Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 06:00 WIB

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 05:00 WIB

Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya

Jumat, 28 Agustus 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
  • Kode Redeem FF Terbaru 28 Agustus 2026: Klaim Skin Weapon & Bundle Gratis Hari Ini
  • Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara
  • Bukan Sekadar Gaya, Ini Alasan Ariel Tatum Ganti Nama Legalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemerintah Parkir di Bank Pemicu Demo Besar-besaran

By SusanaKamis, 11 September 2025 12:17 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT


bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran yang memicu kerusuhan di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025 disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berakar dari kesalahan kebijakan ekonomi.

Salah satunya, pemerintah terlalu lama menaruh dana besar di Bank Indonesia ketimbang menggerakkan sektor riil melalui perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (10/9/2025), bahwa tekanan ekonomi masyarakat sudah berlangsung lama akibat kebijakan fiskal dan moneter yang tidak tepat.

“Yang kemarin demo itu karena tekanan berkepanjangan di ekonomi, karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter sendiri,” ujarnya.

Menurut Purbaya, dari sisi fiskal, pemerintah lambat membelanjakan anggaran sehingga APBN kurang maksimal menggerakkan perekonomian.

Baca Juga:  Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Sementara dari sisi moneter, dana pemerintah justru “parkir” di Bank Indonesia (BI) ketimbang di perbankan komersial. Akibatnya, uang itu tidak mengalir sebagai kredit produktif ke sektor riil.

“Kalau pemerintahnya masih lambat belanjanya dan moneternya juga sama, maka akan lebih buruk dibandingkan dua zaman sebelumnya karena dua mesin mati,” kata Purbaya, membandingkan kondisi saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia berjanji memperbaiki keadaan dengan mempercepat penyerapan belanja pemerintah dan menarik Rp200 triliun dari total Rp425 triliun dana pemerintah yang mengendap di BI untuk dialihkan ke sistem perbankan nasional.

“Quick win-nya di situ. Saya akan balik kondisi yang memburuk karena langkah kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Viral! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Roasting Rocky Gerung soal Jokowi

Sebelumnya, seruan demo 25 Agustus 2025 awalnya beredar lewat grup WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Massa menuntut pengusutan dugaan korupsi, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR.

Aksi pada 25 Agustus di Jakarta diikuti ratusan massa dari berbagai elemen. Bentrokan dengan aparat terjadi hingga malam hari. Pada 28 Agustus, serikat buruh menggelar demo menolak outsourcing, upah murah, hingga revisi UU Pemilu.

Namun setelah buruh bubar, mahasiswa dan pelajar berdatangan menuntut pencabutan tunjangan anggota dewan yang mencapai Rp100 juta per bulan.

Puncak eskalasi terjadi ketika kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi online Affan Kurniawan, 21 tahun. Kematian Affan memicu kemarahan publik dan aksi meluas ke berbagai daerah seperti Bandung, Makassar, Surabaya.

Baca Juga:  Debat Panas! Dedi Mulyadi Bentrok dengan Purbaya Soal Uang Daerah Mengendap di Bank

Massa juga menyerbu rumah legislator Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat, menjarah barang berharga, yang disiarkan langsung di TikTok.

Akar persoalan ekonomi yang diungkap Menkeu Purbaya, termasuk dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia menambah konteks baru di balik gelombang unjuk rasa.

Publik kini menanti langkah cepat pemerintah untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil agar perekonomian bergerak dan ketegangan sosial mereda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Bansos Berubah? Cek Sekarang Lewat HP, Ini Cara Tahu Masih Dapat Bansos atau Tidak

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.