Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Kamis, 28 Mei 2026 14:35 WIB

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 14:35 WIB

Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar

Kamis, 28 Mei 2026 14:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!
  • Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo
  • Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar
  • Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858
  • Hati-Hati! Link Video Rok Hijau Viral Disebut Banyak Mengandung Malware
  • Tolak Tawaran Klub Lain, Bojan Hodak Tetap Setia Mengabdi untuk Persib
  • Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara
  • Rumor Panas! Maxwell Souza Dikaitkan dengan Persib, Nasib Masih Abu-abu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung hingga Monas, Ribuan Mahasiswa Suarakan ‘Indonesia Gelap’

By Putra JuangSelasa, 18 Februari 2025 01:00 WIB2 Mins Read
Aksi unjuk rasa 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: NU Online/Suwitno)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bukan hanya di Kota Bandung, aksi unjung rasa ‘Indonesia Gelap’ juga digelar ribuan mahasiswa di Patung Kuda, kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).

Juru Bicara Aksi, Tegar Afriansyah mengatakan bahwa pihaknya menyerukan agar pemerintah merevisi beberapa keputusan, di antaranya terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.

“Itu sebetulnya poin yang kita highlight pada hari ini. Poin-poin lainnya adalah runtutan dari poin pertama, seperti pengesahan UU Minerba dan lainnya,” ucap Tegar, dikutip laman NU Online.

Dalam orasinya, salah satu koordinator aksi mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiri sejak siang hingga malam. Namun, pihak pemerintah masih belum membuka komunikasi dengan ribuan mahasiswa itu.

Baca Juga:  Polisi Sebut Mahasiswa yang Akhiri Hidup di Kamar Kost Diduga Alami Depresi

“Kami mencoba membuka dialog, tapi dialognya di luar. Tidak ada yang menemui kita. Jangan sampai di antara kita ada yang masuk ke dalam istana tanpa koordinasi dari teman-teman yang berada di sini,” ungkapnya di atas mobil pengeras suara.

Perwakilan BEM-SI lainnya juga mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan menunjukkan ketidakpekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka menuntut agar pemerintah lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas kegiatan seremonial yang dinilai kurang urgensinya.

Baca Juga:  Gelar Unjuk Rasa, Driver Grab Bike Bandung Sampaikan 10 Tuntutan

Tak hanya itu, dalam pernyataan sikapnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) juga menuntut pemerintah untuk mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang.

Hal ini guna menjaga independensi akademik kampus. Di samping itu, massa aksi juga meminta agar tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan dapat dicairkan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan.

“Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” demikian bunyi tuntutan BEM UI yang termaktub dalam poin keempat dan kelima.

Baca Juga:  Ratusan Mahasiswa Mulai Masuki Halaman Gedung Sate, Tuntut Bey Machmudin Langsungkan Sidang Rakyat

Dalam unjuk rasa ini, massa aksi melakukan lemparan botol plastik, bilah kayu, dan sampah ke arah polisi. Pihak kepolisian juga meminta agar massa aksi membubarkan diri karena sudah melebih batas waktu yang disediakan.

Saat ini, sebagian besar massa aksi terlihat sudah membubarkan diri. Mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Azzam mengaku belum diketahui terkait demonstrasi lanjutan, tapi ia mengisyaratkan pada Rabu (19/2/2025) mahasiswa akan berdemo kembali.

“Wah belum tahu, Bang (Kelanjutan demo). Kayaknya Rabu, deh,” katanya singkat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia Gelap mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Skandal Riset Palsu, Peneliti Indonesia Tipu Ilmuwan Dunia Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis?

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.