Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Sabtu, 7 November 2026 15:57 WIB

Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?

Sabtu, 7 November 2026 13:30 WIB
BSU cair

Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!

Sabtu, 7 November 2026 13:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?
  • Link Video Viral Durasi 9 Menit 48 Detik Jadi Buruan Netizen, Karyawan HWI Jepara Terseret?
  • Gaji di Atas Rp3,5 Juta Masih Bisa Dapat BSU 2026? Cek Ketentuan UMK dan Syarat Lengkapnya!
  • Daftar Tim Lolos 16 Besar ACL 2: Persib Bandung Bersanding dengan Raksasa Asia
  • Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!
  • Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Lahar Hujan Berpotensi Aliri 25 Sungai, Pemprov Sumbar Akan Relokasi Warga

By SusanaKamis, 16 Mei 2024 22:39 WIB2 Mins Read
Banjir lahar hujan di Lembah Anai, Sumatera Barat. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi masyarakat terkait adanya ancaman banjir lahar hujan akibat adanya endapan 1 juta meter kubik material vulkanik di gunung merapi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di gunung merapi tersebut.

“Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu maka inilah yang kedepan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,” ucap Mahyeldi, Kamis (16/5/2024).

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman untuk merelokasi para warga.

Baca Juga:  Cuaca Tak Menentu, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang saat Pancaroba

“Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk para warga.

“Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,” tuturnya.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung 22 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Sepanjang Hari

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.

“Jadi saat erupsi gunung merapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,” ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).

“Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.

Baca Juga:  Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.

“Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,” jelasnya.

“Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,” sambungnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Tragedi Ngaliwet di Garut: Cuma Gegara Sambal Asin, Paman Tega Tikam Keponakan Hingga Tewas

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.