Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Timnas Indonesia Jadi Ladang Bisnis FIFA? Juara ASEAN Cup 2026 Disebut Cuma Setingan!

Rabu, 14 Oktober 2026 14:23 WIB

Jadwal ACL 2 Persib vs The Cong-Viettel: Maung Bandung Main di Si Jalak Harupat Malam Ini

Rabu, 14 Oktober 2026 14:01 WIB

Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka Terlama Abad Ini, Bisakah Dilihat dari Indonesia?

Rabu, 14 Oktober 2026 14:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Timnas Indonesia Jadi Ladang Bisnis FIFA? Juara ASEAN Cup 2026 Disebut Cuma Setingan!
  • Jadwal ACL 2 Persib vs The Cong-Viettel: Maung Bandung Main di Si Jalak Harupat Malam Ini
  • Gerhana Matahari Total 2027: Fenomena Langka Terlama Abad Ini, Bisakah Dilihat dari Indonesia?
  • Demian Terang-terangan ‘Goda’ Sara Wijayanto di Live TikTok Pasca Cerai, Bakal Rujuk?
  • Pemerintah Gak Sanggup? Mbak Rara Dicari Netizen Minta Bantu Padamkan Karhutla Kalimantan
  • Dua WNI Jadi Korban Serangan di Riyadh, KBRI Ungkap Kondisi Terbaru
  • Bukan Cuma Raja Indonesia! Persib Kini Bikin The Cong Viettel Ketar-ketir
  • 5 Destinasi Wisata Kekinian di Jabar yang Lagi Hits, Cocok Buat Healing Akhir Pekan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Timnas Indonesia Jadi Ladang Bisnis FIFA? Juara ASEAN Cup 2026 Disebut Cuma Setingan!

By Aga GustianaRabu, 14 Oktober 2026 14:23 WIB6 Mins Read
Timnas Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah euforia publik merayakan keberhasilan Tim Nasional Indonesia mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026, sebuah riak perdebatan menyeruak ke permukaan. Gelombang kritik dan skeptisisme yang dilontarkan oleh pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, memicu diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air.

Dalam sebuah wawancara mendalam yang viral di media sosial, Akmal Marhali secara blak-blakan menyebut bahwa jalannya turnamen regional ini terasa bagaikan “sudah disetting”. Namun, di lapangan hijau Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), riwayat perjuangan Timnas Indonesia membuktikan bahwa setiap jengkal trofi tersebut diraih melalui keringat, ketegangan, dan dramatisasi yang nyata.

Profil dan Sepak Terjang Akmal Marhali

Akmal Marhali merupakan pengamat sepak bola nasional yang dikenal sering menyoroti Timnas Indonesia dan persepakbolaan tanah air. Namanya sering muncul tiap kali Timnas Indonesia mengikuti ajang bergengsi maupun saat terjadi peristiwa penting di kompetisi domestik.

1. Profil Singkat

Lahir pada 20 September 1978, Akmal dikenal luas sebagai sosok pengamat yang vokal memberikan kritik maupun masukan. Namanya makin melambung saat ditunjuk menjadi anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 lalu. Saat ini, Akmal aktif membagikan pandangannya melalui kanal YouTube Bicara Bola by Akmal.

2. Mantan CEO Klub Sepak Bola

Sebelum aktif menjadi pengamat, Akmal pernah menjabat sebagai CEO Tangerang Wolves, klub asal Tangerang yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (IPL) pada 2010. Meski sempat mendatangkan pelatih asal Brasil, Paulo Camargo, serta sejumlah pemain asing dan keturunan, Tangerang Wolves mengakhiri musim IPL 2011 di posisi ke-18 klasemen.

3. Aktif di Organisasi dan Satgas Sepak Bola

Akmal memimpin Save Our Soccer (SOS), lembaga swadaya yang aktif mengawasi tata kelola sepak bola nasional. Selain keterlibatannya di TGIPF Kanjuruhan, pada September 2023 Akmal juga ditunjuk menjadi anggota Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Sepak Bola bersama sejumlah tokoh publik seperti Najwa Shihab dan Maruarar Sirait.

Baca Juga:  Nathan Tjoe-A-On Dipastikan Kembali Perkuat Timnas Indonesia di Piala Asia U-23

Deretan Kontroversi dan Sorotan Publik

Komentar-komentar tegas yang dilontarkan Akmal Marhali tak jarang menuai pro dan kontra hingga memicu kontroversi di kalangan pencinta sepak bola tanah air:

  • Skeptisisme Terhadap Timnas: Akmal kerap melontarkan kritik pedas terhadap program naturalisasi dan performa Timnas Indonesia. Ia sempat memprediksi langkah Garuda Muda akan terhenti lebih awal di Piala Asia U-23 2024, meski akhirnya Timnas justru mampu mengukir sejarah hingga menembus babak semifinal.
  • Pembatalan Piala Dunia U-20 2023: Saat Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, Akmal menuntut pertanggungjawaban dan permintaan maaf terbuka dari pihak-pihak yang menyuarakan penolakan terhadap tim peserta.
  • Klaim “Settingan” FIFA ASEAN Cup 2026: Pernyataan terbarunya yang menuduh FIFA ASEAN Cup 2026 disetting untuk memenangkan Indonesia kembali memicu gelombang kritik hebat dari suporter Garuda di media sosial.

Perjalanan Perjuangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia menorehkan sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Tim Garuda mengangkat trofi usai melewati final dramatis kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.

Skuad Garuda harus berjuang hingga laga ditentukan melalui adu penalti. Sesudah bermain 2-2 selama 120 menit, armada John Herdman akhirnya menang 4-2 dalam drama tos-tosan. Gelar tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Indonesia karena Tim Merah-Putih akhirnya kembali meraih trofi turnamen resmi level senior setelah kali terakhir melakukannya pada SEA Games 1991. Perjalanan menuju podium juara tidak mudah; Kevin Diks dkk. kudu melalui persaingan ketat di fase grup sebelum merengkuh gelar juara lewat laga final yang mendebarkan.

Fase Grup A: Sengit Sejak Laga Perdana

Tim Merah-Putih mengawali kiprah di Grup A dengan bersua Singapura di SUGBK, Jumat (25/9/2026). Bermain di hadapan publik sendiri, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 2-0, di mana Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan pada menit ke-13 seusai memanfaatkan umpan Luke Vickery, dan Ole Romeny menggandakan skor via eksekusi penalti di menit ke-74.

Baca Juga:  Tijjani Reijnders Dukung Eliano Gabung Persib, Minta Bobotoh Jaga Sang Adik

Hasil itu jadi modal positif Timnas Indonesia untuk menghadapi partai kedua versus Malaysia. Namun, duel melawan Harimau Malaya pada Senin (28/9/2026) berlangsung jauh lebih sulit. Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 orang setelah Thom Haye menerima kartu merah pada babak pertama. Meski minus satu pemain, Tim Garuda mampu bertahan sampai laga berakhir tanpa gol. Skor 0-0 menjadikan kedua kesebelasan sama-sama mengoleksi empat poin, sehingga tiket ke final harus ditentukan pada pertandingan pamungkas Grup A.

Lolos Dramatis ke Final Kontra Bangladesh

Tiga hari berselang, Timnas Indonesia berjumpa Bangladesh pada laga terakhir Grup A di SUGBK, Kamis (1/10/2026). Kemenangan menjadi harga mati bagi Tim Garuda untuk menjaga peluang melaju ke final.

Timnas Indonesia tampil agresif dan berpesta gol. Mitchell Baker tampil menggila dengan mencetak lima gol, sedangkan empat gol lain disumbangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Tim Garuda akhirnya menang telak dengan skor 9-2. Pada waktu bersamaan, Malaysia juga mengukir kemenangan besar 6-0 atas Singapura. Meski demikian, Timnas Indonesia berhak melaju ke final dengan status juara Grup A karena unggul produktivitas gol atas Malaysia, kendati punya nilai sama yakni tujuh poin.

Partai Puncak yang Mendebarkan di SUGBK

Final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Indonesia dengan jawara Grup B, Thailand, berjalan dengan sangat ketat. Tim Garuda mendapatkan keuntungan seusai Nicholas Mickelson diganjar kartu kuning kedua dan membuat Thailand bermain dengan 10 orang. Indonesia mampu unggul lebih dulu via Dean James di menit ke-84.

Namun, Thailand merespons cepat. Iklas Sanron mencetak gol tiga menit kemudian untuk mengubah skor menjadi 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak extra time. Thailand sempat berbalik unggul di menit ke-111 lewat Peeradol Chamrasamee. Tetapi, gol Elkan Baggott pada menit ke-116 membikin kedudukan sama kuat 2-2 hingga babak tambahan selesai.

Laga penentuan juara pun harus ditentukan via adu penalti. Indonesia akhirnya menang 4-2 usai Emil Audero menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya, sedangkan tendangan Sarach Yooyen membentur mistar gawang. Keempat eksekutor Timnas Indonesia—Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama—sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna dan memastikan Tim Garuda keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga:  Shin Tae-yong Siap Balik ke Indonesia? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi PSSI

Reaksi Sengit Netizen: Mempertanyakan Klaim Tanpa Data

Klaim kontroversial Akmal Marhali langsung memantik reaksi keras dari warganet dan pencinta sepak bola nasional di jagat maya. Banyak yang menilai analisis tersebut meremehkan perjuangan keras para pemain di lapangan.

“Setidaknya ngomong pakai data valid jangan asbun,” ujar salah satu netizen yang menyayangkan minimnya dasar argumen tersebut.

Netizen lain melontarkan sindiran tajam terkait anggapan bahwa pertandingan sepak bola profesional bisa diatur secara instan.

“Di setting ?? emang main Play station 😂😂 Klo bisa d setting kenapa gak sekalian Veda Ega juara moto3 di mandalika kemaren 😂😂,” tulis netizen lainnya sembari membandingkannya dengan ajang balap internasional.

Rasa frustrasi suporter juga terlihat saat menyoroti betapa berdarah-darahnya perjuangan skuad Garuda sejak fase grup hingga partai puncak yang harus ditentukan lewat adu penalti.

“Mikir borr… dr awal smpe bs dpt juara ngos2an timnas ngadepinya, dr mana settingannya..” cetus seorang warganet menekankan perjuangan nyata anak asuh Timnas Indonesia.

Antara Realitas Industri dan Kerja Keras di Lapangan

Keberhasilan Indonesia merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kini berdiri di antara dua pandangan besar: di satu sisi, sudut pandang pengamat yang melihat adanya perhitungan bisnis dan struktur kompetisi yang diuntungkan bagi tuan rumah; di sisi lain, perjuangan pantang menyerah para pemain yang bertaruh segalanya di lapangan.

Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan secara terbuka memuji atmosfer dan kesuksesan turnamen di Indonesia ini. Pada akhirnya, terlepas dari persepsi atau tuduhan “settingan” mengenai desain kompetisi, kerja keras Emil Audero dan kawan-kawan dalam membalikkan keadaan di menit-menit krusial telah mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Akmal Marhali FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Piala Asia 2027 Terancam Ditunda? Serangan Riyadh Picu Kekhawatiran

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab

Garuda Pertiwi Muda Menggila! Sapu Bersih 3 Laga, Cetak 10 Gol dan Lolos ke Piala Asia

Siapa yang Mulai? Menelusuri Akar Sejarah Dibalik Panasnya Rivalitas Persib vs Persija!

Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.