Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung

Minggu, 20 September 2026 15:00 WIB

Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin

Minggu, 20 September 2026 14:34 WIB

Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini

Minggu, 20 September 2026 14:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kemarau Mengancam, Geo Dipa Unit Patuha Serahkan Tangki Air 5.000 Liter ke BPBD Bandung
  • Mengenal KH Hasan Abdullah Sahal: Sosok di Balik Pidato Fenomenal yang Tampar Pemimpin
  • Persijap vs Persib: Misi Balas Dendam Maung Bandung di Gelora Bumi Kartini
  • Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini
  • Mahasiswa ITB Nyaris Terjun dari Jembatan GT Baros, Teriakan Pengendara Picu Penyelamatan
  • Seraf Naro Siregar Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Mind Blowing: Fakta-Fakta ‘Make in Indonesia’ Implementasi Diam-Diam Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Presiden Prabowo
  • Kabar Gembira! 7.550 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bandung Bakal Jadi Penuh Waktu Januari 2027
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Batik Disebut Tradisional Malaysia, Bagaimana Sejarah Aslinya di Indonesia?

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:37 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pernyataan dari kreator konten asal Malaysia-Inggris, Mark O’dea, yang menyebut batik sebagai budaya “tradisional Malaysia” dalam sebuah acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, memicu gelombang respons dari warganet Indonesia. Banyak netizen yang merasa pernyataan tersebut mengaburkan akar sejarah batik yang sejatinya berasal dari Indonesia, khususnya dari wilayah Jawa.

Melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8, Mark menjelaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik eksklusif Malaysia. Ia hanya menekankan bahwa batik juga memiliki peran budaya di negaranya. Namun, klarifikasi itu tidak sepenuhnya meredakan reaksi publik di Indonesia.

Sejarah Batik: Jejak Budaya yang Mendunia

Batik merupakan salah satu warisan budaya tertua di Nusantara yang berkembang pesat di tanah Jawa. Secara etimologis, istilah “batik” berasal dari bahasa Jawa, yakni gabungan kata “amba” (menulis) dan “titik” (titik atau titik-titik), yang menggambarkan teknik menggambar motif pada kain menggunakan malam (lilin) panas.

Sejarah batik di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit, serta meluas pada era Kesultanan Mataram dan diteruskan di lingkungan keraton Solo dan Yogyakarta. Awalnya, seni batik hanya digunakan di kalangan bangsawan istana, namun seiring waktu, keterampilan membatik menyebar ke masyarakat umum.

Berbagai teknik membatik seperti batik tulis, batik cap, hingga batik printing pun berkembang. Motif batik bukan sekadar dekoratif, melainkan sarat makna filosofis dan simbolik, seperti motif parang, kawung, dan lereng yang mencerminkan nilai kehidupan dan struktur sosial.

Selain tekniknya yang khas, pewarnaan batik tradisional juga menggunakan bahan-bahan alami, seperti soga, mengkudu, hingga tanah liat. Setiap daerah di Indonesia pun menghadirkan corak dan gaya batik yang berbeda-beda—seperti Batik Pekalongan, Batik Cirebon, hingga Batik Papua.

Pengakuan Dunia terhadap Batik Indonesia

Pengakuan internasional terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia ditetapkan secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009, dalam sidang Komite Antar Pemerintah tentang Warisan Budaya Takbenda yang digelar di Abu Dhabi. Sejak saat itu, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Sebelum pengakuan ini, batik telah diperkenalkan ke panggung dunia oleh Presiden Soeharto dalam berbagai forum internasional, termasuk konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pengajuan resmi batik ke UNESCO dilakukan pada 4 September 2008, dan diterima pada Januari 2009.

Melalui Keputusan Presiden No. 33 Tahun 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sebagai bentuk penghargaan atas pengakuan dunia tersebut. Hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas dan kebanggaan nasional melalui pelestarian budaya membatik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sah! Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah Hari Ini

Bukan Cuma Enak! 5 Tempat Makan Viral di Bandung 2026 yang Bikin Pengunjung Rela Antre

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Lebih dari Sekadar Dodol: 11 Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris di Garut yang Wajib Dicoba

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.