Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB

Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara

Sabtu, 19 September 2026 18:30 WIB

Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini

Sabtu, 19 September 2026 18:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
  • Jatuh Sakit Sepulang Dampingi Persib di Korsel, Begini Kondisi Terkini Haji Umuh Muchtar
  • Marc Klok hingga Beckham Putra Hilang dari Daftar, Ini Alasan John Herdman Rombak Timnas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Lahar Hujan Berpotensi Aliri 25 Sungai, Pemprov Sumbar Akan Relokasi Warga

By SusanaKamis, 16 Mei 2024 22:39 WIB2 Mins Read
Banjir lahar hujan di Lembah Anai, Sumatera Barat. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi masyarakat terkait adanya ancaman banjir lahar hujan akibat adanya endapan 1 juta meter kubik material vulkanik di gunung merapi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di gunung merapi tersebut.

“Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu maka inilah yang kedepan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,” ucap Mahyeldi, Kamis (16/5/2024).

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman untuk merelokasi para warga.

Baca Juga:  Jabar Diprediksi Hujan saat Lebaran, Pemudik Diimbau Aktif Pantau Informasi Cuaca

“Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk para warga.

“Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,” tuturnya.

Baca Juga:  Gempa Besar Guncang Rusia, Indonesia Siaga Tsunami!

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.

“Jadi saat erupsi gunung merapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,” ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).

“Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.

Baca Juga:  Kabupaten Bandung Diguncang Gempa Pagi dan Malam, Masjid hingga Puskesmas Rusak

Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.

“Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,” jelasnya.

“Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,” sambungnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Innalillahi, Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan Tutup Usia

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.