Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung

Sabtu, 1 Agustus 2026 15:20 WIB

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 14:40 WIB

Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok

Sabtu, 1 Agustus 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Menakar Calon Lawan Persib Bandung
  • Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup
  • Dua Sesi Sehari, Tanpa Bayaran: Anatomi Ketulusan Mbah Melan, Guru Matematika di Balik Layar TikTok
  • Ketajaman Mitchell Baker Kian Bersinar, Kokoh di Puncak Top Skor Piala AFF 2026
  • Dago Padel Club Bandung Gebrak Indonesia, Usung Standar Lapangan Kelas Dunia
  • Kisah Haru Mbok Tukinil dan Yanto Kucing Oren yang Bikin Satu Indonesia Menangis
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wujud Kota Aman, Pemkot Bandung Perkenalkan Panic Button Anti Vandalisme di Ruang Publik

By Putra JuangJumat, 7 November 2025 19:40 WIB3 Mins Read
Pemkot Bandung Perkenalkan Panic Button di Ruang Publik. (Foto: Ilustrasi/Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menghadirkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital demi mewujudkan kota yang aman, cerdas, dan tanggap terhadap kebutuhan warganya.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, pemerintah kini memperkenalkan dua layanan unggulan: Panic Button di ruang publik dan CCTV Pemantauan Lingkungan Kota Bandung (Pelindung).

Panic Button: Layanan Cepat Tanggap di Ruang Publik

Diskominfo Kota Bandung telah menghadirkan Panic Button di dua titik ruang publik strategis, yakni Taman Supratman dan Palestine Walk (Alun-alun Bandung).

Fasilitas ini merupakan bagian dari sistem Bandung Siaga 112, layanan tanggap darurat terpadu yang siap menerima laporan warga selama 24 jam.

Dengan menekan tombol darurat di lokasi tersebut, warga dapat langsung terhubung secara dua arah dengan petugas Bandung Siaga 112 untuk melaporkan situasi mendesak seperti kecelakaan, kondisi medis kritis, hingga tindak kriminal berat.

“Panic Button ini berguna ketika terjadi hal mendesak di sekitar lokasi. Begitu tombol ditekan, sistem langsung terhubung ke Bandung Siaga 112 dan bisa dilakukan komunikasi dua arah serta terpantau melalui CCTV,” ucap Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, Jumat (7/11/2025).

Menurut Yayan, dua lokasi awal dipilih karena merupakan ruang publik dengan mobilitas tinggi, sehingga rawan terhadap potensi gangguan keamanan dan keselamatan.

Perangkat Panic Button dilengkapi CCTV tipe PTZ (Pan-Tilt-Zoom) dan CCTV fix untuk memantau area sekitar secara menyeluruh. Sistem ini memungkinkan pengawasan visual, komunikasi dua arah, serta penyampaian pengumuman darurat melalui speaker.

“Kalau ada warga melihat kecelakaan, keributan, atau gangguan ketertiban umum, cukup tekan tombol. Petugas bisa langsung berinteraksi dan menindaklanjuti laporan dengan cepat,” terangnya.

Ia juga menegaskan, seluruh perangkat didesain anti-vandalisme dan diawasi secara berkala melalui sistem terintegrasi. 

“Kalau pun ada tindakan perusakan, kami bisa segera mengetahui siapa pelakunya dari rekaman CCTV,” ujarnya.

Ia mengatakan, Panic button akan di diduplikasi di berbagai tempat apabila dirasakan perlu.

CCTV Pelindung: Mata Digital Kota Bandung

Selain Panic Button, Pemkot Bandung juga mengembangkan sistem CCTV Pemantauan Lingkungan Kota Bandung (Pelindung) melalui laman pelindung.bandung.go.id.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses dan efisiensi pelayanan publik.

Sistem CCTV Pelindung tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau keamanan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam efisiensi operasional, transparansi pemerintahan, dan keselamatan warga.

Melalui pemantauan real-time, CCTV membantu:

  1. Mengawasi aktivitas di lokasi konstruksi, memastikan keselamatan kerja, dan mengoptimalkan proses pembangunan.
  2. Mendukung pengelolaan lalu lintas, deteksi dini bencana, dan pemantauan lingkungan perkotaan.
  3. Membantu pencegahan tindak kriminal dan memberikan imbauan parkir liar melalui teknologi Smart Pole yang terkoneksi dengan sistem audio di Bandung Command Center.

Hingga kini, terdapat lebih dari 389 titik CCTV aktif yang tersebar di berbagai kawasan kota. Warga, wisatawan, dan masyarakat umum dapat mengakses tampilan CCTV Kota Bandung secara real-time melalui situs pelindung.bandung.go.id.

Wujud Kota Aman, Cerdas, dan Terkoneksi

Yayan mengungkapkan, berbagai inovasi ini merupakan bagian dari visi Pemkot Bandung untuk menghadirkan layanan publik berbasis teknologi yang humanis dan adaptif.

“Melalui kehadiran Panic Button dan sistem CCTV Pelindung, kami ingin warga merasa aman, terlindungi, dan yakin bahwa pemerintah hadir untuk mereka, kapan pun dan di mana pun,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Diskominfo Kota Bandung Panic Button Pemkot Bandung ruang publik vandalisme
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.