Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Rabu, 5 Agustus 2026 16:11 WIB

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Rabu, 5 Agustus 2026 16:00 WIB

Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin

Rabu, 5 Agustus 2026 15:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
  • Laga Hidup Mati Timnas Indonesia Kontra Singapura: Skenario Penentuan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
  • Debut Singkat! Mariano Peralta Siap Jadi Senjata Persib di Final Piala Presiden 2026
  • Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit
  • Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan
  • Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sempat Dipenjara karena Kontroversi, Ustaz Yahya Waloni Wafat saat Khotbah Iduladha

By SusanaMinggu, 8 Juni 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Ustaz Yahya Waloni sedang berdakwah dalam sebuah acara keagamaan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ustaz Muhammad Yahya Waloni, seorang pendakwah yang dikenal luas sebagai mualaf dan tokoh dakwah kontroversial, wafat ketika menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Darul Falah, Makassar, Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut terjadi tepat pada Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025).

Peristiwa ini sontak menyedot perhatian publik. Kabar wafatnya Ustaz Yahya menyebar cepat melalui media sosial dan menjadi sorotan di berbagai platform berita nasional.

Profil Singkat Ustaz Muhammad Yahya Waloni

Lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 30 November 1970, pria bernama asli Yahya Yopie Waloni ini memulai kehidupannya sebagai seorang pemeluk Kristen.

Ia mengenyam pendidikan teologi dan berhasil meraih gelar doktor dari Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado pada tahun 2004.

Sebelum masuk Islam, Yahya Waloni aktif dalam dunia pendidikan agama Kristen. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong, Papua Barat, dan Rektor Sekolah Tinggi Teologi Eben-Haezer di Sumatera Selatan.

Perjalanan Spiritual Menuju Islam

Transformasi hidupnya terjadi setelah melewati perjalanan spiritual yang mendalam. Pada 11 Oktober 2006, Yahya resmi menjadi mualaf bersama istrinya, Lusiana, yang kemudian berganti nama menjadi Mutmainnah. Proses pengucapan syahadat mereka berlangsung di Tolitoli, Sulawesi Tengah, dibimbing oleh Ustaz Komarudin Sofa dari Nahdlatul Ulama.

Sejak itu, nama beliau berubah menjadi Muhammad Yahya Waloni dan aktif berdakwah menyampaikan ajaran Islam. Mereka dikaruniai tiga orang anak yang tumbuh dalam suasana religius hasil hijrah kedua orang tuanya.

Dakwah Penuh Semangat dan Kontroversi

Setelah masuk Islam, Ustaz Yahya aktif berdakwah ke berbagai wilayah Indonesia. Ia kerap membagikan kisah hijrahnya dari Kristen ke Islam sebagai bentuk syiar dan edukasi spiritual.

Namun, gaya dakwahnya tidak jarang menuai kritik. Beberapa ceramahnya dinilai menyinggung keyakinan agama lain. Pada tahun 2022, ia sempat mendekam di penjara selama lima bulan karena kasus ujaran kebencian dan penodaan agama.

Meski demikian, setelah keluar dari tahanan, Yahya menyatakan telah bertobat dan mengubah pendekatannya dalam berdakwah menjadi lebih inklusif dan damai. Ia tetap melanjutkan misinya sebagai pendakwah hingga akhir hayatnya.

Wafat Saat Menyampaikan Khotbah Jumat Iduladha

Pada Jumat, 6 Juni 2025, Ustaz Yahya dijadwalkan menjadi khatib salat Jumat di Masjid Darul Falah, Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Makassar. Sebelumnya, ia turut menyaksikan penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari perayaan Iduladha.

Di hadapan ratusan jemaah, Ustaz Yahya menyampaikan khotbah bertema keikhlasan Nabi Ibrahim dan pentingnya tauhid dalam kehidupan. Namun, setelah menyelesaikan bagian pertama khotbah, ia tiba-tiba jatuh dari mimbar sebelum sempat melanjutkan khotbah kedua.

Jemaah yang hadir segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, tim medis menyatakan bahwa beliau telah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Duka dan Doa Mengalir dari Berbagai Kalangan

Kepergian Ustaz Muhammad Yahya Waloni meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak kalangan, terutama para jemaah dan pengikut setianya. Meski dikenal dengan gaya dakwah yang keras, banyak yang mengenang beliau sebagai pribadi yang berani berubah dan berjuang meniti jalan hijrah.

Ucapan belasungkawa dan doa pun membanjiri media sosial. Banyak tokoh agama dan publik figur turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

Pesan yang Tersisa dari Sosok Ustaz Yahya

Wafatnya Ustaz Yahya Waloni di atas mimbar mengingatkan kita akan pentingnya keikhlasan dan pengabdian dalam hidup. Dalam berbagai ceramahnya, ia kerap menyampaikan pesan tentang pentingnya tauhid dan istiqamah dalam menjalani ajaran Islam.

Momentum ini menjadi refleksi bagi umat Islam untuk memperdalam spiritualitas dan menjadikan perbedaan keyakinan sebagai jalan dialog, bukan konflik. Wafat saat berdakwah di hari besar Islam seperti Iduladha tentu memiliki makna tersendiri bagi umat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita dakwah terbaru khotbah jumat iduladha Kontroversi wafat ustaz yahya waloni yahya waloni mualaf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Cek penerima PIP 2025

Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Update Harga Emas 5 Agustus 2026, Emas 24 Karat Kini Dibanderol Mulai Rp2,22 Juta per Gram

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.