Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kode Redeem FF

Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang

Kamis, 30 April 2026 08:14 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi

Kamis, 30 April 2026 06:00 WIB

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF 29 April 2026: Ada Bundle Langka dan Skin Senjata Permanen
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Menkeu Purbaya Sebut Dana Pemerintah Parkir di Bank Pemicu Demo Besar-besaran

By SusanaKamis, 11 September 2025 12:17 WIB2 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT


bukamata.id – Demonstrasi besar-besaran yang memicu kerusuhan di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025 disebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berakar dari kesalahan kebijakan ekonomi.

Salah satunya, pemerintah terlalu lama menaruh dana besar di Bank Indonesia ketimbang menggerakkan sektor riil melalui perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (10/9/2025), bahwa tekanan ekonomi masyarakat sudah berlangsung lama akibat kebijakan fiskal dan moneter yang tidak tepat.

“Yang kemarin demo itu karena tekanan berkepanjangan di ekonomi, karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter sendiri,” ujarnya.

Menurut Purbaya, dari sisi fiskal, pemerintah lambat membelanjakan anggaran sehingga APBN kurang maksimal menggerakkan perekonomian.

Sementara dari sisi moneter, dana pemerintah justru “parkir” di Bank Indonesia (BI) ketimbang di perbankan komersial. Akibatnya, uang itu tidak mengalir sebagai kredit produktif ke sektor riil.

Baca Juga:  Dukung Purbaya atau Bela Pedagang? Polemik Larangan Thrifting Memanas di Gedung DPR!

“Kalau pemerintahnya masih lambat belanjanya dan moneternya juga sama, maka akan lebih buruk dibandingkan dua zaman sebelumnya karena dua mesin mati,” kata Purbaya, membandingkan kondisi saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia berjanji memperbaiki keadaan dengan mempercepat penyerapan belanja pemerintah dan menarik Rp200 triliun dari total Rp425 triliun dana pemerintah yang mengendap di BI untuk dialihkan ke sistem perbankan nasional.

“Quick win-nya di situ. Saya akan balik kondisi yang memburuk karena langkah kita sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Viral! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Roasting Rocky Gerung soal Jokowi

Sebelumnya, seruan demo 25 Agustus 2025 awalnya beredar lewat grup WhatsApp dan media sosial oleh kelompok “Revolusi Rakyat Indonesia”. Massa menuntut pengusutan dugaan korupsi, pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga pembubaran DPR.

Aksi pada 25 Agustus di Jakarta diikuti ratusan massa dari berbagai elemen. Bentrokan dengan aparat terjadi hingga malam hari. Pada 28 Agustus, serikat buruh menggelar demo menolak outsourcing, upah murah, hingga revisi UU Pemilu.

Namun setelah buruh bubar, mahasiswa dan pelajar berdatangan menuntut pencabutan tunjangan anggota dewan yang mencapai Rp100 juta per bulan.

Puncak eskalasi terjadi ketika kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi online Affan Kurniawan, 21 tahun. Kematian Affan memicu kemarahan publik dan aksi meluas ke berbagai daerah seperti Bandung, Makassar, Surabaya.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Massa juga menyerbu rumah legislator Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani yang saat itu masih menjabat, menjarah barang berharga, yang disiarkan langsung di TikTok.

Akar persoalan ekonomi yang diungkap Menkeu Purbaya, termasuk dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia menambah konteks baru di balik gelombang unjuk rasa.

Publik kini menanti langkah cepat pemerintah untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor riil agar perekonomian bergerak dan ketegangan sosial mereda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demo besar-besaran 2025 demo nasional Indonesia kebijakan fiskal moneter Purbaya Yudhi Sadewa uang pemerintah parkir di bank
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.