Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB

Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming

Rabu, 28 Oktober 2026 15:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
  • Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

TPN Ganjar-Mahfud Minta Proses Hukum Tim Kampanye Ditunda Selama Pemilu

By Putri Mutia RahmanSabtu, 30 Desember 2023 11:25 WIB2 Mins Read
konferensi pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud. (Foto: Kompas.com/Irfan Kamil).
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengusulkan aparat penegak hukum menunda proses hukum terhadap caleg, capres, hingga tim kampanye selama Pilpres 2024. Usulan ini disampaikan di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Gondangdia, Jumat (29/12)

Usulan ini berkaca pada beberapa proses hukum yang terjadi belakangan ini. Salah satunya pada Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aiman Witjaksono.

Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis menilai Aiman dikriminalisasi terkait pernyataannya saat menyinggung aparat tidak netral.

“Jadi proses hukum akan membuat iklim tidak fair dan membuat pemilih takut. Dan membuat capres cawapres caleg itu merasa diawasi seolah jadi sandra,” kata Todung dikutip dari kumparan pada Sabtu (30/12).

Baca Juga:  Berpotensi Pecah Belah Masyarakat, Ma'ruf Amin Minta TNI-Polri Pelototi Medsos Jelang Pemilu 2024

Kemudian ia juga menyinggung kasus yang menerpa juru bicara Anies-Muhaimin (AMIN).

“Kasus juru bicara AMIN ya, itu TPPU. Mungkin saja itu terjadi. Tapi kita berpegang pada asas praduga tak bersalah. Selama proses kampanye, please dont criminalize. Jangan melakukan kriminalisasi selama masa kampanye sampai pilpres selesai. Kalau pilpres sudah selesai, monggo,” lanjutnya. 

Baca Juga:  Tersisa 7 Hari Lagi, KPU Ingatkan Peserta Pemilu Segera Serahkan LPPDK

Menurutnya, proses hukum berpotensi mengganggu iklim pemilu. Ia khawatir proses hukum justru dijadikan senjata untuk menekan pihak terlibat dalam kampanye pemilu.

“Saya minta supaya ada kebijakan penundaan proses hukum terhadap caleg, capres, cawapres dan pendukungnya kalau ada, termasuk tim kampanye,” ucapnya.

“Karena itu akan mengganggu ya iklim pilpres dan pemilu itu. Itu juga bisa dijadikan sebagai alat untuk menekan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ganjar-Mahfud Kompak Kenakan Jaket Bomber "Top Gan" di Debat Pilpres

Todung beranggapan, bisa saja aparat penegak hukum dimanfaatkan atau dipaksa untuk berpihak pada paslon tertentu dalam menegakkan hukum. Padahal aparat tak boleh disalahgunakan kekuasaannya entah itu dalam penyelidikan, penyidikan, maupun pengadilan.

“Di beberapa negara kita melihat kebijakan itu sudah diambil. Tapi kita tidak punya kebijakan itu. Nah menurut saya ini bahaya kalau itu diteruskan, ya. Even ancaman untuk melakukan proses hukum juga menurut saya tidak boleh dilakukan,” ucap Todung

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.