bukamata.id – Kasus pembunuhan Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, masih menjadi perhatian publik. Hingga Kamis (6/8/2026), kepolisian belum mengungkap identitas maupun menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam kematian korban.
Penyidik Polres Purwakarta masih terus melakukan pendalaman dengan dukungan tim dari Polda Jawa Barat. Sejumlah langkah penyelidikan dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, hingga analisis hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pihaknya memberikan bantuan penuh kepada Polres Purwakarta untuk mempercepat proses pengungkapan kasus pembunuhan satpam Waduk Jatiluhur tersebut.
“Terkait dengan penanganan kasus di Purwakarta, tim Polda telah membackup memang untuk kasus ini dan kami masih proses penyelidikan dan penyidikan,” ujar Hendra di Mapolda Jabar, Kamis.
Polisi Periksa 30 Saksi Kasus Pembunuhan Sumarna
Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari sekitar 30 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan Sumarna meninggal dunia.
Meski jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah, polisi masih membutuhkan informasi tambahan untuk memperkuat alat bukti dan mengarah kepada pelaku.
“Masih perlu banyak penambahan saksi-saksi yang saat ini sudah mencapai 30-an orang,” kata Hendra.
Menurut kepolisian, setiap keterangan saksi akan dikaji dan dicocokkan dengan bukti lain yang ditemukan di lapangan. Hal tersebut dilakukan agar penyidik mendapatkan gambaran utuh mengenai kronologi sebelum hingga setelah korban ditemukan meninggal.
Polda Jabar Turunkan Tim Bantu Ungkap Pelaku
Untuk mempercepat pengungkapan kasus pembunuhan satpam Waduk Jatiluhur, Polda Jawa Barat sebelumnya telah menerjunkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Tim tersebut melakukan gelar perkara berdasarkan hasil penyelidikan awal, termasuk temuan dari olah TKP dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyebut hasil gelar perkara menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penyidikan selanjutnya.
Namun, hingga kini proses tersebut masih berjalan dan belum menemukan titik terang mengenai siapa pelaku pembunuhan Sumarna.
Polisi Temukan Dugaan Luka Akibat Benda Keras
Selain mendalami keterangan saksi, penyidik juga masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tubuh korban.
Sebelumnya, Kapolda Jabar mengungkapkan adanya dugaan luka akibat benturan benda keras pada tubuh Sumarna. Polisi juga menduga korban telah meninggal dunia sebelum tubuhnya ditemukan di perairan Waduk Jatiluhur.
Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyidikan karena menunjukkan kemungkinan adanya peristiwa pidana sebelum korban berada di dalam air.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara detail lokasi kejadian, waktu kematian, maupun bagaimana proses korban bisa berada di Waduk Jatiluhur.
Polisi Minta Masyarakat Tidak Sebarkan Informasi Belum Teruji
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi terkait kasus pembunuhan Sumarna.
Polda Jabar memastikan penyidik tetap bekerja secara profesional dengan mengutamakan bukti dan fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan.
“Kami akan lakukan secara profesional dan kami akan terus berusaha dengan keras untuk bisa mengungkap kasus ini,” tegas Hendra.
Kasus pembunuhan satpam Waduk Jatiluhur ini masih menjadi pekerjaan besar bagi kepolisian. Banyaknya saksi yang telah diperiksa menjadi bagian dari upaya mengurai misteri kematian korban.
Penyidik kini masih berupaya menghubungkan berbagai petunjuk, mulai dari keterangan saksi, hasil olah TKP, hingga temuan medis terhadap tubuh korban untuk menemukan rantai kejadian yang mengarah kepada pelaku.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









