Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh

Rabu, 27 Mei 2026 19:43 WIB

Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!

Rabu, 27 Mei 2026 19:10 WIB

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Rabu, 27 Mei 2026 18:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HARU! Pesan Terakhir Bojan Hodak untuk Bobotoh
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara
  • Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!
  • Link Video Viral Rok Hijau Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran! Pakar Ingatkan Hal Ini
  • Batal Kurbankan Sapi Matilda, Bos Hartono Ganti dengan Sapi Jumbo 1 Ton untuk Warga!
  • Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 27 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sensus Ekonomi 2026 Bantu Pemerintah Bangun Kesejahteraan Masyarakat

By Aga GustianaRabu, 9 Oktober 2024 03:00 WIB2 Mins Read
FGD soal Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sensus Ekonomi pada 2026 akan dilakukan untuk memetakan golongan masyarakat yang dapat dibantu oleh pemerintah untuk memberi kemaslahatan bagi warga.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat memberikan keynote speech pada Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi 2026 di Prime Park Hotel, Kota Bandung, Selasa (8/10/2024).

“Harapannya, FGD lintas pemangku kepentingan di Jawa Barat salah satu kunci dalam pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat, perekonomian Jabar menjadi jauh lebih baik, tapi tentu kita harus menguasai datanya,” ungkap Herman.

Apabila pemetaan berjalan lancar, Herman menilai bagi pengambil keputusan menentukan kebijakan dalam upaya memberi kemaslahatan bagi masyarakat dapat tepat sasaran.

Baca Juga:  Baznas dan LAZ Se-Jabar Sepakat Sinergi Tanggulangi Kemiskinan

“Pengambilan keputusan (bisa dilakukan) mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota sampai provinsi. Jadi harapannya ke depan para pejabat publik dari provinsi sampai ke desa dan kelurahan itu evidence based policy,” tambahnya.

Dengan demikian, Herman optimistis jika kebijakan yang diputuskan berbasis data, maka akan menghasilkan program yang dapat menyejahterakan masyarakat.

“Ini sangat penting bukan hanya untuk BPS, tapi untuk Jawa Barat dan ending-nya untuk rakyat Jabar agar sejahtera karena menyejahterakan hari ini tidak bisa dengan cara-cara biasa. Harus saintifik, berbasis evidence dan data. Sensus salah satu cara untuk mendapatkan data terbaik,” tutur Herman.

Baca Juga:  Jabar Sukses Menjadi Juara Umum Pra-Popnas Zona II, Bey Ajak Atlet Terus Berprestasi

Sementara itu Kepala BPS Jabar Darwis Sitorus mengatakan, pelaksanaan Sensus Ekonomi bertujuan untuk mendapatkan hasil yang tepat sasaran dan masif dalam memetakan program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita sedang membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk mendapatkan strategi yang efisien dan efektif guna memperoleh hasil yang maksimal seperti yang diinginkan oleh pihak pemerintah. Hasilnya nanti bisa digunakan untuk rakyat sejahtera,” ucap Darwis.

Baca Juga:  Harashta Haifa Zahra Perwakilan Jawa Barat Raih Gelar Puteri Indonesia 2024

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI Ateng Hartono menyebut, kolaborasi semua pihak termasuk dalam hal Sensus Ekonomi 2026 menjadi rujukan dalam menentukan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Apresiasi data ini jangan sampai berhenti di sini. Data ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara BPS Jawa Barat dengan pemerintah provinsi kita kuatkan,” sebut Ateng.

“Mudah-mudahan ini menjadikan Jawa Barat semakin unggul, terdepan, dan maju,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi Jabar jawa barat sensus
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Kurs Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.800, Menkeu Purbaya: Ini Nggak Masuk Akal!

Kabar Gembira bagi Warga Bandung, Presiden Prabowo Instruksikan Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Mahasiswa VS Bobotoh: Ketika Euforia Juara Persib Dianggap ‘Mengganggu’ Kaum Intelek!

Status Libur Idul Adha 2026, Ini Penjelasan Lengkap Pemerintah: Apakah 29 Mei 2026 Libur?

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Dulu Dipuja, Dokter Cantik Ini Kini Kurus Kering Digerogoti Penyakit Misterius? Ini Fakta Mengejutkannya!
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Link Full Video Bu Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Full Viral di TikTok, Isinya Mencengangkan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.