bukamata.id – Polda Jawa Barat berhasil mengungkap sindikat perdagangan bayi lintas negara yang melibatkan 12 wanita sebagai pelaku. Dalam operasi ini, enam bayi berhasil diselamatkan dari upaya penyelundupan ke luar negeri, tepatnya ke Singapura.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tersebut.
“Ada yang berperan sebagai perekrut awal, perawat bayi, pengatur transaksi, pembuat dokumen, hingga pengirim bayi ke luar negeri,” ujarnya, Senin malam (14/7/2025).
Dalang Utama Wanita Berinisial SH
Berdasarkan hasil penyelidikan, otak utama sindikat ini adalah seorang wanita berinisial SH atau LSH. Ia diduga menjalankan bisnis ilegal tersebut sejak tahun 2023 bersama 11 rekannya.
“Pengiriman bayi rencananya dilakukan ke Singapura, negara tetangga kita. Namun berhasil kami gagalkan sebelum bayi diberangkatkan,” tambah Hendra.
Barang Bukti dan Penyelamatan Bayi
Dalam penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, seperti kartu identitas, paspor, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan upaya perdagangan bayi tersebut.
Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, mengatakan bahwa enam bayi berhasil diamankan dalam operasi ini. Lima bayi ditemukan di Pontianak dan satu di Tangerang. Mayoritas bayi berasal dari daerah Jawa Barat.
“Kasus ini bermula dari laporan orang tua yang mengaku anaknya diculik. Dari sana kami melakukan pengembangan hingga mengungkap jaringan ini,” jelas Surawan.
Bayi Berusia di Bawah Satu Tahun
Dari hasil penyelidikan, bayi yang hendak dijual berusia sangat muda, yakni sekitar 2 hingga 3 bulan.
“Bayi-bayi ini masih dalam masa perawatan. Rencananya mereka akan dikirimkan ke Singapura,” ungkapnya.
Saat ini, bayi-bayi yang berhasil diselamatkan dititipkan di Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Masih Didalami: Keterlibatan Pihak Asing
Polda Jabar masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing dan motif ekonomi yang mendorong para pelaku melakukan perdagangan bayi.
“Kami akan menelusuri lebih jauh jejaring mereka, termasuk siapa saja yang menjadi pembeli dan apakah ada sindikat internasional yang terlibat,” tutup Hendra.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










