bukamata.id – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, menerima sebuah penghargaan istimewa berupa kujang dari Keluarga Kewargian (KK) Abah Alam.
Penyerahan yang sarat makna ini dilakukan secara tulus, tanpa unsur seremonial, dan murni sebagai bentuk penghormatan.
Menurut Abah Alam, momen pemberian kujang ini secara spontan mengingatkannya pada satu kejadian di masa lalu.
“Abah langsung teringat—pernah satu waktu, Abah didorong kursi roda oleh Om Zein,” ucap Abah Alam ditemui dikediamannya, Sabtu (2/8/2025).
Abah Alam menjelaskan bahwa kujang ini diberikan sebagai bentuk anugerah dan penghargaan atas kepribadian Om Zein yang ia kenal sangat santun, lemah lembut, dan selalu menjaga etika serta adab.
“Kujang ini Abah berikan kepada beliau, tanpa ada niat untuk selfie atau hal-hal seremonial lainnya. Murni dari hati,” ujarnya.
Penyerahan kujang ini berlangsung saat Abah Alam sedang berada di sebuah rumah makan. Saat itu, ia didampingi oleh Komandan Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Inf. Ardha Cairova Pari Putra, dan Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha.
Kujang Mardika: Simbol Harapan untuk Pemimpin
Kujang yang diberikan bukanlah kujang pusaka lama, melainkan kujang mardika—sebuah replika yang dibuat secara khusus. Kujang ini dibuat lima tahun lalu dan murni dari hasil swadaya, tanpa menggunakan dana pemerintah.
Abah Alam menjelaskan bahwa pemberian ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal mistis atau spiritual.
“Ini murni soal momen. Bukan berarti juga karena Kang Ardha itu Dandim, lalu kujangnya harus untuk beliau. Ini Abah berikan karena merasa ada panggilan hati,” jelasnya.
Meski makna di baliknya tidak dapat dipastikan secara logis, Abah Alam berharap bahwa kujang ini dapat menjadi pengingat bagi Om Zein.
“Mudah-mudahan saja, sebagai pemimpin yang bijak di Purwakarta, beliau bisa membawa nilai-nilai kebaikan. Karena Purwakarta punya banyak cerita, yang mungkin belum seluruhnya tertuang dalam literatur yang ada,” haranya.
Pemberian kujang ini juga bertepatan dengan momen penting, yaitu dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-194 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-57 Kabupaten Purwakarta.
Abah Alam juga menanggapi pertanyaan mengapa kujang ini tidak diberikan kepada pemimpin di Bandung Raya.
“Karena pemimpin-pemimpin di Bandung itu sudah lama kenal dekat dengan Abah. Untuk mereka ada momen tersendiri kapan saat yang tepat memberi,” tandasnya.
Sebelumnya, dua lembaga adat terkemuka, Keluarga Kewargian (KK) Abah Alam dan Keluarga Kelurahan Galuh Pakuan Padjadjaran (KGPP) menyerahkan pusaka kujang kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Di hadapan Dandim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Cairova Pari Putra, dan Sekda Purwakarta, Norman Nugraha, kujang diserahkan sebagai simbol dukungan spiritual dan pengukuhan nilai-nilai budaya dalam kepemimpinan.
“Kujang ini bukan sekadar simbol, tetapi pengingat bahwa memimpin juga berarti menjaga roh budaya dan keharmonisan dengan rakyat,” ucap Abah Alam, Kamis (31/7/2025).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










