Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Tanpa Modal! 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026 yang Terbukti Cair Hari Ini

Jumat, 1 Mei 2026 07:51 WIB

Rumor Transfer Panas: Intip Lis Belanja Mewah Persib, Persija, dan Calon Kuda Hitam Garudayaksa FC

Jumat, 1 Mei 2026 06:00 WIB

FYP Meledak! Link Video Full Durasi ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Warganet Penasaran

Jumat, 1 Mei 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tanpa Modal! 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026 yang Terbukti Cair Hari Ini
  • Rumor Transfer Panas: Intip Lis Belanja Mewah Persib, Persija, dan Calon Kuda Hitam Garudayaksa FC
  • FYP Meledak! Link Video Full Durasi ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Warganet Penasaran
  • Heboh! Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Diburu Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Sinyal Perang Transfer! Persib dan Persija Jakarta Tak Lagi Aman di Liga 1
  • Update Spesial Mei! Kode Redeem FC Mobile 1 Mei 2026: Klaim Paket Pemain Gratis dan Jutaan Coins Sekarang
  • Borong Hadiah Gratis! Intip Bocoran Kode Redeem FF 1 Mei 2026: Ada Skin Eksklusif dan Diamond Menanti
  • Video Viral Bandar Batang Bergetar Terungkap! Pemeran Dijanjikan Rp250 Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sindikat Perdagangan Bayi Terbongkar! Polda Jabar Usut Dugaan Keterlibatan Disdukcapil Pontianak

By SusanaKamis, 17 Juli 2025 13:45 WIB2 Mins Read
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat terus mendalami dugaan keterlibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak dalam kasus sindikat penjualan bayi lintas negara.

Hal ini menyusul atensi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat konferensi pers pengungkapan kasus sindikat penjualan bayi internasional yang melibatkan 13 pelaku.

“Keterlibatan Disdukcapil Pontianak sedang kami telusuri dan dalami. Kami ingin mengetahui mengapa pemalsuan dokumen seperti Kartu Keluarga bisa terjadi begitu mudah,” kata Hendra, Rabu (16/7/2025).

Baca Juga:  Rekam Diam-Diam Teman di WC, Alumni SMAN di Bandung Terjerat Kasus Pornografi

Atensi Mendagri Tito Karnavian untuk Penindakan Tegas

Menurut Hendra, Mendagri Tito Karnavian telah memberikan atensi khusus kepada aparat penegak hukum agar segera menindak jika terbukti adanya keterlibatan Disdukcapil dalam penerbitan dokumen palsu, termasuk dokumen orang tua asuh bayi.

“Jika benar terbukti ada peran oknum Disdukcapil, maka tindakan tegas akan diambil. Permintaan itu sudah secara khusus ditujukan kepada kepolisian,” tegasnya.

Dokumen Bayi Dipalsukan di Pontianak, Bukan Bandung

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan menjelaskan bahwa sindikat ini menggunakan dokumen kependudukan palsu untuk memasukkan bayi-bayi ke dalam Kartu Keluarga orang tua asuh palsu.

Baca Juga:  Pengakuan Pegi Selama Jadi Tahanan Polda Jabar: Pernah Diancam hingga Dipukul 'Penguasa' Gedung

“Kartu Keluarga yang kami temukan banyak menyelipkan data bayi. Mereka dijadikan anak dari pasangan yang sebenarnya tidak memiliki hubungan,” jelasnya.

Polda Jabar kini tengah mengejar sejumlah orang tua asuh palsu yang diduga terlibat, serta melakukan penelusuran ke Pontianak, tempat pembuatan dokumen tersebut dilakukan.

“Semua dokumen kependudukan dan keimigrasian bayi dibuat di Pontianak, bukan di Bandung. Ini mengindikasikan adanya pemalsuan terorganisir,” ujarnya.

Baca Juga:  Proyek Rp29 Miliar Bermasalah, Dua Pejabat Kuningan Resmi Ditahan

25 Bayi Jadi Korban Sindikat Penjualan ke Luar Negeri

Surawan menyebut, sindikat ini telah menjual sedikitnya 25 bayi, terdiri dari 12 laki-laki dan 13 perempuan. Setelah berhasil mendapatkan akta kelahiran palsu, para pelaku kemudian mengurus paspor untuk membawa bayi ke Jakarta, sebelum akhirnya dikirim ke Singapura.

“Mereka mengurus akta kelahiran dengan menyertakan data palsu di Kartu Keluarga, lalu lanjut membuat paspor. Dari Jakarta, bayi dikirim ke luar negeri, khususnya Singapura,” tegas Surawan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disdukcapil Pontianak pemalsuan dokumen penjualan bayi internasional Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

ASN Wajib Tahu! Salah Terima Gaji ke-13 Bisa Jadi Utang Negara

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.