Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama

Minggu, 12 April 2026 19:55 WIB

Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal

Minggu, 12 April 2026 19:00 WIB

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Minggu, 12 April 2026 18:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gol Tandukan Mematikan! Persib Unggul 1-0 atas Bali United di Babak Pertama
  • Inilah Starter Persib vs Bali United, Beckham Tersingkir dari Line Up Awal
  • Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang
  • Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ di Dapur Bikin Heboh, Ternyata Ada Fakta Mengerikan
  • Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat
  • Siap-siap Drama! Persib vs Bali United, Adu Serang yang Tak Terhindarkan
  • HEBOH! Netizen Dibuat Penasaran, Fakta Sebenarnya Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Akhirnya Terungkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Vandalisme Biasa! Rahasia di Balik Mural ‘Dicari Penjaga Hutan Jabar’ yang Viral di Cianjur

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 20 Februari 2026 21:05 WIB2 Mins Read
Viral mural di Cianju. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video yang diunggah akun Instagram @cipanas_melawan pada Kamis (19/2/2026) viral di media sosial. Rekaman tersebut disebut dikirimkan oleh sekelompok pemuda yang mulai bergerak dan bersuara terkait isu lingkungan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur.

Dalam unggahan itu, kelompok tersebut menyampaikan pesan peringatan melalui caption panjang yang berisi kritik terhadap kondisi demokrasi dan lingkungan. Mereka menilai suara masyarakat harus didengar, terutama ketika rakyat mulai enggan berbicara atau mengeluh.

“Jika rakyat pergi ketika penguasa berpidato, kita mesti berhati-hati. Barangkali rakyat sudah putus asa,” tulis mereka. Pesan tersebut juga menyinggung pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan usulan masyarakat agar kebenaran tidak terancam.

Video tersebut memperlihatkan mural bertuliskan “Jabar Istimewa?” yang disertai pesan tentang kelestarian lingkungan. Mereka menilai keistimewaan tidak cukup hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap rakyat dan alam.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siap Bahas RPJMD 2025–2029, Fokus Kawal Program Dedi-Erwan

Menurut kelompok tersebut, gunung bukan sekadar proyek pembangunan. Mereka menyoroti ancaman terhadap aliran air, ruang hidup petani, serta kerusakan lingkungan yang dinilai berpotensi terjadi akibat proyek energi panas bumi.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kegelisahan atas konflik ekologis di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kawasan tersebut dinilai memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan sumber air bagi ribuan warga.

Baca Juga:  Mengingat Lagi 9 Program Unggulan Dedi Mulyadi untuk Membangun Jabar Istimewa

Mereka menegaskan, Gunung Gede Pangrango bukan sekadar lanskap pegunungan, melainkan wilayah konservasi strategis yang harus dijaga dari risiko kerusakan lingkungan maupun konflik sosial.

Tulisan “Di Cari Penjaga Hutan Jawa Barat” dalam mural disebut sebagai sindiran sekaligus seruan moral. Kelompok pemuda itu mempertanyakan siapa pihak yang benar-benar menjaga hutan dan berdiri di garis depan ketika kawasan ekologis dipertaruhkan.

Mereka menegaskan aksi mural tersebut bukan vandalisme tanpa makna, melainkan bentuk ekspresi generasi muda yang melihat adanya ketidaksesuaian antara narasi perlindungan lingkungan dan praktik pembangunan.

Baca Juga:  Miris! Pendaki Gunung Gede Pangrango Buang Celana Dalam di Edelweiss hingga Cemari Mata Air

Kelompok itu juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya agar hutan tidak diperlakukan sebagai ruang kosong untuk investasi tanpa batas. Mereka menekankan gunung bukan sekadar titik koordinat proyek, dan air tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas.

Tagar “Save Gede Pangrango” dalam kampanye tersebut disebut bukan sekadar simbol, melainkan peringatan. Mereka menegaskan generasi muda akan terus mengawal isu lingkungan dan mencatat setiap kebijakan yang berpotensi mengancam kelestarian alam di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cipanas Melawan gunung gede pangrango Jabar Istimewa Lingkungan Cianjur Save Gede Pangrango
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tuntut Keadilan, Advokat Desak Kejari Bongkar Tuntas Skandal Proyek Ambulans RSUD Subang

Di Balik Jabatan Ketua DPRD Gowa: Usia 25 Tahun, Harta 5 Miliar, Tapi Public Speaking Disorot?

Gedung Sate dan Gasibu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terpadu Ikonik Jawa Barat

Dikasih Kebun Sawit Malah Ngelunjak! Istri Bongkar Borok Suami: Diduga Selingkuh dan Gadein Surat Tanah Keluarga!

Aksi Senyap 20 Tahun Terhenti! Polisi Tangkap ‘Ki Bedil’, Perakit Senjata Ilegal Kelas Atas

Cuma Pakai Karung ke Sekolah! Bocah SD Ini Terpaksa ‘Ngebadut’ Demi Obat Mamah

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.