Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Nasaruddin Umar Tak Maju Ketum PBNU, Ini Alasan Memilih Bertahan sebagai Menteri Agama

Jumat, 28 Agustus 2026 14:19 WIB

Pidato Paling Monohok! Aksi Athar Suarakan Napas Bumi di Beijing Bikin Netizen Merinding

Jumat, 28 Agustus 2026 13:47 WIB

Mariano Peralta Wanti-wanti Persib, Wakil Filipina Ini Bisa Gagalkan Misi Maung Bandung

Jumat, 28 Agustus 2026 13:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Nasaruddin Umar Tak Maju Ketum PBNU, Ini Alasan Memilih Bertahan sebagai Menteri Agama
  • Pidato Paling Monohok! Aksi Athar Suarakan Napas Bumi di Beijing Bikin Netizen Merinding
  • Mariano Peralta Wanti-wanti Persib, Wakil Filipina Ini Bisa Gagalkan Misi Maung Bandung
  • Nama Masih Terdaftar? Begini Cara Cek Bansos Tahap 3 2026 dengan NIK KTP
  • Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Efektivitasnya Diuji hingga Oktober
  • Mengenal Oarfish yang Dijuluki ‘Ikan Kiamat’: Fakta Terdampar di Lombok dan Pandangan Al-Qur’an
  • Ini 5 Masalah Kesehatan Terbanyak yang Mengintai Anak Sekolah di Indonesia
  • Segarkan Barisan Penjaga Gawang, Chelsea Sukses Gaet Emiliano Martinez dari Aston Villa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Urai Macet, Stasiun Whoosh Padalarang Akan Terkoneksi Jalan Baru ke Kota Baru Parahyangan

By SusanaJumat, 29 Agustus 2025 14:00 WIB2 Mins Read
Kereta Whoosh melintas di jalur Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang segera terhubung dengan jalur baru menuju Kota Baru Parahyangan setelah PT Belaputera Intiland (KBP) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyepakati pembangunan jalan lingkar Padalarang–Cipatat.

“Jadi dari Whoosh ke Kota Baru Parahyangan akan ada jalur baru, kemudian lanjut ke Cipatat. Ini membuka akses baru di wilayah barat Kabupaten Bandung Barat,” kata Direktur PT Belaputera Intiland Ryan Brasali, Jumat (29/8/2025).

Ryan menegaskan, jalan lingkar ini disiapkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Padalarang yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan, sekaligus memperkuat konektivitas dengan moda transportasi cepat.

“Dengan adanya bukaan jalan baru otomatis akan mengurai kemacetan lalu lintas. Ke depan juga ada rencana pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor–Ciawi–Sukabumi) yang terkoneksi ke Padalarang,” jelasnya.

Proyek ini akan melibatkan dua ruas utama, yakni dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan, lalu dilanjutkan hingga ke Cipatat. Panjang keseluruhan jalan diperkirakan mencapai 7 hingga 8 kilometer.

Menurut Ryan, sebagian besar jalur akan menghubungkan kawasan elit Kota Baru Parahyangan dengan daerah Cibogo, Desa Citatah, sehingga membuka alternatif baru bagi pergerakan kendaraan menuju barat Bandung Barat.

Meski begitu, pembangunan fisik belum bisa dimulai karena saat ini proyek masih dalam tahap perencanaan teknis dan penganggaran. Estimasi biaya pembangunan belum dapat dipastikan.

“Estimasi anggaran untuk dua ruas jalan masih dalam proses planning dan budgeting, jadi belum bisa ditentukan secara pasti,” ujar Ryan.

Dalam kesepakatan bersama, Pemprov Jabar bertugas melakukan pembebasan lahan, sementara PT Belaputera Intiland bertanggung jawab membangun jalan.

“Kalau pembebasan lahannya, itu tanggung jawab provinsi. Nanti kita (PT Belaputera Intiland) yang akan membangun jalannya,” tegas Ryan.

Pemprov Jabar sendiri sudah menyiapkan sekitar Rp150 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. Dari total panjang jalan, sekitar 50 persen lahan masih harus dibebaskan.

“Lahan yang harus dibebaskan cukup besar. Kami sedang identifikasi mana lahan milik warga, mana milik BUMN seperti Pertamina. Kalau lahan sudah tersedia, baru bisa kami eksekusi pembangunannya,” katanya.

Soal desain jalan, pihak pengembang masih menunggu hasil analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang tengah disusun oleh konsultan.

“Lebar jalan akan menyesuaikan hasil andalalin. Intinya, kami sesuaikan dengan volume traffic yang ada,” ungkap Ryan.

Pembebasan lahan dijadwalkan dimulai pada 2026. Setelah rampung, pembangunan jalan penghubung dari Stasiun Whoosh ke Kota Baru Parahyangan hingga Cipatat akan langsung dikerjakan.

“Untuk anggaran kami sudah siapkan. Jadi setelah pembebasan lahan rampung, pembangunan akan langsung dimulai,” pungkas Ryan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Nasaruddin Umar Tak Maju Ketum PBNU, Ini Alasan Memilih Bertahan sebagai Menteri Agama

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Masih Terdaftar? Begini Cara Cek Bansos Tahap 3 2026 dengan NIK KTP

Mesin Pengolah Sampah Hibah Jabar Belum Konsisten, Efektivitasnya Diuji hingga Oktober

Gaji Pensiunan PNS September 2026 Segera Cair, Cek Besaran Golongan I hingga IV

Bandung Bidik Investasi Lingkungan, Tiga Sektor Jadi Prioritas Farhan

Kronologi Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul hingga Diancam Benda Mirip Pistol

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.