bukamata.id – Upaya membangun kapasitas generasi muda dalam dunia kebijakan publik terus didorong melalui berbagai ruang edukasi. Salah satunya lewat program Sekolah Legislatif yang digelar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa (14/4/2026).
Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap memahami dan terlibat dalam dunia legislatif.
“Ini teman-teman di UIN mengadakan Sekolah Legislatif bagi mahasiswa, supaya nanti punya kapasitas dalam mengurus urusan legislatif, khususnya jika menjadi pemangku kebijakan,” ujarnya.
Menurut Rafael, mahasiswa memiliki peran penting sebagai calon pemimpin masa depan. Namun, untuk bisa masuk ke ruang kebijakan, dibutuhkan pemahaman yang tidak sederhana.
Ia menjelaskan, tantangan di dunia legislatif saat ini semakin kompleks. Tidak hanya soal politik, tetapi juga menyangkut aspek sosial hingga konstitusi.
“Tantangannya tentu tidak mudah, karena banyak persoalan. Dalam dunia legislatif itu ada berbagai dimensi: politik, sosial, hingga konstitusi,” jelasnya.
Lebih jauh, Rafael menyoroti perubahan zaman yang turut memengaruhi cara berpikir masyarakat, termasuk mahasiswa. Era disrupsi dan transformasi digital, menurutnya, menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
“Sekarang kita berada di era disrupsi dan transformasi digital, yang memengaruhi kultur pendidikan dan pola berpikir masyarakat,” tambahnya.
Melalui Sekolah Legislatif ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan politik secara lebih utuh.
Bagi Rafael, penting bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan.
Dengan bekal pemahaman yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pemangku kebijakan yang adaptif, kritis, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










