Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Rabu, 5 Agustus 2026 16:11 WIB

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Rabu, 5 Agustus 2026 16:00 WIB

Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin

Rabu, 5 Agustus 2026 15:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun
  • Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman
  • Bangunan Six Nine Padel Tetap Beroperasi, Satpol PP Tegaskan yang Disegel Hanya Videotron Tak Berizin
  • Laga Hidup Mati Timnas Indonesia Kontra Singapura: Skenario Penentuan Tiket Semifinal Piala AFF 2026
  • Debut Singkat! Mariano Peralta Siap Jadi Senjata Persib di Final Piala Presiden 2026
  • Videotron Six Nine Padel di Jalan Riau Disegel, Satpol PP: Izin Reklame Belum Terbit
  • Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau Masuk Ranah Pidana, Polrestabes Bandung Dalami Unsur Perusakan
  • Badai Jadwal Piala Presiden 2026: Pelatih Persib Keluhkan Fisik Pemain Jelang Play-off Asia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Batik Disebut Tradisional Malaysia, Bagaimana Sejarah Aslinya di Indonesia?

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:37 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pernyataan dari kreator konten asal Malaysia-Inggris, Mark O’dea, yang menyebut batik sebagai budaya “tradisional Malaysia” dalam sebuah acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, memicu gelombang respons dari warganet Indonesia. Banyak netizen yang merasa pernyataan tersebut mengaburkan akar sejarah batik yang sejatinya berasal dari Indonesia, khususnya dari wilayah Jawa.

Melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8, Mark menjelaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik eksklusif Malaysia. Ia hanya menekankan bahwa batik juga memiliki peran budaya di negaranya. Namun, klarifikasi itu tidak sepenuhnya meredakan reaksi publik di Indonesia.

Sejarah Batik: Jejak Budaya yang Mendunia

Batik merupakan salah satu warisan budaya tertua di Nusantara yang berkembang pesat di tanah Jawa. Secara etimologis, istilah “batik” berasal dari bahasa Jawa, yakni gabungan kata “amba” (menulis) dan “titik” (titik atau titik-titik), yang menggambarkan teknik menggambar motif pada kain menggunakan malam (lilin) panas.

Sejarah batik di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit, serta meluas pada era Kesultanan Mataram dan diteruskan di lingkungan keraton Solo dan Yogyakarta. Awalnya, seni batik hanya digunakan di kalangan bangsawan istana, namun seiring waktu, keterampilan membatik menyebar ke masyarakat umum.

Berbagai teknik membatik seperti batik tulis, batik cap, hingga batik printing pun berkembang. Motif batik bukan sekadar dekoratif, melainkan sarat makna filosofis dan simbolik, seperti motif parang, kawung, dan lereng yang mencerminkan nilai kehidupan dan struktur sosial.

Selain tekniknya yang khas, pewarnaan batik tradisional juga menggunakan bahan-bahan alami, seperti soga, mengkudu, hingga tanah liat. Setiap daerah di Indonesia pun menghadirkan corak dan gaya batik yang berbeda-beda—seperti Batik Pekalongan, Batik Cirebon, hingga Batik Papua.

Pengakuan Dunia terhadap Batik Indonesia

Pengakuan internasional terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia ditetapkan secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, dalam sidang Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Budaya Takbenda yang digelar di Abu Dhabi. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Sebelum pengakuan ini, batik telah diperkenalkan ke panggung dunia oleh Presiden Soeharto dalam berbagai forum internasional, termasuk konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengajuan resmi batik ke UNESCO dilakukan pada 4 September 2008, dan diterima pada Januari 2009.

Melalui Keputusan Presiden No. 33 Tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sebagai bentuk penghargaan atas pengakuan dunia tersebut. Hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan kebanggaan nasional melalui pelestarian budaya membatik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

batik Indonesia batik jawa batik tradisional Hari Batik Nasional Mark O’dea sejarah batik warisan budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Cek penerima PIP 2025

Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Update Harga Emas 5 Agustus 2026, Emas 24 Karat Kini Dibanderol Mulai Rp2,22 Juta per Gram

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Penyaluran Bansos PKH dan Sembako Tahap III 2026 Berlanjut: Simak Jadwal, Rincian Nominal, dan Cara Ceknya

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.