Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Meroket, Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Senin, 15 Juni 2026 12:00 WIB

Alwi Farhan Menggila! Wakil China Dibantai, Indonesia Juara Australian Open 2026

Senin, 15 Juni 2026 11:32 WIB

Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Senin, 15 Juni 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Meroket, Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli
  • Alwi Farhan Menggila! Wakil China Dibantai, Indonesia Juara Australian Open 2026
  • Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan
  • Waspada Macet! Gelombang Demo Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini, Cek Titik Lokasi dan Jalur Alternatif
  • Transfer Sultan Ala Persib! Rayco Rodriguez dan Tommaso Cassandro Masuk Radar
  • Kesempatan Terbatas! Klaim Deretan Kode Redeem FF 15 Juni 2026 untuk Dapatkan Skin dan Bundle Premium Gratis
  • Dari Industri Dewasa ke Nuray Istiqbal: Kisah Hijrah Rae Lil Black Kini Dipertanyakan Netizen
  • Cek Katalog Promo Superindo 15-18 Juni 2026 Lengkap dengan Diskon 1 Hari dan Paket Borongan Murah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Lahar Hujan Berpotensi Aliri 25 Sungai, Pemprov Sumbar Akan Relokasi Warga

By SusanaKamis, 16 Mei 2024 22:39 WIB2 Mins Read
Banjir lahar hujan di Lembah Anai, Sumatera Barat. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat akan merelokasi masyarakat terkait adanya ancaman banjir lahar hujan akibat adanya endapan 1 juta meter kubik material vulkanik di gunung merapi.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, banjir lahar hujan itu berpotensi akan mengaliri 25 sungai yang berhulu di gunung merapi tersebut.

“Ketika kawasan-kawasan yang berisiko itu maka inilah yang kedepan kita akan adakan relokasi terhadap masyarakat sekitar sehingga kita akan bisa mengurangi resiko kematian ketika bencana itu hadir,” ucap Mahyeldi, Kamis (16/5/2024).

Mahyeldi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mencari lokasi aman untuk merelokasi para warga.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Tuan Rumah Gelaran World Water Forum ke-10: Bahas Isu Keadilan Air

“Tentu daerah yang jauh dari potensi tadi dan kemudian aman dan jaraknya tentunya lebih dari 100 meter di bibir sungai yang ada. Dan kemudian juga tanahnya padat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan kelayakan tempat relokasi untuk para warga.

“Sekarang ini kita lagi berkoordinasi untuk memastikan lokasi tersebut. Nanti akan kita lihat, kelayakan lokasi itu untuk kita bangunkan. Dan insya Allah kita sudah mulai berkoordinasi dengan kementerian PUPR yang akan membantu pembangunan untuk relokasi nantinya,” tuturnya.

Baca Juga:  Aceh Diguncang Gempa Kuat Magnitudo 6,3, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini masih terdapat 1 juta meter kubik material vulkanik yang berada di Gunung Marapi.

“Jadi saat erupsi gunung merapi, erupsi itu mengeluarkan material-material antara lain abu vulkanik dan batu-batu yang dilontarkan dalam kawah,” ucap Dwikorita, Kamis (16/5/2024).

“Dan kami di lapangan juga berkoordinasi dengan Badan Geologi serta Kementerian PUPR dan ditemukan informasi bahwa masih tersisa kurang lebih sekitar 1 juta meter kubik dari hasil erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Dwikorita mengungkapkan, endapan material vulkanik itu berukuran butir pasir-pasir halus dan juga bongkah-bongkah batuan yang hingga saat ini masih tertutup lereng tengah dan atas gunung merapi.

Baca Juga:  97 Gempa dan 225 Ribu Sambaran Petir, Januari 2026 Jadi Bulan Mencekam di Jawa Barat

Menurutnya, apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka akan berpotensi menjadi banjir lahar hujan.

“Apabila endapan itu tersapu oleh air hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat itu dapat terangkut menjadi suatu aliran pekat yang mengerosi, menggerus ke bawah sambil membawa bongkah-bongkah batuan,” jelasnya.

“Dan apabila ini sampai ke tempat yang landai atau dataran rendah di depan gunung tersebut akan terendapkan sebagai banjir lahar hujan,” sambungnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir lahar hujan BMKG Pemprov Sumatera Barat relokasi warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Waspada Macet! Gelombang Demo Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini, Cek Titik Lokasi dan Jalur Alternatif

Krisis SPMB Jabar 2026: Orang Tua Mengamuk, Pejabat Dicopot, Gubernur Cukup Minta Maaf?

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal Bansos Juni 2026 Keluar, Penerima Bisa Dapat hingga Rp2,7 Juta

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.