Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terungkap Alasan Taufik Hidayat Tega Sekap dan Aniaya Wanita di Bandung

Rabu, 24 Juni 2026 08:44 WIB

Sempat Kabur ke Banten, Pelarian Taufik Hidayat Kandas Akibat Transaksi Online

Rabu, 24 Juni 2026 07:36 WIB

Tembok Kokoh Ghana Frustrasikan Inggris, Persaingan Grup L Piala Dunia 2026 Memanas

Rabu, 24 Juni 2026 07:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terungkap Alasan Taufik Hidayat Tega Sekap dan Aniaya Wanita di Bandung
  • Sempat Kabur ke Banten, Pelarian Taufik Hidayat Kandas Akibat Transaksi Online
  • Tembok Kokoh Ghana Frustrasikan Inggris, Persaingan Grup L Piala Dunia 2026 Memanas
  • Pesta Gol di Houston: Dua Gol Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Cukur Uzbekistan 5-0
  • Serbu Sebelum Kehabisan! Link DANA Kaget dan Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 24 Juni 2026
  • Bikin Netizen Penasaran, Ternyata Begini Isi Video Ibu dan Anak Handuk Putih
  • Gol Roket ke Madura United Jadi Favorit Lucho, Ini Alasan Sang Gelandang Argentina
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sempat Kabur ke Banten, Pelarian Taufik Hidayat Kandas Akibat Transaksi Online

By Aga GustianaRabu, 24 Juni 2026 07:36 WIB2 Mins Read
Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan wanita di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pelarian Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan sekaligus penganiayaan keji terhadap seorang wanita berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, akhirnya resmi berakhir. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil meringkus pelaku setelah sempat buron hingga ke luar provinsi.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, membeberkan bahwa tersangka sempat mencoba bersembunyi di wilayah Tangerang, Banten, untuk mengelabui petugas. Namun, rasa cemas membuat pelaku terus berpindah tempat hingga akhirnya memutuskan kembali ke tanah Pasundan.

“Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali lagi ke Jawa Barat,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, di Bandung, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga:  Mudik Lebaran, Polda Jabar Bakal Lakukan Rekayasa Ganjil Genap di Kawasan Puncak

Terlacak Lewat Jejak Digital di Majalaya

Sekembalinya dari Tangerang, Taufik langsung menuju kediaman kerabatnya yang berlokasi di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung. Langkahnya itu justru menjadi blunder fatal. Polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku berkat aktivitas transaksi daring (online) yang dilakukannya.

“Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Oleh sebab itu, para tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari seputar wilayah perumahan tersebut, dan akhirnya sore hingga malam hari dapat bertemu dan menangkap yang bersangkutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Irjen Pol Rudi Setiawan juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka bergerak sepenuhnya seorang diri tanpa ada sokongan atau bantuan dari pihak lain selama masa pelarian.

“Yang kita lihat ini pergerakannya sendiri, tidak ada bantuan orang lain. Sehingga bisa kita pastikan pelariannya ini sendiri,” ungkapnya.

Mengaku Menganiaya karena Pengaruh Miras

Di hadapan penyidik, Taufik tidak bisa mengelak dan telah membenarkan seluruh tindakan keji yang ia perbuat kepada korban. Saat ini, kepolisian masih terus mengorek keterangan lebih dalam guna mengungkap motif utama di balik aksi penyekapan tersebut.

“Semua yang dia lakukan dia mengakui. Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol,” ucap Rudi.

Baca Juga:  Sindikat Perdagangan Bayi ke Luar Negeri Terbongkar, Polda Jabar Selamatkan 6 Bayi

Kasus memilukan ini pertama kali terbongkar usai pihak keluarga YTR mendapatkan pesan misterius dari nomor tak dikenal via WhatsApp. Pesan tersebut mengabarkan bahwa korban tengah menjalani perawatan intensif di Ruang IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Akibat penganiayaan berat yang dialaminya selama disekap, kondisi fisik YTR sangat memprihatinkan. Korban menderita cedera permanen berupa kebutaan pada kedua matanya, mengalami bibir sumbing, kesulitan berbicara, hingga kehilangan kemampuan untuk berjalan secara normal. Tak hanya itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan raib digondol pelaku.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus penganiayaan bandung Polda Jabar Taufik Hidayat Tersangka Ditangkap
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Terungkap Alasan Taufik Hidayat Tega Sekap dan Aniaya Wanita di Bandung

Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen

Akhir Pelarian Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Biadab Wanita di Bandung Berhasil Diringkus

Polisi Endus Dugaan Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Pelarian Taufik Hidayat

Ramalan Tirta Siregar Terbukti? Pelaku Penyekapan Bandung Disebut Bakal Tertangkap dalam 3 Hari!

Heboh Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Juta Usai Bertemu Wapres Gibran Biar Batal Demo

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.