Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Sabtu, 12 September 2026 23:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
  • BOSS Cabaret Festival 2026 Jadi Ruang Tumbuh Kreativitas Anak Muda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sulap Gulma Jadi Berkah: Ratusan Ton Eceng Gondok Waduk Saguling Siap Masuk Rantai Ekonomi Kreatif

By Aga GustianaKamis, 2 Juli 2026 14:30 WIB2 Mins Read
Eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling akan diolah jadi aneka produk. (Foto: ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tumpukan gulma air yang memenuhi perairan Waduk Saguling kini tidak lagi berakhir sia-sia di tempat pembuangan akhir. Ratusan ton eceng gondok yang berhasil diangkat dari permukaan waduk dipersiapkan untuk memasuki siklus ekonomi kreatif baru, mulai dari bahan baku kerajinan tangan, pakan ternak, hingga energi alternatif briket.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika, menjelaskan bahwa seluruh hasil pembersihan eceng gondok tersebut langsung disalurkan kepada para perajin dan pelaku usaha lokal yang telah siap mengolahnya.

“Eceng ini enggak dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Sebaliknya, akan didistribusikan kepada perajin dan pelaku usaha,” ujar Rini saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).

Langkah taktis ini diambil agar proses normalisasi perairan tidak sekadar memindahkan masalah lingkungan dari satu tempat ke lokasi penampungan sampah lainnya. Pemkab Bandung Barat merancang sistem pengelolaan limbah yang berorientasi pada keberlanjutan dan nilai tambah.

Baca Juga:  Purwakarta Diguncang Gempa M 2,6: Getaran Terasa hingga Bandung Barat, Cek Penjelasan BMKG!

“Eceng gondok yang diangkat dari Waduk Saguling seluruhnya akan didistribusikan kepada perajin dan pelaku usaha di Bandung Barat yang sudah siap mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Awasi Ketat MPLS 2025: Dorong Kreativitas, Tolak Perpeloncoan

Melalui skema terpadu ini, pemerintah daerah memastikan gulma yang diangkat ke daratan memiliki muara yang jelas sehingga tidak menimbulkan tumpukan sampah organik baru.

Di tangan para pelaku usaha lokal, tanaman air tersebut disulap menjadi beragam produk fungsional yang bernilai jual tinggi.

“Ada yang diolah menjadi kerajinan seperti tas, keranjang, kotak tisu, kursi hingga karpet. Sebagian lagi dimanfaatkan menjadi pakan ternak dan bahan bakar briket. Jadi sejak awal kami sudah menyiapkan rantai pemanfaatannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Rajiv Ajak Warga Bandung Barat Perkuat Nilai-nilai Dasar Negara Lewat Pancasila

Saat ini, operasi pembersihan eceng gondok difokuskan pada kawasan permukiman warga di Desa Rancapanggung dan Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, dengan cakupan wilayah mencapai sekitar 78 hektare. Prioritas utama diberikan pada area yang terdampak langsung oleh lonjakan populasi nyamuk akibat tertutupnya permukaan air oleh gulma.

“Saat ini pembersihan masih diprioritaskan di kawasan permukiman yang terdampak ledakan populasi nyamuk. Setelah diangkat, eceng gondok langsung diarahkan untuk dimanfaatkan sehingga tidak menjadi limbah baru,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat ekonomi kreatif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu

Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Kemensos Gunakan Data Baru, 4,3 Juta Keluarga Resmi Masuk Daftar Penerima Bansos

Kaya Raya dan Ditakuti Pejabat! Sisi Lain Mentan Amran: Jago Tebak Tebu, Suka Bantu Anak Yatim Piatu

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.