Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SPMB 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bandung Ancam Tindak Tegas Sekolah Nakal

Rabu, 20 Mei 2026 19:00 WIB

Viral 6 Menit Tanpa Sensor! Publik Mulai Bongkar Kejanggalan Video Guru Bahasa Inggris

Rabu, 20 Mei 2026 18:51 WIB

Viral Pasien Asma Diduga Ditolak Masuk IGD, Manajemen RSUD Otista Buka Suara

Rabu, 20 Mei 2026 18:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SPMB 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bandung Ancam Tindak Tegas Sekolah Nakal
  • Viral 6 Menit Tanpa Sensor! Publik Mulai Bongkar Kejanggalan Video Guru Bahasa Inggris
  • Viral Pasien Asma Diduga Ditolak Masuk IGD, Manajemen RSUD Otista Buka Suara
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Kamar Penuh Jadi Alasan, RSUD Otista Soreang Viral Usai Diduga Telantarkan Pasien Asma Tanpa Pertolongan Pertama
  • Kepung Gedung Sate Besok, Ratusan Kader PMII Jabar Bakal Gelar Evaluasi Total Kinerja Pemprov dan DPRD
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 Durasi Panjang Bikin Geger, Waspada Jebakan Phishing!
  • Punya Rasio Kebobolan Paling Minim, Mengapa Teja Paku Alam Luput dari Kandidat Kiper Terbaik Musim Ini?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Pasien Asma Diduga Ditolak Masuk IGD, Manajemen RSUD Otista Buka Suara

By Aga GustianaRabu, 20 Mei 2026 18:27 WIB2 Mins Read
Viral pasien asma diduga ditelantarkan RSUD Otto Iskandardinata Soreang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fasilitas kesehatan publik kembali menjadi sorotan tajam setelah sebuah keluhan dari warga Soreang mendadak viral di jagat maya. Pengalaman pahit ini menimpa seorang ibu yang tengah berjuang melawan serangan asma akut, namun terpaksa gigit jari lantaran akses perawatan medis di RSUD Otto Iskandar Dinata (Otista) Soreang ditolak dengan dalih kapasitas kamar yang telah sesak.

Pihak keluarga pasien tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya. Padahal saat tiba di rumah sakit, kondisi pasien sudah sangat darurat dan membutuhkan tindakan medis instan seperti pemberian oksigen atau terapi uap (nebulizer).

Keluarga sangat menyesalkan respons pihak rumah sakit, mengingat kasus gangguan pernapasan berat semestinya masuk dalam kategori kegawatdaruratan utama yang wajib didahulukan, bukan justru diabaikan karena kendala fasilitas.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Manajemen RSUD Otista

Guna meredam kegaduhan dan meluruskan simpang siur di media sosial, Direktur Utama RSUD Otista, dr. Yuli Irnawaty Morjasari, langsung turun tangan membeberkan kronologi serta kondisi riil operasional rumah sakit saat insiden berlangsung.

Manajemen membenarkan adanya lonjakan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) yang memicu terjadinya antrean panjang, sehingga tenaga kesehatan (nakes) terpaksa menerapkan sistem skala prioritas.

Baca Juga:  Kisah Viral dr Mangku Sitepoe, Dokter Senior yang Tetap Mengabdi dengan Tarif Berobat Rp10 Ribu

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan kepada pihak keluarga dan pasien, karena pada saat itu IGD kami pasien sedang banyak hingga menumpuk. Sehingga kami harus melakukan prioritas dalam penanganan pasien,” ungkap Yuli dikutip dari akun @infotibanjaran.id Rabu (20/5/2026).

Nakes Terapkan Skala Prioritas, Rumah Sakit Janji Benahi Fasilitas

Yuli menjelaskan lebih lanjut bahwa situasi pelik tersebut memaksa petugas medis di lapangan untuk mendahulukan pasien yang telah tiba lebih awal. Akibatnya, pasien yang baru masuk mau tidak mau harus mengantre untuk mendapatkan giliran penanganan.

“Kami sangat memahami pasien atau keluarga cemas dengan keadaan penyakitnya, tapi nakes juga harus melakukan prioritas (menangani pasien yang sudah sebelumnya datang), jadi pasien harus menunggu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan

Belajar dari pemblokiran pelayanan ini, pihak manajemen berjanji akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum evaluasi besar-besaran. Langkah konkret yang disiapkan antara lain mendongkrak daya tampung ruangan serta memperluas jangkauan layanan medis agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tapi kami mungkin mengerti kepercayaan pasien untuk datang ke IGD, sehingga kami akan lakukan perbaikan ke depannya, dengan melakukan penambahan kapasitas hingga perluasan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pasien Asma Ditolak pelayanan kesehatan RSUD Otista Soreang viral bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SPMB 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bandung Ancam Tindak Tegas Sekolah Nakal

Kamar Penuh Jadi Alasan, RSUD Otista Soreang Viral Usai Diduga Telantarkan Pasien Asma Tanpa Pertolongan Pertama

Kepung Gedung Sate Besok, Ratusan Kader PMII Jabar Bakal Gelar Evaluasi Total Kinerja Pemprov dan DPRD

Cimahi Darurat Sampah? Produksi Capai 250 Ton per Hari

GILA! Kuliah Sejak Tahun 1999 Gak Pernah Berhenti, Pria Ini Pecahkan Rekor Punya 2.000 SKS! Buat Apa Sih?

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.