Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga

Senin, 26 Oktober 2026 16:23 WIB
ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Senin, 26 Oktober 2026 16:02 WIB

Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November

Senin, 26 Oktober 2026 15:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bayern Muenchen Kudeta Dortmund dari Puncak Klasemen Bundesliga
  • Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah
  • Tak Ada Waktu Santai! Persib Hadapi Jadwal Neraka hingga Akhir November
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
  • Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • 5 Wisata Air di Pangandaran Selain Pantai, Cocok Buat Liburan Akhir Pekan
  • BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Membedah Sejarah Bandara Husein Sastranegara: Dari Pangkalan Militer ke Gerbang Udara Bandung

By Aga GustianaKamis, 3 Juli 2025 01:00 WIB3 Mins Read
Bandara Husein Sastranegara
Landasan pacu Bandara Husein Sastranegara di Bandung, yang menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejarah Bandara Husein Sastranegara menyimpan jejak panjang yang menarik untuk ditelusuri. Sebagai salah satu bandara tertua di Indonesia, perannya tidak hanya sebagai penghubung udara, tetapi juga sebagai saksi perkembangan kota Bandung.

Asal Usul Nama Husein Sastranegara

Nama Bandara Husein Sastranegara diambil dari seorang pahlawan nasional Indonesia, Letnan Udara Husein Sastranegara. Ia merupakan perintis TNI AU yang gugur saat bertugas pada era kemerdekaan. Pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam membela kedaulatan udara Indonesia.

Bandara ini resmi menggunakan nama tersebut sejak pertengahan abad ke-20. Sebelumnya, lokasi ini lebih dikenal sebagai lapangan terbang militer di bawah kendali Belanda dan Jepang. Seiring waktu, fungsinya beralih menjadi bandara sipil yang melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas.

Jejak Sejarah Bandara Husein Sastranegara dari Masa ke Masa

Sejarah Bandara Husein Sastranegara bermula pada era kolonial Belanda, sekitar tahun 1920-an. Kala itu, fasilitas ini hanya berupa landasan pacu sederhana untuk pesawat militer. Lokasinya yang strategis di utara Bandung menjadikannya penting dalam pengawasan wilayah Priangan.

Selama pendudukan Jepang, bandara ini sempat digunakan sebagai pangkalan udara tentara Kekaisaran Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, fasilitas ini diambil alih oleh TNI AU. Pada dekade 1950-an, mulailah dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung fungsi penerbangan sipil.

Transisi fungsi ini berlangsung bertahap, seiring dengan peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat Bandung dan sekitarnya. Meskipun masih berbagi fungsi dengan TNI AU, peran bandara sebagai gerbang penerbangan sipil makin dominan pada era 1980-an hingga kini.

Fasilitas dan Perkembangan Bandara Saat Ini

Bandara Husein Sastranegara kini telah mengalami banyak modernisasi. Terminal penumpang diperluas untuk menampung peningkatan jumlah pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Fasilitas navigasi udara dan keamanan pun telah disesuaikan dengan standar internasional.

Bandara ini juga dikenal sebagai pusat aktivitas maskapai regional seperti Citilink, Wings Air, dan AirAsia. Selain itu, lokasinya yang hanya sekitar 5 km dari pusat kota membuatnya menjadi pilihan utama warga Bandung. Ini menjadi keunggulan tersendiri dibanding bandara baru seperti Kertajati.

Namun, karena terbatasnya lahan dan panjang landasan, bandara ini hanya dapat menampung pesawat berukuran menengah. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam pengalihan operasional sebagian penerbangan ke Bandara Kertajati, Majalengka.

Kontroversi dan Tantangan di Masa Kini

Meski sejarahnya kaya, Bandara Husein Sastranegara juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pemindahan operasional penerbangan komersial ke Kertajati. Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari masyarakat Bandung.

Sebagian pihak menilai pemindahan ini kurang tepat mengingat aksesibilitas Kertajati yang belum memadai. Di sisi lain, pengembangan bandara baru dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Bandara Husein berada di titik krusial antara warisan sejarah dan kebutuhan masa depan.

Perdebatan ini menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dan partisipasi publik. Keberadaan bandara ini tidak hanya soal transportasi, tetapi juga identitas kota Bandung yang telah tumbuh bersamanya.

Mengapa Sejarah Bandara Husein Sastranegara Penting Diketahui?

Memahami Sejarah Bandara Husein Sastranegara memberi kita perspektif tentang bagaimana infrastruktur dapat memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi suatu kota. Dari pangkalan militer menjadi simpul mobilitas masyarakat, perubahan itu mencerminkan adaptasi dan visi jangka panjang.

Bandara ini bukan sekadar tempat naik turun pesawat, tetapi bagian dari narasi Bandung sebagai kota strategis. Ia menjadi saksi bisu perjuangan, transformasi, dan modernisasi dalam satu lokasi yang terus hidup. Menelusuri sejarahnya, berarti mengenali akar dari kemajuan yang ada hari ini.

Dengan memahami peran dan sejarahnya, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi masa depan bandara. Terutama ketika dihadapkan pada kebijakan pemerintah yang menyentuh aspek mobilitas, ekonomi, hingga identitas budaya lokal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ilustrasi bansos

Modus Beli Rokok demi Kembalian Asli, Pengedar Uang Palsu Nyaris Diamuk Warga Ngamprah

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Bansos

BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.