Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah

Minggu, 21 Juni 2026 16:02 WIB

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Minggu, 21 Juni 2026 15:28 WIB

Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 14:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
  • Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung
  • Geger! Malut United Diduga Bertransformasi Jadi Jateng United FC Mulai 2026
  • Auto Kaya Item! Kode Redeem FF Terbaru Bikin Inventori Kamu Makin Sultan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sindikat Perdagangan Bayi Terbongkar! Polda Jabar Usut Dugaan Keterlibatan Disdukcapil Pontianak

By SusanaKamis, 17 Juli 2025 13:45 WIB2 Mins Read
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat terus mendalami dugaan keterlibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak dalam kasus sindikat penjualan bayi lintas negara.

Hal ini menyusul atensi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat konferensi pers pengungkapan kasus sindikat penjualan bayi internasional yang melibatkan 13 pelaku.

“Keterlibatan Disdukcapil Pontianak sedang kami telusuri dan dalami. Kami ingin mengetahui mengapa pemalsuan dokumen seperti Kartu Keluarga bisa terjadi begitu mudah,” kata Hendra, Rabu (16/7/2025).

Baca Juga:  Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar

Atensi Mendagri Tito Karnavian untuk Penindakan Tegas

Menurut Hendra, Mendagri Tito Karnavian telah memberikan atensi khusus kepada aparat penegak hukum agar segera menindak jika terbukti adanya keterlibatan Disdukcapil dalam penerbitan dokumen palsu, termasuk dokumen orang tua asuh bayi.

“Jika benar terbukti ada peran oknum Disdukcapil, maka tindakan tegas akan diambil. Permintaan itu sudah secara khusus ditujukan kepada kepolisian,” tegasnya.

Dokumen Bayi Dipalsukan di Pontianak, Bukan Bandung

Baca Juga:  Polisi Mulai Lakukan Olah TKP kecelakaan tunggal Bus di Tol Cipali

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan menjelaskan bahwa sindikat ini menggunakan dokumen kependudukan palsu untuk memasukkan bayi-bayi ke dalam Kartu Keluarga orang tua asuh palsu.

“Kartu Keluarga yang kami temukan banyak menyelipkan data bayi. Mereka dijadikan anak dari pasangan yang sebenarnya tidak memiliki hubungan,” jelasnya.

Polda Jabar kini tengah mengejar sejumlah orang tua asuh palsu yang diduga terlibat, serta melakukan penelusuran ke Pontianak, tempat pembuatan dokumen tersebut dilakukan.

“Semua dokumen kependudukan dan keimigrasian bayi dibuat di Pontianak, bukan di Bandung. Ini mengindikasikan adanya pemalsuan terorganisir,” ujarnya.

Baca Juga:  Proyek Rp29 Miliar Bermasalah, Dua Pejabat Kuningan Resmi Ditahan

25 Bayi Jadi Korban Sindikat Penjualan ke Luar Negeri

Surawan menyebut, sindikat ini telah menjual sedikitnya 25 bayi, terdiri dari 12 laki-laki dan 13 perempuan. Setelah berhasil mendapatkan akta kelahiran palsu, para pelaku kemudian mengurus paspor untuk membawa bayi ke Jakarta, sebelum akhirnya dikirim ke Singapura.

“Mereka mengurus akta kelahiran dengan menyertakan data palsu di Kartu Keluarga, lalu lanjut membuat paspor. Dari Jakarta, bayi dikirim ke luar negeri, khususnya Singapura,” tegas Surawan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdukcapil Pontianak pemalsuan dokumen penjualan bayi internasional Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.