Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 13:08 WIB

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Rabu, 28 Oktober 2026 13:02 WIB

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Rabu, 28 Oktober 2026 12:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terobosan Baru BKN: Uji Coba Kebijakan Kerja Dekat Rumah untuk Tekan Pengeluaran ASN

By Aga GustianaRabu, 22 Juli 2026 20:16 WIB2 Mins Read
ASN. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana baru digulirkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam upaya merombak sistem birokrasi agar lebih adaptif dan ramah pegawai. Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, secara resmi mengumumkan dimulainya proyek percontohan yang memfasilitasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa bekerja dari lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Langkah strategis ini dirancang bukan sekadar untuk meningkatkan efisiensi kinerja harian para pegawai negeri, tetapi juga memberikan dampak langsung pada aspek psikologis serta kualitas hidup mereka bersama keluarga tercinta.

Melalui program ini, para PNS maupun PPPK diharapkan mampu memangkas anggaran operasional harian, khususnya pos pengeluaran transportasi yang kerap menjadi beban bulanan. Suasana kerja yang lebih kondusif dan dekat dengan domisili diyakini bakal mendongkrak gairah kerja secara keseluruhan.

“BKN mendekatkan ASN pada keluarganya, pada domisilinya, Insyaallah sudah akan bisa kita dekatkan ASN kita,” kata Zudan dalam unggahan video di akun Instagram resmi BKN, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:  Pemkab Majalengka Raih Predikat Sangat Baik Penerapan Sistem Merit Manajemen ASN

Skala Prioritas dan Proyeksi Gerakan Nasional

Pada fase perdana pengembangannya, implementasi kebijakan ini difokuskan secara terbatas di lingkungan internal BKN terlebih dahulu. Kendati demikian, pimpinan lembaga pemegang administrasi kepegawaian negara tersebut menyimpan harapan besar agar inisiatif ini sukses dan menular ke instansi pemerintahan lainnya.

Baca Juga:  Panduan dan Link Pendaftaran PPPK 2025, Berakhir Besok

Apabila uji coba ini berjalan mulus, konsep bekerja dekat domisili diharapkan bertransformasi menjadi kebijakan massal yang diadopsi oleh berbagai Kementerian, Lembaga tinggi negara, hingga pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Ini untuk BKN saja dulu, nanti mudah-mudahan bisa menginspirasi Kementerian, Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota, sehingga bisa menjadi gerakan nasional,” ucapnya.

Solusi Tekan Biaya Hidup di Tengah Keterbatasan Pendapatan

Di balik kebijakan inovatif tersebut, tersimpan pula kepedulian terhadap problematika nyata yang dihadapi para abdi negara, khususnya mereka yang telah berkeluarga dan dihadapkan pada jarak domisili yang terpisah dengan pasangan atau anak.

Baca Juga:  Kabar Gembira ASN! Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur, Ini Besaran dan Kelompok Penerimanya

Zudan menyadari bahwa instansi pemerintah saat ini masih menghadapi ruang fiskal yang terbatas untuk menaikkan penghasilan para ASN secara masif dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pendekatan menekan pengeluaran hidup dinilai sebagai solusi paling realistis dan bijaksana.

“Kalau suami istri berkumpul, bisa hemat tiket pesawat, bisa hemat pengeluaran dapur, listrik, air, dan ini saya pahami ketika saya belum bisa meningkatkan pendapatan, akan sangat bijaksana kalau semua pimpinan bisa mengurangi tingkat pengeluaran. Nah oleh karena itu, program ini mulai kita eksekusi,” tutur Zudan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN BKN PPPK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Motif Penyerangan Maut Pasar Caringin Terungkap, Delapan Terduga Pelaku Diringkus

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.