Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB

STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung

Rabu, 10 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Unpad Hormati Keputusan Menkes Bekukan Sementara PPDS Anestesi

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 14:52 WIB3 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah tegas diambil Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyusul mencuatnya kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan seorang dokter residen anestesi Universitas Padjadjaran (Unpad) terhadap anak pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menkes secara resmi membekukan sementara kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mahasiswa Unpad di bidang anestesi yang berlokasi di RSHS Bandung.

Menanggapi keputusan tersebut, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksana Kartasasmita menyatakan pihaknya menghargai langkah yang diambil Kemenkes demi perbaikan kualitas pendidikan kedokteran.

“Tentunya kami menghargai keputusan dari Kemenkes, karena ini semua demi pendidikan yang lebih baik. Namun mungkin yang dimaksud bukan menghentikan pendidikan tapi menghentikan rumah sakit tersebut sebagai tempat pelayanan pendidikan,” ujar Arief dalam keterangan video yang dikutip pada Sabtu (12/4/2025).

Arief meluruskan bahwa pembekuan yang dimaksud Menkes bukanlah penghentian seluruh proses pendidikan di semua bidang kedokteran bagi mahasiswa Unpad. Melainkan, pembekuan sementara RSHS Bandung sebagai lokasi pendidikan PPDS anestesi bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpad.

Baca Juga:  Sedan 'Terbang' Mahasiswa Unpad Tabrak Tukang Parkir hingga Tewas

“Karena kan sebetulnya kalau menghentikan pendidikan itu harus dilakukan oleh Universitas dan fakultas. Jadi Kemenkes dalam hal itu tentu akan menghentikan pendidikan di Rumah Sakit Hasan Sadikin sebagai tempat pendidikan dokter spesialis anestesi FK Unpad untuk sementara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor Unpad memastikan bahwa pendidikan dokter anestesi bagi mahasiswa Unpad akan terus berlanjut. Pembekuan sementara ini hanya berlaku untuk kegiatan PPDS di RSHS Bandung.

Sementara itu, proses pendidikan tetap berjalan di rumah sakit lain yang telah menjalin kolaborasi dengan Unpad.

“Disampaikan tadi sebetulnya pendidikan anestesi-nya tidak berhenti karena sebetulnya ada rumah sakit yang lain selain Rumah Sakit Hasan Sadikin, kita pun menggunakan rumah sakit lain untuk proses pendidikan, rumah sakit jejaring yang lain, rumah sakit dari Unpad dan yang lainnya,” kata Arief.

Baca Juga:  Tanpa Jadi Peserta BPJS, Masyarakat Bisa Nikmati Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Meski demikian, Unpad menyatakan akan terus memantau dan mengevaluasi secara menyeluruh seluruh proses pembelajaran di bidang kedokteran, khususnya program spesialis dan profesi, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Tentu diproses yang lain terus berjalan soalnya yang diberhentikan hanya tempat pendidikan di Hasan Sadikin. Tapi Unpad pun tetap tidak akan tinggal diam, semua proses akan tetap kita evaluasi. Jadi jangan sampai dihentikan di Hasan Sadikin tapi proses yang berjalan akan terus berjalan, tentu ada evaluasi dan tetap kita jalankan di tempat lain hanya proses harus kita perbaiki dan harus kita pastikan bahwa kejadian kemarin tidak terulang kembali,” tegas Arief.

Baca Juga:  Guru Besar Unpad Nilai Dadang-Ali Unggul Jauh di Debat Perdana Pilbup Bandung

Bahkan, Unpad telah mengeluarkan surat instruksi kepada fakultas untuk melakukan evaluasi menyeluruh dua hari sebelumnya.

Keputusan Menkes untuk membekukan sementara PPDS anestesi di Unpad dan RSHS Bandung ini diambil sebagai langkah tegas menyusul penetapan Priguna Anugerah P, seorang residen anestesi FK Unpad di RSHS, sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap pasien anak.

Menkes menyatakan pembekuan ini akan berlangsung selama satu bulan untuk memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan. Selain itu, Menkes memastikan akan mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) pelaku sebagai bentuk efek jera.

Kasus ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi sorotan publik, menuntut adanya perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat dalam lingkungan pendidikan kedokteran demi keamanan dan kenyamanan pasien.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Menkes PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.