Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Jumat, 18 September 2026 06:00 WIB

Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 05:00 WIB

Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972

Jumat, 18 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
  • Redmi Note 17 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh
  • Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Pasien Asma Diduga Ditolak Masuk IGD, Manajemen RSUD Otista Buka Suara

By Aga GustianaRabu, 20 Mei 2026 18:27 WIB2 Mins Read
Viral pasien asma diduga ditelantarkan RSUD Otto Iskandardinata Soreang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fasilitas kesehatan publik kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah keluhan dari warga Soreang mendadak viral di jagat maya. Pengalaman pahit ini menimpa seorang ibu yang tengah berjuang melawan serangan asma akut, namun terpaksa gigit jari lantaran akses perawatan medis di RSUD Otto Iskandar Dinata (Otista) Soreang ditolak dengan dalih kapasitas kamar yang telah sesak.

Pihak keluarga pasien tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Padahal saat tiba di rumah sakit, kondisi pasien sudah sangat darurat dan membutuhkan tindakan medis instan seperti pemberian oksigen atau terapi uap (nebulizer).

Keluarga sangat menyesalkan respons pihak rumah sakit, mengingat kasus gangguan pernapasan berat semestinya masuk dalam kategori kegawatdaruratan utama yang wajib didahulukan, bukan justru diabaikan karena kendala fasilitas.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Manajemen RSUD Otista

Guna meredam kegaduhan dan meluruskan simpang siur di media sosial, Direktur Utama RSUD Otista, dr. Yuli Irnawaty Morjasari, langsung turun tangan membeberkan kronologi serta kondisi riil operasional rumah sakit saat insiden berlangsung.

Manajemen membenarkan adanya lonjakan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) yang memicu terjadinya antrean panjang, sehingga tenaga kesehatan (nakes) terpaksa menerapkan sistem skala prioritas.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan kepada pihak keluarga dan pasien, karena pada saat itu IGD kami pasien sedang banyak hingga menumpuk. Sehingga kami harus melakukan prioritas dalam penanganan pasien,” ungkap Yuli dikutip dari akun @infotibanjaran.id Rabu (20/5/2026).

Nakes Terapkan Skala Prioritas, Rumah Sakit Janji Benahi Fasilitas

Yuli menjelaskan lebih lanjut bahwa situasi pelik tersebut memaksa petugas medis di lapangan untuk mendahulukan pasien yang telah tiba lebih awal. Akibatnya, pasien yang baru masuk mau tidak mau harus mengantre untuk mendapatkan giliran penanganan.

“Kami sangat memahami pasien atau keluarga cemas dengan keadaan penyakitnya, tapi nakes juga harus melakukan prioritas (menangani pasien yang sudah sebelumnya datang), jadi pasien harus menunggu,” lanjutnya.

Belajar dari pemblokiran pelayanan ini, pihak manajemen berjanji akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum evaluasi besar-besaran. Langkah konkret yang disiapkan antara lain mendongkrak daya tampung ruangan serta memperluas jangkauan layanan medis agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tapi kami mungkin mengerti kepercayaan pasien untuk datang ke IGD, sehingga kami akan lakukan perbaikan ke depannya, dengan melakukan penambahan kapasitas hingga perluasan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.