bukamata.id – Persib Bandung saat ini tengah berada dalam fase krusial masa persiapan pramusim. Menatap gelaran Piala Presiden 2026 yang akan bergulir akhir Juli nanti, sang juru taktik, Igor Tolic, tampak semakin serius mematangkan skema permainan Maung Bandung. Fokus utama kini bukan lagi sekadar fisik, melainkan kedalaman taktik dan harmonisasi komunikasi antarpemain.
Turnamen pramusim ini menjadi panggung perdana bagi Tolic untuk menunjukkan taringnya sejak menukangi tim kebanggaan Bobotoh tersebut. Baginya, turnamen ini adalah laboratorium penting untuk membentuk identitas permainan tim sebelum terjun ke jadwal domestik yang padat hingga pentas Asia.
Mengasah Ketajaman di Depan “Blok Rendah”
Igor mengungkapkan bahwa tim pelatih sedang menaruh perhatian khusus pada skenario permainan yang akan dihadapi dalam tiga laga awal di Piala Presiden nanti. Baginya, kemampuan pemain dalam mengorganisasi pertahanan dan transisi serangan adalah harga mati.
“Jadi kami sedang mencoba mempersiapkan tim untuk tiga pertandingan mulai tanggal 25. Jadi pada dasarnya latihan ini adalah tentang komunikasi, bagaimana kami bertahan bersama dan bagaimana kami akan melakukan serangan balik bersama-sama. Dan juga bagaimana kami menyerang menghadapi blok rendah,” kata Igor, Kamis (16/7/2026).
Menghadapi tim yang bermain defensif atau “blok rendah” diakui Tolic sebagai salah satu pekerjaan rumah tersulit dalam sepak bola saat ini. Oleh karena itu, ia memberikan materi ini sejak awal agar anak asuhnya memiliki waktu adaptasi yang panjang.
“Menyerang melawan blok rendah adalah hal tersulit dalam sepak bola, jadi kami memulainya sangat awal sehingga kami punya waktu lima-enam minggu untuk memecahkan beberapa masalah dan meningkatkan komunikasi dalam menyerang melawan blok penuh dengan 10 pemain di belakang. Jadi inilah topik sesi latihan kali ini,” ujarnya.
Pertahanan Solid dan Kemandirian Pemain
Selain mempertajam lini depan, pelatih asal Kroasia ini juga menekankan pentingnya organisasi pertahanan yang kokoh di dalam kotak penalti. Tolic ingin setiap pemain memiliki pemahaman posisi yang presisi untuk meredam serangan lawan.
“Dan kami juga harus belajar bagaimana bertahan di dalam kotak penalti agar tidak kebobolan, jadi ini adalah topik lainnya. Keduanya saling melengkapi, sehingga kami melakukannya di sesi latihan yang sama. Para pemain bekerja keras,” ucapnya.
Satu hal yang paling membuat Tolic terkesan adalah mulai munculnya inisiatif dari para pemain di atas lapangan. Ia merasa komunikasi yang mulai cair membuat pemain tidak lagi bergantung penuh pada instruksi pelatih dari pinggir lapangan, yang justru menjadi sinyal positif bagi perkembangan tim.
“Hari ini saya melihat berkali-kali mereka saling berkomunikasi. Mereka mencoba mengorganisasi permainan sendiri yang mana merupakan hal terbaik karena sebagai pelatih kami tidak bermain, para pemainlah yang bermain. Jadi semakin mereka mampu mengatur diri mereka sendiri di lapangan, kami akan tampil lebih baik,” tuturnya.
Menjelang laga pembuka, agenda Persib kini mulai menyempit ke fase persiapan akhir. Setelah menyelesaikan sesi latihan intensif, seluruh pemain dijadwalkan menjalani rangkaian pemeriksaan medis guna memastikan kondisi puncak mereka sebelum bertempur di turnamen.
“Jadi pada dasarnya inilah topiknya. Kami akan melanjutkan ini besok dan lusa, kemudian kami melakukan beberapa pemeriksaan medis dan kami punya dua-tiga hari untuk persiapan pertandingan pertama,” pungkas Igor.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










