Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BKPB Pemuda Pancasila Layangkan Surat Keberatan ke Yayasan RSA

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 17 Oktober 2024 15:03 WIB3 Mins Read
BKPB PP layangkan surat keberatan ke Yayasan RSA. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Barat melayangkan surat keberatan kepada Yayasan Rumah Sakit Advent (RSA) terkait sikap arogansi dan dugaan pelecehan marwah terhadap Ormas PP.

Dugaan pelecehan ini muncul usai pihak PP meminta agar bisa bertemu langsung dengan pimpinan Yayasan RSA, namun tidak pernah digubris. Pertemuan itu bertujuan untuk mengklarifikasi beberapa hal terkait masalah yang terjadi setahun lalu.

Ketua Pengurus Wilayah BKPB PP Jawa Barat, Rezal W. MBA memaparkan kronologi kejadian tersebut. Di mana, kurang lebih setahun yang lalu pihaknya mendapatkan aduan dari polisi yang dilakukan oleh pihak Yayasan RSA.

“Kurang lebih setahun lalu, kami, ya, berlebihan jika dikatakan ditangkap. Tidak juga, tetapi ada aduan. Tiba-tiba, polisi datang dari Polsek yang saya lupa namanya, dan kami dipanggil ke rumah sakit. Mereka mengatakan ada aduan bahwa kami mau berdemonstrasi,” ujar Rezal usai menyerahkan surat keberatan ke yayasan RSA di Jl Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (17/10/2024).

Baca Juga:  Buntut Penyerangan Kantor Pemuda Pancasila, Ormas Jabar Ajak Seluruh Pihak Jaga Kondusivitas

“Saya meminta klarifikasi, mereka meminta ini secara resmi, jadilah itu repot. Namun, karena mereka butuh, kami buatkan. Justru dengan surat resmi tersebut, kami merasa diabaikan. Itu yang pertama. Sebenarnya, kami hanya meminta penjelasan kenapa kami diadukan,” lanjutnya.

Sayangnya, pihak RSA tak kunjung merespons surat yang dilayangkan PP. Hal ini dinilai menjadi sebuah pelecehan terhadap marwah ormas tersebut.

“Kami menerima kabar bahwa rumah sakit tersebut tidak berkenan bertemu dengan Pemuda Pancasila, dan bagi saya itu merupakan pelecehan,” ungkap Rezal.

Baca Juga:  MPW Pemuda Pancasila Jabar Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Dukung Pemberantasan Premanisme

Bahkan, BKPB PP telah mengirimkan surat resmi sebanyak dua kali, namun tak kunjung diindahkan Yayasan RSA.

“Akhirnya kami keluar untuk melakukan unjuk rasa. Biasanya, unjuk rasa seminggu selesai, tetapi saya sengaja membuat interval sekitar satu bulan dengan harapan ada gerakan,” katanya.

“Pada minggu ketiga, kami datang lagi. Saat itu, kami melihat ada indikasi yang kurang baik, dan terjadi insiden yang cukup ribut. Akhirnya, Dr Alvin di rumah sakit menengahi dan kami sepakat untuk bertemu pada tanggal 16, dengan syarat membatalkan aksi. Kami pun membatalkan gerakan tersebut,” ujar Rezal melanjutkan.

Selang beberapa hari, tanda-tanda perdamaian pun tak kunjung datang. Malah pihak Yayasan RSA seakan menantang dengan munculnya surat penolakan tawaran kerjasama.

Baca Juga:  Resmi Didukung Pemuda Pancasila, Dian Rahadian Optimis Cucu Sutara Jadi Ketum Kadin Jabar

“Komunikasi ini sepertinya ditutup. Yang pasti, terlepas dari asal-usul saya di bidang kesehatan, saya merasa setengah hati untuk bergerak karena rumah sakit seharusnya melayani masyarakat. Namun, kami tidak bisa mengabaikan organisasi yang saya pimpin. Kami sudah terlalu lama menunggu perjanjian ini. Sekarang posisi kami adalah menunggu, apakah mereka mau mengambil jalur A atau B,” tegas Rezal.

BKPB PP pun mengultimatum atas sikap arogansi Yayasan RSA tersebut yang dinilai sebagai suatu ekspresi kebencian dan melecehkan marwah ormas PP.

“Kami tidak akan berhenti mempertahan kan marwah kami. Karena marwah kami bukan sekedar slogan tetapi itu adalah komitmen kami bagi masyarakat, dan dilindungi UU di Indonesia,” tandasnya.

Editor: Aga Gustiana

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Pemuda Pancasila
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.