastranegara diambil dari seorang pahlawan nasional Indonesia, Letnan Udara Husein Sastranegara. Ia merupakan perintis TNI AU yang gugur saat bertugas pada era kemerdekaan. Pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam membela kedaulatan udara Indonesia.

Bandara ini resmi menggunakan nama tersebut sejak pertengahan abad ke-20. Sebelumnya, lokasi ini lebih dikenal sebagai lapangan terbang militer di bawah kendali Belanda dan Jepang. Seiring waktu, fungsinya beralih menjadi bandara sipil yang melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas.

Jejak Sejarah Bandara Husein Sastranegara dari Masa ke Masa

Sejarah Bandara Husein Sastranegara bermula pada era kolonial Belanda, sekitar tahun 1920-an. Kala itu, fasilitas ini hanya berupa landasan pacu sederhana untuk pesawat militer. Lokasinya yang strategis di utara Bandung menjadikannya penting dalam pengawasan wilayah Priangan.

Selama pendudukan Jepang, bandara ini sempat digunakan sebagai pangkalan udara tentara Kekaisaran Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, fasilitas ini diambil alih oleh TNI AU. Pada dekade 1950-an, mulailah dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung fungsi penerbangan sipil.

Transisi fungsi ini berlangsung bertahap, seiring dengan peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat Bandung dan sekitarnya. Meskipun masih berbagi fungsi dengan TNI AU, peran bandara sebagai gerbang penerbangan sipil makin dominan pada era 1980-an hingga kini.

Fasilitas dan Perkembangan Bandara Saat Ini

Bandara Husein Sastranegara kini telah mengalami banyak modernisasi. Terminal penumpang diperluas untuk menampung peningkatan jumlah pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Fasilitas navigasi udara dan keamanan pun telah disesuaikan dengan standar internasional.

Bandara ini juga dikenal sebagai pusat aktivitas maskapai regional seperti Citilink, Wings Air, dan AirAsia. Selain itu, lokasinya yang hanya sekitar 5 km dari pusat kota membuatnya menjadi pilihan utama warga Bandung. Ini menjadi keunggulan tersendiri dibanding bandara baru seperti Kertajati.

Namun, karena terbatasnya lahan dan panjang landasan, bandara ini hanya dapat menampung pesawat berukuran menengah. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam pengalihan operasional sebagian penerbangan ke Bandara Kertajati, Majalengka.

Kontroversi dan Tantangan di Masa Kini

Meski sejarahnya kaya, Bandara Husein Sastranegara juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pemindahan operasional penerbangan komersial ke Kertajati. Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari masyarakat Bandung.

Sebagian pihak menilai pemindahan ini kurang tepat mengingat aksesibilitas Kertajati yang belum memadai. Di sisi lain, pengembangan bandara baru dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Bandara Husein berada di titik krusial antara warisan sejarah dan kebutuhan masa depan.

Perdebatan ini menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dan partisipasi publik. Keberadaan bandara ini tidak hanya soal transportasi, tetapi juga identitas kota Bandung yang telah tumbuh bersamanya.

Mengapa Sejarah Bandara Husein Sastranegara Penting Diketahui?

Memahami Sejarah Bandara Husein Sastranegara memberi kita perspektif tentang bagaimana infrastruktur dapat memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi suatu kota. Dari pangkalan militer menjadi simpul mobilitas masyarakat, perubahan itu mencerminkan adaptasi dan visi jangka panjang.

Bandara ini bukan sekadar tempat naik turun pesawat, tetapi bagian dari narasi Bandung sebagai kota strategis. Ia menjadi saksi bisu perjuangan, transformasi, dan modernisasi dalam satu lokasi yang terus hidup. Menelusuri sejarahnya, berarti mengenali akar dari kemajuan yang ada hari ini.

Dengan memahami peran dan sejarahnya, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi masa depan bandara. Terutama ketika dihadapkan pada kebijakan pemerintah yang menyentuh aspek mobilitas, ekonomi, hingga identitas budaya lokal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira Guru PPPK! 231 Ribu Lebih PPPK Paruh Waktu Disebut Naik Status 2027

Update Banjir Nepal-Tibet: 691 Orang Tewas, Lebih dari 3.000 Masih Hilang

Bansos

Desil Bansos 2026 Terbaru: Cek Pakai NIK, Jangan Kaget Jika Masuk Desil Ini

Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral

Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset

Ancaman Nyata Krisis Iklim: Ketika Gunung Es Himalaya Mulai Mencair dan Bawa Petaka

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.