Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jejak Asmara Sara Wijayanto & Demian: Dari Restui Waktu Hingga Akhirnya Ketok Palu?

Jumat, 25 September 2026 17:10 WIB

4 Nasi Padang Enak di Bandung yang Bikin Kalap, Rendang hingga Dendeng Batokok Wajib Coba

Jumat, 25 September 2026 17:07 WIB

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

Jumat, 25 September 2026 16:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jejak Asmara Sara Wijayanto & Demian: Dari Restui Waktu Hingga Akhirnya Ketok Palu?
  • 4 Nasi Padang Enak di Bandung yang Bikin Kalap, Rendang hingga Dendeng Batokok Wajib Coba
  • Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta
  • Garuda Mulai Tempur Hari Ini! Ini Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
  • 5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!
  • Bukan Masalah Personal! John Herdman Buka Suara soal Marc Klok dan 2 Pemain Persib
  • Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi
  • Strategi JNE Perkuat Ekosistem Logistik UMKM Lewat Integrasi Teknologi Everpro Chat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Survei Voxpol: Elektabilitas Dedi-Erwan Mulai Tergerus, ASIH Tunjukan Sinyal Kejutan

By Putra JuangJumat, 25 Oktober 2024 15:57 WIB4 Mins Read
Survei Voxpol untuk Pilgub Jabar 2024. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon kepala daerah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024.

Survei dilakukan selama 10 hari yang berlangsung pada 11-20 Oktober 2024, dengan jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Jabar.

Adapun survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,47 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.

CEO Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan masih unggul dengan angka 61,8 persen. Disusul oleh pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (ASIH) dengan 18,6 persen.

Lalu, ada pasangan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina dengan 7,4 persen. Terakhir, pasangan Jeje Wiradhinata dan Ronal Surapraja dengan 5,6 persen.

“Jadi inilah peta elektoral kita, teropong kita terkini dalam konteks Pilgub Jabar, dengan elektabilitas tertutup dengan simulasi surat suara dengan adanya 4 pasangan calon,” ucap Pangi dalam rilis virtual, Jumat (25/10/2024).

Baca Juga:  Ciptakan Fasilitas Kesehatan Berkualitas, Pasangan ASIH Akan Tingkatkan Status Puskesmas di Jabar

Pangi mengingatkan bahwa tren elektabilitas para calon ini bisa saja berubah karena beberapa faktor. Di antaranya adalah isu terkini hingga peran tokoh berpengaruh dalam kampanye.

“Jadi selalu di dalam konteks peta elektoral, kita ga boleh terjebak dengan elektablitas per hari ini. Karena ada kemungkinan tren, ada lagi isu, ada lagi program, ada tokoh-tokoh berpengaruh yang akan turun, jadi itu akan mengubah,” katanya.

Untuk diketahui, angka elektabilitas 18,6 persen untuk pasangan ASIH terbilang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebab sebelumnya, angka elektabilitas ASIH masih berada di angka 11 persen.

Di sisi lain, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan justru menurun. Dari hasil survei lembaga lain, elektabilitas Dedi-Erwan sempat berada di angka 65,9 persen.

Namun pada survei Voxpol, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan turun menjadi angka 61,8 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Firman Manan menilai bahwa karakteristik pemilih di Jabar sangat unik. Hal itu terlihat pelaksaan Pilgub Jabar sebelumnya.

“Jawa Barat inikan memang karakteristik pemilihnya unik sehingga paling tidak kita punya pengalaman beberapa pemilihan gubernur itu sejak 2008 kemudian 2013 dan terakhir di 2018 hasilnya itu aga mengejutkan sebetulnya,” ucap Firman.

Baca Juga:  Anak Muda Tasikmalaya Berbondong-bondong Ikuti Ruang ASIH, Ini Harapan Mereka

Oleh karena itu, data-data yang diperoleh dari lembaga survei ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan pemenangan dalam kontestasi ini.

“Apalagi kalau waktunya masih relatif jauh, tidak bisa dijadikan pegangan. Jadi jangan kemudian melihat data survei itu sebagai sebuah prediksi,” ungkapnya.

Firman pun mewanti-wanti kepada kontestan yang memiliki angka elektabilitas tinggi terhadap kejutan-kejutan yang akan terjadi pada saat pencoblosan nanti.

Dosen Departemen Ilmu Politik Fisip UNPAD itu mencontohkan, bagaimana Ahmad Heryawan mampu memberikan kejutan pada Pilgub Jabar 2008 dan 2013.

“Jadi memang membaca temuan survei di Jawa Barat ini harus berhati-hati. Kita tahu pengalaman di 2008 dan 2013 bagaimana diawal itu gubernur terpilih Ahmad Heryawan itu tingkat popularitas dan tingkat elektabilitasnya masih dibawah, tapi ternyata berhasil menang,” jelasnya.

Begitu juga dengan Pilgub Jabar 2018. Dimana pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) juga mampu memberikan kejutan dan menyaingi pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Baca Juga:  Pendaftaran Ditutup, Ini 4 Paslon yang Siap Bertarung di Pilgub Jabar 2024

“Pasangan Sudrajat-Syaikhu itu bahkan sampai bulan terakhir elektabilitasnya masih relatif dibawah, tapi kemudian di akhir bahkan hampir menyusul perolehanan suara dari pemenangan pada saat ini Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum,” imbuhnya.

Melihat fenomena tersebut, kata Firman, maka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jabar ini sangat kompetitif khususnya dalam pemilihan gubernur.

“Sehingga memang kalau kita lihat temuannya tadi, kita tidak melihat pola yang relatif kompetitif untuk Pilgub Jabar ini. Namun masih ada kemungkinan-kemungkinan berubah,” ungkapnya.

“Apalagi tadi karena karakteristik pemilih di Jawa Barat itu tingkat perubahannya bisa tinggi menentukan pilihan itu juga di saat-saat terakhir, itu tentu bisa mengubah hasil,” tandasnya.

Berikut hasil survei Voxpol di Pilgub Jabar 2024

Pertanyaan: Seandainya pemilihan dilaksanakan pada hari ini, di antara nama-nama berikut, siapa yang akan ibu/bapak/saudara pilih?

Jawaban:

– Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan 61,8%
– Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie 18,6%
– Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina 7,4%
– Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 5,6%
– Tidak tahu/Tidak jawab 6,6%

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ahmad Syaikhu ASIH elektabilitas Pilgub Jabar survei
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Bukan Tak Ada Listrik! Becak Listrik Bandung Masih Terkendala Penempatan Charger

pembunuhan

Anak di Gunung Sindur Bogor Tega Bunuh Ayah Kandung, Terbongkar Lewat Ekshumasi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.