Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Kamis, 18 Juni 2026 19:30 WIB

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Kamis, 18 Juni 2026 19:10 WIB

Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya

Kamis, 18 Juni 2026 18:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi
  • Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri
  • Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras
  • Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan
  • Masuk Taman Tegalega Masih Berbayar Rp2.000, Farhan Kaji Opsi Gratis untuk Warga
  • Motor Nyelonong Masuk Tol, WNA di Bandung Langsung Dievakuasi Petugas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Ada Relevansi, Dedi Mulyadi Bakal Evaluasi Wisuda TK-SD

By Aga GustianaRabu, 26 Februari 2025 12:49 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kegiatan hingga pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu yang disinggung soal wisuda di sekolah TK dan SD.

Diketahui, saat ini masih banyak sekolah yang mengemas momen kelulusan dalam bentuk wisuda. Tak sedikit juga orang tua yang mengaku keberatan dengan kegiatan tersebut karena masalah biaya.

Hal tersebut pun Dedi dapati lewat pertanyaan yang diungkapkan di Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

“Ada pertanyaan, Kang Dedi kalau TK, SD, SMP bagaimana? Masih tuh kegiatannya dilaksanakan study tour, kenaikan kelas dibikin wisuda-wisuda, kelulusan dibikin seperti pesta kawinan,” kata Dedi, dikutip Rabu (26/2/2025).

Menurut Dedi, kegiatan wisuda baik di TK maupun SD tak cukup relevan dengan usia dan kebutuhan para siswanya.

Baca Juga:  Polemik Poe Ibu Dedi Mulyadi: Antara Gotong Royong Lokal dan Beban Baru untuk Warga

Bahkan, kata Dedi, tak sedikit sekolah yang membuat momen wisuda yang disertai acara tak masuk akal.

“Masih ada kegiatan TK-TK yang tidak ada relevansinya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kegiatannya menjadi aneh-aneh,” ungkapnya.

Untuk itu, Dedi akan mengevaluasi kegiatan tersebut dengan baik. Ia mengajak para Bupati dan Wali Kota untuk berdiskusi dan berkomitmen untuk membenahinya.

“Saya katakan TK, SD, SMP itu kewenangan pengelolaannya di bawah dinas pendidikan kabupaten/kota dan nanti saya akan mengajak para Bupati/Wali Kota untuk bikin komitmen bersama,” ujar Dedi.

Selain itu, Dedi menginginkan agar sistem pembelajaran di sekolah berubah. Siswa kembali belajar melalui bahan ajar fisik dibandingkan dengan bahan ajar digital.

Baca Juga:  Jawa Barat Calon Tuan Rumah Hari Desa 2025 Tingkat Nasional

“Termasuk tidak lagi menggunakan sistem pelajaran digital di sekolah-sekolah dengan perangkat HP karena di negara-negara maju sekarang sudah terbukti daya hafal dengan perangkat digital itu rendah dan lebih baik menggunakan buku lagi. Kenapa? Karena otak kiri, otak kanan anak-anak kita lagi tumbuh dan harus berkembang,” kata mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Hal tersebut akan dibahas oleh Dedi dan para Bupati serta Wali Kota setelah ia selesai menjalani retret Kepala Daerah.

“Nanti akan kita buat selepas dari kegiatan retret di Magelang. Saya akan segera bertemu para Bupati dan Wali Kota dan akan bikin komitmen bersama tentang pengembangan pendidikan di Jawa Barat berkarakter,” katanya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Sampaikan Ranperda APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2025

Dedi berharap karakter para siswa di Jawa Barat bisa berkembang sesuai dengan usianya masing-masing. Selain itu, mereka juga diharapkan bisa berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

“Sehingga anak-anak tumbuh karakternya sebagai anak-anak, remaja tumbuh karakternya sebagai remaja, dewasa tumbuh karakternya sebagai dewasa, orang gunung paham karakter gunung, orang laut paham karakter laut, orang kata paham karakter kota dan mampu mengembangkan ekosistem-ekosistem ekonomi sehingga anak-anak Jawa Barat ke depan menjadi penguasa di Nusantara ini dan bila perlu mereka bisa berekspansi menjadi tokoh dunia,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat SD TK Wisuda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

Dedi Mulyadi Pastikan Sekolah Swasta Gratis untuk Siswa Tak Tertampung di Negeri

Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan

Rakyat Makin Terhimpit Ekonomi, GMNI Bandung Geruduk DPRD Jabar dan Bawa 6 Tuntutan Keras

Farhan Soroti Jalan Berlubang di Pasteur Usai Ojol Tewas, Pemkot Janji Koordinasi Perbaikan

Masuk Taman Tegalega Masih Berbayar Rp2.000, Farhan Kaji Opsi Gratis untuk Warga

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.