Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Monte Equipment Naik Kelas! Brand Outdoor Lokal Ini Siap Saingi Produk Global

Selasa, 9 Juni 2026 16:05 WIB

Link Video Cut Salwa Telegram Asli Banyak Dicari, Begini Fakta yang Terungkap

Selasa, 9 Juni 2026 15:36 WIB

Yayasan Paseban Cetak Jejak Hijau, Andy Utama Dorong Pemulihan Ekosistem Megamendung

Selasa, 9 Juni 2026 15:09 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Monte Equipment Naik Kelas! Brand Outdoor Lokal Ini Siap Saingi Produk Global
  • Link Video Cut Salwa Telegram Asli Banyak Dicari, Begini Fakta yang Terungkap
  • Yayasan Paseban Cetak Jejak Hijau, Andy Utama Dorong Pemulihan Ekosistem Megamendung
  • Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer
  • Jangan Sampai Ditolak RS! Simak Aturan Baru Kontrol Pasien BPJS Kesehatan per Juni 2026
  • VIRAL! Kisah Istri Pertama Berburu Madu Selama 3 Tahun Untuk Kado Ulang Tahun Sang Suami
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik Malam Ini: Misi Garuda Dongkrak Ranking FIFA di GBK
  • Penemuan Jenazah Pria di Bandung Barat Gegerkan Warga, Polisi Selidiki Penyebabnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 9 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Yayasan Paseban Cetak Jejak Hijau, Andy Utama Dorong Pemulihan Ekosistem Megamendung

By SusanaSelasa, 9 Juni 2026 15:09 WIB3 Mins Read
Andy Utama melalui Yayasan Paseban memperkuat konservasi alam di Megamendung, Bogor. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya konservasi alam di Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, kembali mendapat perhatian nasional. Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, sekaligus melepasliarkan dua ekor Elang Jawa di kawasan tersebut.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal KSDAE Prof. Dr. Setyawan Pudyatmoko, sebagai bagian dari penguatan konservasi berbasis bentang alam yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem, pendidikan lingkungan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, dua individu Elang Jawa bernama Agni dan Beta dilepasliarkan ke habitat alaminya di Lanskap Megamendung. Elang Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang menjadi salah satu spesies prioritas dalam program konservasi nasional.

Selain pelepasliaran satwa, pemerintah juga meresmikan Lembah Aviary Paseban dan Penangkaran Rusa Timor yang dikembangkan sebagai fasilitas konservasi, pendidikan lingkungan, penelitian, serta upaya mendukung pemulihan populasi satwa liar di alam.

Yayasan Paseban dan Andy Utama Perkuat Konservasi Alam

Pengembangan kawasan konservasi di Megamendung dipelopori oleh Yayasan Paseban melalui pendekatan yang menggabungkan pelestarian keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, pertanian organik, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pembina Yayasan Paseban, Andy Utama, mengatakan pihaknya memiliki komitmen jangka panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan Megamendung agar tetap menjadi habitat penting bagi berbagai satwa liar di Pulau Jawa.

“Kami memiliki cita-cita untuk turut berkontribusi mengembalikan Megamendung sedekat mungkin dengan kondisi ekologisnya seperti dahulu. Kami ingin memperkuat habitat satwa liar, menjaga sumber air, dan mewariskan bentang alam yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Andy Utama.

Menurutnya, gerakan konservasi yang dilakukan Yayasan Paseban berawal dari praktik pertanian organik yang dirintis sekitar 16 tahun lalu dan berkembang menjadi program pemulihan bentang alam yang lebih luas.

Ribuan Pohon Ditanam di Megamendung

Sejak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2024, Yayasan Paseban bersama berbagai mitra telah melakukan penanaman pohon secara berkelanjutan di kawasan Megamendung.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 21.831 pohon dari lebih 200 jenis telah ditanam, dipetakan, dan ditandai sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem serta penguatan fungsi ekologis kawasan.

Dirjen KSDAE Prof. Setyawan Pudyatmoko mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Yayasan Paseban, pemerintah daerah, Perum Perhutani, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, model pengelolaan kawasan di Megamendung menjadi contoh bagaimana konservasi in-situ dan ex-situ dapat berjalan secara terpadu dalam satu bentang alam yang utuh.

Megamendung Jadi Kawasan Strategis Konservasi

Lanskap Megamendung memiliki posisi strategis karena menjadi bagian dari bentang alam yang terhubung dengan Cagar Biosfer Cibodas yang diakui UNESCO.

Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa penting seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Surili Jawa, Lutung Jawa, Trenggiling Sunda, hingga beragam jenis burung hutan lainnya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk peran aktif Andy Utama dan Yayasan Paseban, kawasan Megamendung diharapkan terus menjadi contoh keberhasilan konservasi alam yang berjalan seiring dengan pengembangan pertanian organik dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Monte Equipment Naik Kelas! Brand Outdoor Lokal Ini Siap Saingi Produk Global

Sikapi Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Wacanakan Angkut Komunitas LGBT ke Barak Militer

VIRAL! Kisah Istri Pertama Berburu Madu Selama 3 Tahun Untuk Kado Ulang Tahun Sang Suami

Penemuan Jenazah Pria di Bandung Barat Gegerkan Warga, Polisi Selidiki Penyebabnya

Protes Investor Dapur MBG di Kantor BGN, Tuntut Kejelasan Dana Miliaran Rupiah

Bentrok Oknum Jakmania dan Viking di Serang Jadi Sorotan, Polisi Turun Tangan

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Viral Video ‘Rok Hijau di Dapur’, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu hingga Jerat Hukum UU ITE
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.