Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

Jumat, 20 Februari 2026 21:25 WIB
knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Jumat, 20 Februari 2026 21:20 WIB

Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya

Jumat, 20 Februari 2026 21:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026
  • Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong
  • Bukan Pilih Kasih! Okie Agustina Bongkar Alasan Pilu di Balik ‘Insiden Kue’ Ultah Nasha Anaya
  • Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur
  • Link Video Botol Golda No Sensor Ramai Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran
  • Berani Banget! Bule Prancis di Lombok Tantang Warga hingga Polisi Gara-gara Suara Ngaji
  • Ketahuan ‘Goreng Saham’, Influencer Belvin Tannadi Didenda OJK Rp5,35 Miliar
  • Sempat Diamankan Polisi, Kasus ART Aniaya Anak di Ujungberung Berakhir Mediasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 20 Februari 2026 21:05 WIB2 Mins Read
Viral mural di Cianju. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video yang diunggah akun Instagram @cipanas_melawan pada Kamis (19/2/2026) viral di media sosial. Rekaman tersebut disebut dikirimkan oleh sekelompok pemuda yang mulai bergerak dan bersuara terkait isu lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur.

Dalam unggahan itu, kelompok tersebut menyampaikan pesan peringatan melalui caption panjang yang berisi kritik terhadap kondisi demokrasi dan lingkungan. Mereka menilai suara masyarakat harus didengar, terutama ketika rakyat mulai enggan berbicara atau mengeluh.

“Jika rakyat pergi ketika penguasa berpidato, kita mesti berhati-hati. Barangkali rakyat sudah putus asa,” tulis mereka. Pesan tersebut juga menyinggung pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan usulan masyarakat agar kebenaran tidak terancam.

Video tersebut memperlihatkan mural bertuliskan “Jabar Istimewa?” yang disertai pesan tentang kelestarian lingkungan. Mereka menilai keistimewaan tidak cukup hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap rakyat dan alam.

Baca Juga:  Hapus PPDB Jika Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Pemimpin Mengistimewakan Rakyatnya

Menurut kelompok tersebut, gunung bukan sekadar proyek pembangunan. Mereka menyoroti ancaman terhadap aliran air, ruang hidup petani, serta kerusakan lingkungan yang dinilai berpotensi terjadi akibat proyek energi panas bumi.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kegelisahan atas konflik ekologis di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kawasan tersebut dinilai memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan sumber air bagi ribuan warga.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

Mereka menegaskan, Gunung Gede Pangrango bukan sekadar lanskap pegunungan, melainkan wilayah konservasi strategis yang harus dijaga dari risiko kerusakan lingkungan maupun konflik sosial.

Tulisan “Di Cari Penjaga Hutan Jawa Barat” dalam mural disebut sebagai sindiran sekaligus seruan moral. Kelompok pemuda itu mempertanyakan siapa pihak yang benar-benar menjaga hutan dan berdiri di garis depan ketika kawasan ekologis dipertaruhkan.

Mereka menegaskan aksi mural tersebut bukan vandalisme tanpa makna, melainkan bentuk ekspresi generasi muda yang melihat adanya ketidaksesuaian antara narasi perlindungan lingkungan dan praktik pembangunan.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

Kelompok itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya agar hutan tidak diperlakukan sebagai ruang kosong untuk investasi tanpa batas. Mereka menekankan gunung bukan sekadar titik koordinat proyek, dan air tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas.

Tagar “Save Gede Pangrango” dalam kampanye tersebut disebut bukan sekadar simbol, melainkan peringatan. Mereka menegaskan generasi muda akan terus mengawal isu lingkungan dan mencatat setiap kebijakan yang berpotensi mengancam kelestarian alam di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cipanas Melawan gunung gede pangrango Jabar Istimewa Lingkungan Cianjur Save Gede Pangrango
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

knalpot brong

Wajib Teken Materai! Syarat Baru Masuk Sekolah di Jabar: Dilarang Bawa Motor hingga Knalpot Brong

Berani Banget! Bule Prancis di Lombok Tantang Warga hingga Polisi Gara-gara Suara Ngaji

Ketahuan ‘Goreng Saham’, Influencer Belvin Tannadi Didenda OJK Rp5,35 Miliar

Sempat Diamankan Polisi, Kasus ART Aniaya Anak di Ujungberung Berakhir Mediasi

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Bojongsoang, Puluhan Ribu Butir Disita

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.