Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi korban meninggal.

Pria Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Bandung Kidul, Diduga Tersengat Listrik Saat Curi Kabel PLN

Rabu, 15 April 2026 16:00 WIB

Gelar Baru untuk Sang Bintang: Beckham Putra dan Jeje Ritchie Resmi Jadi Sarjana Ilmu Pemerintahan!

Rabu, 15 April 2026 15:28 WIB

Nyawa Terancam Setiap Malam! Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tidur di Balik Gubuk Rusak

Rabu, 15 April 2026 15:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Bandung Kidul, Diduga Tersengat Listrik Saat Curi Kabel PLN
  • Gelar Baru untuk Sang Bintang: Beckham Putra dan Jeje Ritchie Resmi Jadi Sarjana Ilmu Pemerintahan!
  • Nyawa Terancam Setiap Malam! Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tidur di Balik Gubuk Rusak
  • Viral! Dugaan Mark-Up dan Proyek Gagal di Balik Pembangunan Rumah Dinas Cimahi
  • Jangan Tergiur! Link Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ternyata Jebakan Hacker, Ini Modusnya
  • Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!
  • Kontroversi Lagu Erika, HMT ITB Minta Maaf dan Tarik Konten
  • Skandal Lagu ‘Erika Guncang ITB, Tradisi dan Budaya Kampus Dipertanyakan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! Dugaan Mark-Up dan Proyek Gagal di Balik Pembangunan Rumah Dinas Cimahi

By SusanaRabu, 15 April 2026 14:43 WIB3 Mins Read
Pemerintah Kota Cimahi. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, mencuat ke publik dan menjadi sorotan luas.

Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi.

Proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tersebut diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp3.422.396.154,61 yang bersumber dari APBD Kota Cimahi tahun anggaran 2025.

Proyek Mangkrak, Dugaan Penyimpangan Muncul

Pekerjaan pembangunan ini dilaksanakan oleh CV Tatar Sunda Project. Namun hingga kini, proyek tersebut dilaporkan terbengkalai dan memicu berbagai persoalan serius, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

Dugaan penyimpangan ini diungkapkan oleh Bidang Hukum DPP LSM Pemuda, Aden Setiawan, melalui unggahan di media sosial TikTok @warta09indonesia, Rabu (1/3/2026).

Menurut Aden, hasil monitoring dan kajian di lapangan menunjukkan adanya indikasi ketidakjelasan dalam tata kelola perencanaan hingga pelaksanaan proyek sejak tahap awal.

Perencanaan Dinilai Janggal dan Tidak Konsisten

Aden menjelaskan bahwa pada tahun 2024 terdapat kegiatan perencanaan senilai Rp359 juta menggunakan metode seleksi, namun tidak diikuti dengan realisasi fisik proyek.

Kemudian pada tahun 2025, kembali muncul anggaran untuk review perencanaan sebesar Rp99 juta dengan metode pengadaan langsung untuk objek yang sama.

“Perubahan metode tanpa dasar yang jelas ini menimbulkan pertanyaan serius terkait konsistensi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Total anggaran perencanaan yang mencapai Rp458 juta pun dinilai berpotensi menjadi pemborosan anggaran.

Selain itu, ditemukan ketimpangan antara pagu anggaran sebesar Rp604 juta dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp261 juta. Bahkan nilai kontrak pengawasan disebut hampir mencapai 95 persen dari HPS.

“Ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan negosiasi anggaran. Ada indikasi dugaan mark-up,” tegas Aden.

Temuan Teknis: Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Tidak hanya dari sisi administrasi, dugaan masalah juga ditemukan pada aspek teknis pembangunan di lapangan.

Berdasarkan hasil peninjauan, ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya:

  • Pemasangan batu yang tidak seragam
  • Penggunaan mortar yang tidak mencukupi hingga menimbulkan rongga
  • Dugaan pondasi tidak digali sesuai standar kedalaman

Bahkan, kolom bangunan disebut tidak terhubung dengan pondasi, yang berpotensi membahayakan kekuatan struktur bangunan.

Selain itu, beberapa material batu ditemukan dalam kondisi retak. Hal ini diduga akibat metode pemasangan yang tidak tepat, di mana batu dipasang terlebih dahulu sebelum disiram mortar.

Temuan lainnya meliputi ketidaksesuaian material urugan serta pemadatan tanah yang diragukan tidak sesuai dengan perencanaan awal. Pemasangan saluran air (weep hole) pada tembok penahan tanah juga dinilai tidak melalui perhitungan teknis yang memadai.

Sorotan Pengawasan dan Tuntutan Klarifikasi

Aden menilai berbagai persoalan tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan proyek, baik dari konsultan pengawas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Menurutnya, pihak-pihak terkait dinilai gagal memastikan mutu pekerjaan, metode pelaksanaan, serta kesesuaian dengan dokumen kontrak.

“Kami mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi terbuka, melakukan evaluasi menyeluruh, serta menindaklanjuti setiap indikasi penyimpangan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Publik Menanti Transparansi

Mencuatnya dugaan kasus ini memicu perhatian publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Pemkot Cimahi.

Jika terbukti, kasus ini berpotensi merugikan keuangan daerah serta mencoreng tata kelola proyek pemerintah. Oleh karena itu, langkah cepat dan terbuka dari pihak berwenang menjadi hal yang sangat dinantikan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Cimahi 2025 DPUPR Cimahi dugaan korupsi Pemkot Cimahi kasus korupsi Jawa Barat korupsi Cimahi mark up proyek pengadaan proyek pemerintah proyek mangkrak Cimahi proyek rumah dinas Cimahi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi korban meninggal.

Pria Ditemukan Tewas di Gorong-gorong Bandung Kidul, Diduga Tersengat Listrik Saat Curi Kabel PLN

Gelar Baru untuk Sang Bintang: Beckham Putra dan Jeje Ritchie Resmi Jadi Sarjana Ilmu Pemerintahan!

Nyawa Terancam Setiap Malam! Kisah Gadis Cantik Sebatang Kara Tidur di Balik Gubuk Rusak

Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!

Kontroversi Lagu Erika, HMT ITB Minta Maaf dan Tarik Konten

Skandal Lagu ‘Erika Guncang ITB, Tradisi dan Budaya Kampus Dipertanyakan

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.