Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi

Rabu, 29 Juli 2026 09:06 WIB

Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal

Rabu, 29 Juli 2026 08:33 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Beli Emas Hari Ini? Simak Daftar Harga Perhiasan Terbaru 29 Juli 2026 Sebelum Naik Lagi
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
  • Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BKPB Pemuda Pancasila Layangkan Surat Keberatan ke Yayasan RSA

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 17 Oktober 2024 15:03 WIB3 Mins Read
BKPB PP layangkan surat keberatan ke Yayasan RSA. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana (BKPB) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Barat melayangkan surat keberatan kepada Yayasan Rumah Sakit Advent (RSA) terkait sikap arogansi dan dugaan pelecehan marwah terhadap Ormas PP.

Dugaan pelecehan ini muncul usai pihak PP meminta agar bisa bertemu langsung dengan pimpinan Yayasan RSA, namun tidak pernah digubris. Pertemuan itu bertujuan untuk mengklarifikasi beberapa hal terkait masalah yang terjadi setahun lalu.

Ketua Pengurus Wilayah BKPB PP Jawa Barat, Rezal W. MBA memaparkan kronologi kejadian tersebut. Di mana, kurang lebih setahun yang lalu pihaknya mendapatkan aduan dari polisi yang dilakukan oleh pihak Yayasan RSA.

“Kurang lebih setahun lalu, kami, ya, berlebihan jika dikatakan ditangkap. Tidak juga, tetapi ada aduan. Tiba-tiba, polisi datang dari Polsek yang saya lupa namanya, dan kami dipanggil ke rumah sakit. Mereka mengatakan ada aduan bahwa kami mau berdemonstrasi,” ujar Rezal usai menyerahkan surat keberatan ke yayasan RSA di Jl Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (17/10/2024).

“Saya meminta klarifikasi, mereka meminta ini secara resmi, jadilah itu repot. Namun, karena mereka butuh, kami buatkan. Justru dengan surat resmi tersebut, kami merasa diabaikan. Itu yang pertama. Sebenarnya, kami hanya meminta penjelasan kenapa kami diadukan,” lanjutnya.

Sayangnya, pihak RSA tak kunjung merespons surat yang dilayangkan PP. Hal ini dinilai menjadi sebuah pelecehan terhadap marwah ormas tersebut.

“Kami menerima kabar bahwa rumah sakit tersebut tidak berkenan bertemu dengan Pemuda Pancasila, dan bagi saya itu merupakan pelecehan,” ungkap Rezal.

Bahkan, BKPB PP telah mengirimkan surat resmi sebanyak dua kali, namun tak kunjung diindahkan Yayasan RSA.

“Akhirnya kami keluar untuk melakukan unjuk rasa. Biasanya, unjuk rasa seminggu selesai, tetapi saya sengaja membuat interval sekitar satu bulan dengan harapan ada gerakan,” katanya.

“Pada minggu ketiga, kami datang lagi. Saat itu, kami melihat ada indikasi yang kurang baik, dan terjadi insiden yang cukup ribut. Akhirnya, Dr Alvin di rumah sakit menengahi dan kami sepakat untuk bertemu pada tanggal 16, dengan syarat membatalkan aksi. Kami pun membatalkan gerakan tersebut,” ujar Rezal melanjutkan.

Selang beberapa hari, tanda-tanda perdamaian pun tak kunjung datang. Malah pihak Yayasan RSA seakan menantang dengan munculnya surat penolakan tawaran kerjasama.

“Komunikasi ini sepertinya ditutup. Yang pasti, terlepas dari asal-usul saya di bidang kesehatan, saya merasa setengah hati untuk bergerak karena rumah sakit seharusnya melayani masyarakat. Namun, kami tidak bisa mengabaikan organisasi yang saya pimpin. Kami sudah terlalu lama menunggu perjanjian ini. Sekarang posisi kami adalah menunggu, apakah mereka mau mengambil jalur A atau B,” tegas Rezal.

BKPB PP pun mengultimatum atas sikap arogansi Yayasan RSA tersebut yang dinilai sebagai suatu ekspresi kebencian dan melecehkan marwah ormas PP.

“Kami tidak akan berhenti mempertahan kan marwah kami. Karena marwah kami bukan sekedar slogan tetapi itu adalah komitmen kami bagi masyarakat, dan dilindungi UU di Indonesia,” tandasnya.

Editor: Aga Gustiana

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BKPB Pemuda Pancasila Yayasan RSA
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Begal

10 Hari Diburu Polisi, Begal Sadis Majalaya Akhirnya Tertangkap Usai Lukai Buruh Pabrik

Harga Bahan Pokok di Bandung Terpantau Stabil, Komoditas Cabai Kompak Turun

Heboh! Layar Videotron Publik Tiba-tiba Putar Konten Tak Senonoh

Fakta di Balik Video Viral Bendera Setengah Tiang di Tasikmalaya Jelang HUT RI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.