Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim

Senin, 3 Agustus 2026 11:45 WIB

Mariano Peralta Beri Sinyal Soal Debut, Persib Siap Tempur Lawan Persija

Senin, 3 Agustus 2026 11:30 WIB

Usai Sidak Pohon Ditebang di Jalan Riau, Farhan: Kasus Naik ke Dugaan Pidana Lingkungan, Izin Usaha Ikut Diusut

Senin, 3 Agustus 2026 11:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim
  • Mariano Peralta Beri Sinyal Soal Debut, Persib Siap Tempur Lawan Persija
  • Usai Sidak Pohon Ditebang di Jalan Riau, Farhan: Kasus Naik ke Dugaan Pidana Lingkungan, Izin Usaha Ikut Diusut
  • Garuda Bidik Semifinal! Ini Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
  • Dulu Jualan Ikan, Kini Tahan Derita! Nasib Bertrand Peto Terjebak di Tengah Perang Ruben dan Sarwendah
  • Emas Antam Tetap Rp2.708.000, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini
  • Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti
  • Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Lahar Hujan Berpotensi Aliri 25 Sungai, Pemprov Sumbar Akan Relokasi Warga

By SusanaKamis, 16 Mei 2024 22:39 WIB2 Mins Read
Banjir lahar hujan di Lembah Anai, Sumatera Barat. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi masyarakat terkait adanya ancaman banjir lahar hujan akibat adanya endapan 1 juta meter kubik material vulkanik di gunung merapi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di gunung merapi tersebut.

“Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu maka inilah yang kedepan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,” ucap Mahyeldi, Kamis (16/5/2024).

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman untuk merelokasi para warga.

“Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk para warga.

“Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.

“Jadi saat erupsi gunung merapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,” ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).

“Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.

Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.

“Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,” jelasnya.

“Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,” sambungnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir lahar hujan BMKG Pemprov Sumatera Barat relokasi warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Usai Sidak Pohon Ditebang di Jalan Riau, Farhan: Kasus Naik ke Dugaan Pidana Lingkungan, Izin Usaha Ikut Diusut

Emas Antam Tetap Rp2.708.000, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.