Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib

Kamis, 15 Oktober 2026 19:20 WIB
Colenak

Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Kamis, 15 Oktober 2026 19:01 WIB

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Kamis, 15 Oktober 2026 18:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib
  • Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
  • Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah
  • Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti
  • Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemerintah Parkir di Bank Pemicu Demo Besar-besaran

By SusanaKamis, 11 September 2025 12:17 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT


bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran yang memicu kerusuhan di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025 disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berakar dari kesalahan kebijakan ekonomi.

Salah satunya, pemerintah terlalu lama menaruh dana besar di Bank Indonesia ketimbang menggerakkan sektor riil melalui perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (10/9/2025), bahwa tekanan ekonomi masyarakat sudah berlangsung lama akibat kebijakan fiskal dan moneter yang tidak tepat.

“Yang kemarin demo itu karena tekanan berkepanjangan di ekonomi, karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter sendiri,” ujarnya.

Menurut Purbaya, dari sisi fiskal, pemerintah lambat membelanjakan anggaran sehingga APBN kurang maksimal menggerakkan perekonomian.

Baca Juga:  Dari Ratu Model ke Kursi Panas: Sisi Lain Ida Yulidina, Istri Purbaya yang Berani Bongkar Rahasia Istana!

Sementara dari sisi moneter, dana pemerintah justru “parkir” di Bank Indonesia (BI) ketimbang di perbankan komersial. Akibatnya, uang itu tidak mengalir sebagai kredit produktif ke sektor riil.

“Kalau pemerintahnya masih lambat belanjanya dan moneternya juga sama, maka akan lebih buruk dibandingkan dua zaman sebelumnya karena dua mesin mati,” kata Purbaya, membandingkan kondisi saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia berjanji memperbaiki keadaan dengan mempercepat penyerapan belanja pemerintah dan menarik Rp200 triliun dari total Rp425 triliun dana pemerintah yang mengendap di BI untuk dialihkan ke sistem perbankan nasional.

“Quick win-nya di situ. Saya akan balik kondisi yang memburuk karena langkah kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Dukung Purbaya atau Bela Pedagang? Polemik Larangan Thrifting Memanas di Gedung DPR!

Sebelumnya, seruan demo 25 Agustus 2025 awalnya beredar lewat grup WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Massa menuntut pengusutan dugaan korupsi, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR.

Aksi pada 25 Agustus di Jakarta diikuti ratusan massa dari berbagai elemen. Bentrokan dengan aparat terjadi hingga malam hari. Pada 28 Agustus, serikat buruh menggelar demo menolak outsourcing, upah murah, hingga revisi UU Pemilu.

Namun setelah buruh bubar, mahasiswa dan pelajar berdatangan menuntut pencabutan tunjangan anggota dewan yang mencapai Rp100 juta per bulan.

Puncak eskalasi terjadi ketika kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi online Affan Kurniawan, 21 tahun. Kematian Affan memicu kemarahan publik dan aksi meluas ke berbagai daerah seperti Bandung, Makassar, Surabaya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tantang Purbaya Buka Data Daerah yang Simpan APBD di Deposito

Massa juga menyerbu rumah legislator Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat, menjarah barang berharga, yang disiarkan langsung di TikTok.

Akar persoalan ekonomi yang diungkap Menkeu Purbaya, termasuk dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia menambah konteks baru di balik gelombang unjuk rasa.

Publik kini menanti langkah cepat pemerintah untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil agar perekonomian bergerak dan ketegangan sosial mereda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wanita di Bandung Diduga Disekap dan Dianiaya di Apartemen, Uang Rp6 Juta Raib

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga

Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI

Perbup Tak Kunjung Terbit, Ketua FPP dan PKB KBB Pertanyakan Komitmen Bupati Jeje

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.