Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Jadi Bagian Persib, Ikhwan Ali Tanamal Ungkap Perasaan Usai Jalani Debut Lawan Arema FC

Senin, 27 Juli 2026 15:46 WIB

Praperadilan Ditolak PN Bandung, Status Tersangka Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Sah

Senin, 27 Juli 2026 15:04 WIB

Bukan Cuma Repot, Ini Kelewatan! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!

Senin, 27 Juli 2026 14:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Jadi Bagian Persib, Ikhwan Ali Tanamal Ungkap Perasaan Usai Jalani Debut Lawan Arema FC
  • Praperadilan Ditolak PN Bandung, Status Tersangka Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Sah
  • Bukan Cuma Repot, Ini Kelewatan! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!
  • Meta Mundur! Rencana Langganan Rp330 Ribu untuk Kacamata Pintar Ray-Ban Batal
  • Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng
  • Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Tayang di TV Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Debut di Piala Presiden 2026 Berbuah Manis, Nazriel Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib
  • Buruan Klaim! 7 Kode Redeem FF Hari Ini Bisa Dapat Skin Senjata hingga Emote Eksklusif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Cuma Repot, Ini Kelewatan! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!

By SusanaSenin, 27 Juli 2026 14:56 WIB7 Mins Read
Terungkap alasan sapi dibawa naik Gunung Rinjani hingga disembelih di Goa Susu. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

BUKAN CUMA REPOT, INI KELEWATAN! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!

PENDENDAKI SULTAN BIKIN ULAH?! BAWA SAPI HIDUP KE RINJANI

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan seekor sapi dibawa melintasi jalur pendakian Gunung Rinjani kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Rekaman tersebut memancing rasa penasaran sekaligus kritik dari warganet setelah diketahui hewan itu akhirnya disembelih di kawasan Goa Susu, salah satu titik ikonik di sekitar Danau Segara Anak.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana seekor sapi dipaksa melewati jalur berbatu dan menanjak di Jalur Torean, salah satu rute pendakian Gunung Rinjani yang dikenal memiliki panorama indah sekaligus medan paling menantang.

Belakangan terungkap, sapi itu bukan dibawa tanpa tujuan. Hewan tersebut merupakan bagian dari logistik konsumsi untuk rombongan pendakian yang terdiri dari 10 tamu dan 14 porter.

Namun, rencana membawa sapi hingga lokasi perkemahan tidak berjalan sesuai harapan.

Medan Ekstrem Jalur Torean Membuat Perjalanan Sapi Terhenti

Menyiapkan logistik untuk pendakian di Gunung Rinjani memang bukan pekerjaan sederhana. Jalur yang panjang, tanjakan curam, bebatuan licin, hingga kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat seluruh kebutuhan logistik harus diperhitungkan secara matang.

Dalam pendakian tersebut, rombongan berupaya membawa seekor sapi hidup melalui Jalur Torean sebagai persediaan konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Akan tetapi, perjalanan sapi akhirnya harus dihentikan ketika rombongan tiba di kawasan Cikararat atau Goa Susu.

Lokasi tersebut berada di sekitar kawasan Danau Segara Anak dan dikenal sebagai salah satu titik favorit pendaki karena memiliki sumber uap panas alami yang keluar dari celah-celah bebatuan vulkanik.

Melihat kondisi medan yang semakin berat dan tidak memungkinkan dilalui oleh sapi, rombongan akhirnya mengambil keputusan untuk menyembelih hewan tersebut di lokasi.

Daging sapi kemudian diolah menjadi konsumsi bagi seluruh anggota rombongan selama berada di kawasan Gunung Rinjani.

Video Viral Picu Beragam Reaksi Warganet

Setelah video tersebut beredar luas, kolom komentar media sosial dipenuhi beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian menilai membawa sapi hidup ke jalur pendakian merupakan tindakan yang merepotkan dan tidak lazim dilakukan saat mendaki gunung.

Komentar tersebut dikutip dari unggahan Instagram @gedflip.

“Naik gunung sebisa mungkin nyari yang praktis. Eh orang berduit datang dengan keribetannya,” tulis akun @cho***.

Warganet lain menyoroti kondisi sapi yang harus melewati jalur pendakian sebelum akhirnya disembelih.

“Ditarik sana sini, disuruh naik gunung, sampai di puncak disembelih. Ribet banget jadi orang,” tulis akun @cmd***.

Sementara komentar lainnya mempertanyakan aspek perlakuan terhadap hewan sebelum proses penyembelihan.

“Masih bisa dibilang halal enggak ya dagingnya? Soalnya kayak ‘disiksa’ dulu sebelum disembelih,” tulis akun @dea***.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan beragam sudut pandang masyarakat, mulai dari persoalan etika membawa hewan ke kawasan konservasi, kesejahteraan hewan, hingga tata cara pendakian yang dinilai semestinya lebih ramah lingkungan.

Balai TNGR: Video Itu Kejadian Lama dan Melanggar SOP

Menanggapi viralnya video tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memberikan penjelasan resmi.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, membenarkan bahwa video tersebut memang diambil di kawasan Gunung Rinjani.

Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut bukan kejadian baru, melainkan berlangsung sekitar satu tahun lalu.

“Peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berlangsung sekitar satu tahun lalu dan telah menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Astekita, tindakan membawa hewan ternak ke jalur pendakian tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ia menegaskan aktivitas tersebut termasuk pelanggaran terhadap Standard Operating Procedure (SOP) Pendakian.

“Perlu kami sampaikan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan SOP Pendakian yang berlaku,” tegasnya.

Membawa Hewan dan Menyembelih di Kawasan Taman Nasional Dilarang

Balai TNGR menegaskan bahwa kawasan konservasi memiliki aturan ketat untuk menjaga kelestarian ekosistem.

Karena itu, membawa hewan ternak ke dalam kawasan pendakian, terlebih melakukan penyembelihan di area taman nasional, tidak diperbolehkan.

Imbauan tersebut berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pendakian, mulai dari calon pendaki, porter, pemandu wisata (guide), Trekking Organizer (TO), hingga masyarakat sekitar kawasan.

“Kami mengimbau untuk tidak membawa binatang atau satwa ke dalam kawasan. Apalagi memotongnya di dalam kawasan karena melanggar SOP,” kata Astekita.

Aturan tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan, mencegah gangguan terhadap satwa liar, serta melindungi ekosistem yang ada di Gunung Rinjani.

Pengawasan Jalur Pendakian Akan Diperketat

Balai TNGR menyatakan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem pengawasan di seluruh jalur pendakian.

Pihak pengelola akan memperkuat patroli rutin guna mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa mendatang.

Langkah tersebut juga mencakup evaluasi terhadap mekanisme pemeriksaan logistik di pintu masuk pendakian agar setiap aktivitas sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami akan meningkatkan pengawasan dan patroli rutin untuk mencegah pelanggaran terjadi,” tegas Astekita.

Selain memperketat pengawasan, TNGR juga mengajak masyarakat, porter, pemandu wisata, serta pelaku usaha pendakian untuk ikut berperan aktif menjaga kawasan konservasi.

Partisipasi publik dinilai penting agar setiap dugaan pelanggaran dapat segera dilaporkan sehingga kelestarian Gunung Rinjani tetap terjaga.

Mengenal Gunung Rinjani, Gunung Berapi Ikonik di Lombok

Gunung Rinjani merupakan salah satu gunung berapi aktif paling terkenal di Indonesia yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan ketinggian mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Rinjani menjadi gunung tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya di Papua.

Keindahan alam Gunung Rinjani membuat kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki dari dalam maupun luar negeri. Gunung ini dikenal memiliki panorama luar biasa, mulai dari hamparan savana luas, hutan tropis, jalur pendakian menantang, hingga Danau Segara Anak yang berada di dalam kawasan kaldera Rinjani.

Gunung Rinjani berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), wilayah konservasi yang mencakup beberapa kabupaten di Pulau Lombok, yaitu Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Selain memiliki nilai wisata, Gunung Rinjani juga memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar karena menjadi bagian dari ekosistem alam yang menjaga keseimbangan lingkungan di Pulau Lombok.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani yang Menantang

Gunung Rinjani memiliki sejumlah jalur pendakian resmi dengan karakter medan yang berbeda-beda. Setiap jalur menawarkan pengalaman tersendiri bagi para pendaki.

Jalur Sembalun menjadi salah satu jalur paling populer karena menawarkan pemandangan padang savana yang luas. Jalur ini banyak dipilih pendaki yang ingin menuju puncak Rinjani karena memiliki pemandangan terbuka sejak awal perjalanan.

Sementara itu, Jalur Senaru terkenal dengan suasana hutan tropis yang lebat dan menjadi salah satu akses utama menuju Danau Segara Anak. Jalur ini menawarkan pengalaman berjalan di tengah pepohonan hijau dengan udara pegunungan yang sejuk.

Selain Sembalun dan Senaru, terdapat pula Jalur Torean yang belakangan menjadi sorotan setelah video sapi dibawa naik Gunung Rinjani viral di media sosial. Jalur Torean dikenal memiliki panorama alam yang indah, tetapi juga memiliki medan yang cukup ekstrem dengan jalur berbatu, tanjakan curam, serta beberapa bagian yang membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Karakter medan inilah yang membuat aktivitas membawa logistik dalam jumlah besar, termasuk hewan ternak, menjadi tantangan tersendiri dan berpotensi melanggar aturan kawasan konservasi.

Pesona Danau Segara Anak dan Goa Susu Gunung Rinjani

Salah satu daya tarik utama Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak. Danau dengan air berwarna biru kehijauan ini berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dan menjadi lokasi favorit pendaki untuk beristirahat.

Di sekitar kawasan Danau Segara Anak terdapat beberapa lokasi menarik, salah satunya Goa Susu atau kawasan Cikararat yang dikenal memiliki sumber uap panas alami dari aktivitas vulkanik Gunung Rinjani.

Namun, sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, seluruh aktivitas di area tersebut tetap harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola. Termasuk larangan membawa hewan ternak maupun melakukan penyembelihan di dalam kawasan konservasi.

Keindahan Gunung Rinjani tidak hanya terletak pada puncaknya, tetapi juga pada kekayaan alam dan budaya yang ada di sekitarnya. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna serta memiliki nilai penting bagi masyarakat lokal Lombok.

Karena itu, setiap aktivitas di Gunung Rinjani harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip pendakian ramah lingkungan. Pendaki, porter, maupun penyedia jasa wisata diharapkan dapat menjaga kebersihan, menaati aturan, dan menghormati kawasan konservasi.

Pendakian Bukan Sekadar Mencapai Puncak

Kasus viral sapi di Jalur Torean kembali mengingatkan bahwa aktivitas pendakian bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menghormati aturan yang berlaku di kawasan konservasi.

Gunung Rinjani merupakan salah satu taman nasional yang memiliki nilai ekologis tinggi. Setiap aktivitas di dalamnya harus mempertimbangkan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan.

Viralnya video tersebut menjadi pengingat bahwa logistik pendakian, seberat apa pun kebutuhannya, tetap harus disesuaikan dengan regulasi pengelola kawasan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun pelanggaran terhadap aturan konservasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gunung Rinjani viral logistik pendakian Gunung Rinjani sapi disembelih di Goa Susu sapi naik Gunung Rinjani
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Praperadilan Ditolak PN Bandung, Status Tersangka Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Sah

Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng

Bikin Syok! Bebas Penjara, Setya Novanto Tiba-tiba Ikut Pesta K-Pop BTS Super Mewah!

Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga

Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!

Alasan Kesehatan di Balik Mundurnya Perry Warjiyo dari Kursi Gubernur BI

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.