Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Jumat, 25 September 2026 14:43 WIB

Bukan Tak Ada Listrik! Becak Listrik Bandung Masih Terkendala Penempatan Charger

Jumat, 25 September 2026 14:23 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Akurasi Data Penyaluran, Penerima Bansos Segera Diverifikasi Pakai Pemindai Wajah

Jumat, 25 September 2026 14:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral
  • Bukan Tak Ada Listrik! Becak Listrik Bandung Masih Terkendala Penempatan Charger
  • Akurasi Data Penyaluran, Penerima Bansos Segera Diverifikasi Pakai Pemindai Wajah
  • Anak di Gunung Sindur Bogor Tega Bunuh Ayah Kandung, Terbongkar Lewat Ekshumasi
  • Dipinjamkan Persib, Dion Markx Malah Meledak! 3 Laga Jadi Starter, Kini Dilirik Timnas
  • Indonesia vs Singapura Malam Ini! Cek Prediksi Line Up dan Skor FIFA ASEAN Cup 2026
  • Erwin Mengaku Tak Lagi Dilibatkan Kegiatan Pemkot, Farhan: Pembagian Tugas Clear
  • Bocah Ajaib dari Papua! Kenalin Mikhayla, Wonderkid Skateboard Indonesia Jadi Atlet Termuda di Asian Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 25 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bos Koi Hartono Soekwanto Bawa Trofi Boyolali Tembus Dunia Koi Jepang

By Aga GustianaSenin, 4 Agustus 2025 09:34 WIB2 Mins Read
Bos Koi Hartono Soekwanto
Foto Hartono Soekwanto memegang atau berada di dekat trofi emas. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karya pengrajin lokal Boyolali kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Di balik pencapaian ini, sosok Bos Koi Hartono Soekwanto memainkan peran kunci. Trofi buatan tangan dari UMKM Boyolali kini resmi menjadi simbol kemenangan di ajang bergengsi World Nishikigoi Club (WNC), sebuah komunitas pencinta koi global yang berbasis di Hiroshima, Jepang.

Hartono Soekwanto, figur sentral dalam dunia koi Indonesia dan internasional, memprakarsai kolaborasi antara desainer lokal dan pengrajin tembaga-kuningan untuk mewujudkan trofi prestisius tersebut.

“Ini bukan sekadar piala, tapi karya seni anak bangsa. Desainnya dari Pak Heri, finishing-nya di Cijera, dibuat oleh pengrajin Boyolali. Semuanya handmade,” ujar Hartono kepada media, Jumat (1/8/2025).

Trofi berlapis emas 24 karat ini menjadi first of its kind di dunia koi. Menggunakan bahan logam kuningan dan tembaga yang ditempa secara manual, trofi ini didesain menyerupai Piala Dunia sebagai simbol keinginan Indonesia untuk bersaing di level tertinggi—even dalam dunia hobi.

“Dengan piala ini, level kompetisi koi di Hiroshima langsung naik kelas. Ini membuat kita sejajar dengan negara-negara besar,” tambah Hartono.

Estetika dan Filosofi Breeding dalam Trofi Emas

Di balik desain artistik trofi tersebut, berdirilah Heri Pujianto, desainer sekaligus pengrajin asal Boyolali yang juga pernah membuat karya interior untuk kediaman Hartono. Ia menyematkan filosofi breeding ikan koi dalam desainnya—melambangkan keseimbangan, kehidupan, dan keberlanjutan.

“Unsur air, sepasang ikan, dan elemen natural kami hadirkan agar sesuai dengan spirit koi: berkembang untuk memberi manfaat bagi banyak orang,” jelas Heri.

Trofi ini dibuat sepenuhnya dengan tangan (100% handmade), tanpa proses cetak pabrik. Proses pembuatannya melibatkan pengrajin lokal dari kampungnya sendiri di Boyolali, yang dikenal sebagai sentra logam tempa berkualitas tinggi.

“Handmade itu punya nilai lebih. Karena di dalamnya ada rasa, ada jiwa. Campur tangan manusianya tinggi, dan tiap piala dikerjakan dengan teliti selama tiga bulan,” tambah Heri.

Prestasi Berulang di Panggung Internasional

Ini bukan kali pertama karya lokal mendapat pengakuan dunia. Sejak 2012, piala buatan tangan dari Boyolali sudah rutin dikirim ke Jepang untuk berbagai event komunitas koi. Tahun lalu saja, lebih dari 600 unit trofi dari Indonesia digunakan di berbagai kelas kompetisi.

“Dulu kita belajar dari Jepang, sekarang Jepang pakai karya kita. Ini luar biasa,” ujar Bos Koi Hartono Soekwanto dengan bangga.

Inisiatif Hartono menunjukkan bahwa kolaborasi antara desainer, UMKM lokal, dan penggerak komunitas dapat menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tapi juga bermakna. Lebih dari sekadar trofi, ini adalah simbol kebanggaan nasional dan kemajuan industri kreatif daerah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Akurasi Data Penyaluran, Penerima Bansos Segera Diverifikasi Pakai Pemindai Wajah

Ilustrasi emas antam

Emas Antam Mendadak Turun Rp15.000, Ini Daftar Harga Terbarunya Lengkap

Baru Nikah Langsung Dihujat? Fakta di Balik Wedding Kiss Andre Taulany & Amanda Rigby

BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Panduan Lengkap Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP Beserta Prosedur Alternatifnya

Surga Pencinta Donat! 5 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba

Menjelajah Kelezatan Kuliner Malam di Cirebon: 8 Rekomendasi Tempat Makan Legendaris Paling Dicari

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.