Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Memanas, Pendiri Cherrybelle Bongkar Fakta Mengejutkan?

Kamis, 4 Juni 2026 21:06 WIB

Authentic Blast Bandung: 6 Dekade Vans Dirayakan sebagai Simbiosis Liar Seni, Musik, dan Skate

Kamis, 4 Juni 2026 20:46 WIB

Maxwell Souza Resmi Tinggalkan Persija, Akankah Sang Striker Merapat ke Persib?

Kamis, 4 Juni 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Konflik Sarwendah dan Ruben Onsu Memanas, Pendiri Cherrybelle Bongkar Fakta Mengejutkan?
  • Authentic Blast Bandung: 6 Dekade Vans Dirayakan sebagai Simbiosis Liar Seni, Musik, dan Skate
  • Maxwell Souza Resmi Tinggalkan Persija, Akankah Sang Striker Merapat ke Persib?
  • Musim Kemarau 2026, Seluruh Kelurahan di Cimahi Berpotensi Alami Krisis Air Bersih
  • Detik-Detik Truk Tangki Terbakar di Cisumdawu, Arus Lalu Lintas Tersendat
  • GBLA Dibongkar Total demi Standar Asia, Persib Bandung Bersiap Jadi Musafir?
  • Meski Dunia Gelap Gulita, Mantan Musisi Ini Sukses Jadi Barista Handal, Omzet Jutaan!
  • Federico Barba Jadi Rebutan Klub Eropa, Sampdoria Siap Bajak Bek Andalan Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem di Bandung, Begini Prediksinya!

By SusanaKamis, 19 Maret 2026 16:23 WIB2 Mins Read
Ilustrasi suhu panas. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca panas ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir di Bandung dan sejumlah wilayah Indonesia. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @infobmkg, Rabu (18/3/2026).

BMKG menegaskan bahwa kondisi panas yang dirasakan masyarakat merupakan fenomena normal dan rutin setiap tahun, terutama pada periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Faktor Astronomi: Matahari Mendekati Ekuator

Secara ilmiah, salah satu faktor utama adalah posisi Matahari yang semakin dekat dengan garis ekuator. Fenomena ini meningkatkan intensitas radiasi Matahari yang diterima permukaan bumi.

Baca Juga:  Musim Kemarau 2026, Seluruh Kelurahan di Cimahi Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

“Jaraknya yang seolah ‘tegak lurus’ di atas kepala bikin suhu udara melonjak,” tulis BMKG dalam unggahannya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Saat Matahari tampak berada tepat di atas kepala, suhu udara meningkat signifikan, membuat cuaca terasa sangat panas, terutama di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Faktor Meteorologi: Berkurangnya Tutupan Awan

Selain faktor astronomi, BMKG juga menyebut fenomena meteorologi sebagai penyebab. Berkurangnya tutupan awan membuat radiasi Matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan, sehingga memperkuat efek panas yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Bandung Siapkan Distribusi Air Bersih

Kombinasi faktor astronomi dan meteorologi ini terjadi bersamaan dengan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, yang dikenal sebagai periode puncak panas tahunan.

Gerak Semu Tahunan Matahari dan Prediksi Puncak Panas

BMKG menjelaskan fenomena ini berkaitan dengan Gerak Semu Tahunan Matahari, yaitu pergerakan Matahari dari belahan bumi selatan menuju belahan utara.

Peristiwa ini diprediksi akan mencapai puncak antara 21–23 Maret 2026, saat Matahari tepat berada di atas garis ekuator. Intensitas penyinaran Matahari akan meningkat, sehingga suhu udara diperkirakan semakin panas.

Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Baca Juga:  Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Bandung Siapkan Distribusi Air Bersih

BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas ekstrem:

  • Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Lindungi kulit dari paparan sinar UV langsung
  • Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat
  • Batasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari jika tidak penting

Penerapan langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak panas ekstrem dan menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Memahami fenomena ini sebagai siklus tahunan yang wajar juga membantu masyarakat lebih siap menghadapi cuaca panas menyengat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG cuaca panas cuaca panas ekstrem Bandung fenomena astronomi panas musim kemarau 2026 suhu udara tinggi Indonesia tips menghadapi panas ekstrem
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Authentic Blast Bandung: 6 Dekade Vans Dirayakan sebagai Simbiosis Liar Seni, Musik, dan Skate

Musim Kemarau 2026, Seluruh Kelurahan di Cimahi Berpotensi Alami Krisis Air Bersih

Detik-Detik Truk Tangki Terbakar di Cisumdawu, Arus Lalu Lintas Tersendat

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana

Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.