Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi

Kamis, 11 Juni 2026 12:37 WIB

Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra

Kamis, 11 Juni 2026 12:03 WIB

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Kamis, 11 Juni 2026 11:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Piala Dunia 2026 Dimulai! Ini Cara Nonton Gratis di TV dan Live Streaming Resmi
  • Diserang Verbal di GBK, Ini Respons Beckham Putra
  • Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung
  • Harga Emas Hari Ini 11 Juni 2026 Turun Signifikan, Simak Daftar Lengkapnya
  • Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad
  • Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026
  • Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto
  • Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Survei Voxpol: Elektabilitas Dedi-Erwan Mulai Tergerus, ASIH Tunjukan Sinyal Kejutan

By Putra JuangJumat, 25 Oktober 2024 15:57 WIB4 Mins Read
Survei Voxpol untuk Pilgub Jabar 2024. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon kepala daerah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024.

Survei dilakukan selama 10 hari yang berlangsung pada 11-20 Oktober 2024, dengan jumlah responden sebanyak 800 orang yang tersebar di 26 kabupaten/kota di Jabar.

Adapun survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,47 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka.

CEO Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan masih unggul dengan angka 61,8 persen. Disusul oleh pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie (ASIH) dengan 18,6 persen.

Lalu, ada pasangan Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina dengan 7,4 persen. Terakhir, pasangan Jeje Wiradhinata dan Ronal Surapraja dengan 5,6 persen.

“Jadi inilah peta elektoral kita, teropong kita terkini dalam konteks Pilgub Jabar, dengan elektabilitas tertutup dengan simulasi surat suara dengan adanya 4 pasangan calon,” ucap Pangi dalam rilis virtual, Jumat (25/10/2024).

Baca Juga:  Diprediksi Duet di Pilgub Jabar, Ini Program Unggulan Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil saat Jadi Bupati dan Wali Kota

Pangi mengingatkan bahwa tren elektabilitas para calon ini bisa saja berubah karena beberapa faktor. Di antaranya adalah isu terkini hingga peran tokoh berpengaruh dalam kampanye.

“Jadi selalu di dalam konteks peta elektoral, kita ga boleh terjebak dengan elektablitas per hari ini. Karena ada kemungkinan tren, ada lagi isu, ada lagi program, ada tokoh-tokoh berpengaruh yang akan turun, jadi itu akan mengubah,” katanya.

Untuk diketahui, angka elektabilitas 18,6 persen untuk pasangan ASIH terbilang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebab sebelumnya, angka elektabilitas ASIH masih berada di angka 11 persen.

Di sisi lain, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan justru menurun. Dari hasil survei lembaga lain, elektabilitas Dedi-Erwan sempat berada di angka 65,9 persen.

Namun pada survei Voxpol, elektabilitas pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan turun menjadi angka 61,8 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Firman Manan menilai bahwa karakteristik pemilih di Jabar sangat unik. Hal itu terlihat pelaksaan Pilgub Jabar sebelumnya.

“Jawa Barat inikan memang karakteristik pemilihnya unik sehingga paling tidak kita punya pengalaman beberapa pemilihan gubernur itu sejak 2008 kemudian 2013 dan terakhir di 2018 hasilnya itu aga mengejutkan sebetulnya,” ucap Firman.

Baca Juga:  Refleksikan Falsafah Sunda, Gesantara Siap Menangkan Pasangan ASIH di Pilgub Jabar 2024

Oleh karena itu, data-data yang diperoleh dari lembaga survei ini tidak bisa dijadikan acuan untuk menentukan pemenangan dalam kontestasi ini.

“Apalagi kalau waktunya masih relatif jauh, tidak bisa dijadikan pegangan. Jadi jangan kemudian melihat data survei itu sebagai sebuah prediksi,” ungkapnya.

Firman pun mewanti-wanti kepada kontestan yang memiliki angka elektabilitas tinggi terhadap kejutan-kejutan yang akan terjadi pada saat pencoblosan nanti.

Dosen Departemen Ilmu Politik Fisip UNPAD itu mencontohkan, bagaimana Ahmad Heryawan mampu memberikan kejutan pada Pilgub Jabar 2008 dan 2013.

“Jadi memang membaca temuan survei di Jawa Barat ini harus berhati-hati. Kita tahu pengalaman di 2008 dan 2013 bagaimana diawal itu gubernur terpilih Ahmad Heryawan itu tingkat popularitas dan tingkat elektabilitasnya masih dibawah, tapi ternyata berhasil menang,” jelasnya.

Begitu juga dengan Pilgub Jabar 2018. Dimana pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) juga mampu memberikan kejutan dan menyaingi pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Baca Juga:  Pasangan Ideal, 18 Simpul Relawan Anies Baswedan Deklarasi Dukung ASIH

“Pasangan Sudrajat-Syaikhu itu bahkan sampai bulan terakhir elektabilitasnya masih relatif dibawah, tapi kemudian di akhir bahkan hampir menyusul perolehanan suara dari pemenangan pada saat ini Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum,” imbuhnya.

Melihat fenomena tersebut, kata Firman, maka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jabar ini sangat kompetitif khususnya dalam pemilihan gubernur.

“Sehingga memang kalau kita lihat temuannya tadi, kita tidak melihat pola yang relatif kompetitif untuk Pilgub Jabar ini. Namun masih ada kemungkinan-kemungkinan berubah,” ungkapnya.

“Apalagi tadi karena karakteristik pemilih di Jawa Barat itu tingkat perubahannya bisa tinggi menentukan pilihan itu juga di saat-saat terakhir, itu tentu bisa mengubah hasil,” tandasnya.

Berikut hasil survei Voxpol di Pilgub Jabar 2024

Pertanyaan: Seandainya pemilihan dilaksanakan pada hari ini, di antara nama-nama berikut, siapa yang akan ibu/bapak/saudara pilih?

Jawaban:

– Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan 61,8%
– Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie 18,6%
– Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina 7,4%
– Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja 5,6%
– Tidak tahu/Tidak jawab 6,6%

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ahmad Syaikhu ASIH elektabilitas Pilgub Jabar survei Voxpol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragis! Lansia 78 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Kontrakan di Bandung

Pantauan Terkini: Polisi Siagakan 4 Rantis di DPRD Jabar Jelang Aksi Mahasiswa Unpad

Pindah Dapur ke Jalanan, Begini Cara Unik Emak-emak Sentil Bobroknya Sistem SPMB Jabar 2026

Di Balik Sengkarut SPMB Jabar 2026: Mengulas Profil, Rekam Jejak, dan Kekayaan Kadisdik Purwanto

demo dprd jabar

Demo Besar di Bandung Hari Ini, Pengendara Diminta Hindari Jalan Diponegoro

El Nino

Alarm Merah Iklim: El Nino 2026 Diprediksi Pecahkan Rekor Terpanas Sepanjang Masa

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.