Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 10:59 WIB

Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini

Sabtu, 18 Juli 2026 10:00 WIB

Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!

Sabtu, 18 Juli 2026 09:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
  • Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!
  • Jadwal Cair Bansos PKH Tahap 3 Juli 2026: Segera Cek Bansos Anda Sekarang!
  • Update Kode Redeem Free Fire 18 Juli 2026: Klaim Skin & Item Gratis Sekarang!
  • Skema Baru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT, Bakal Lewat Koperasi Desa?
  • BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?
  • Persib Dapat Kabar dari Gabriel Mutombo, Igor Tolic Tak Mau Ambil Risiko
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung hingga Monas, Ribuan Mahasiswa Suarakan ‘Indonesia Gelap’

By Putra JuangSelasa, 18 Februari 2025 01:00 WIB2 Mins Read
Aksi unjuk rasa 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: NU Online/Suwitno)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bukan hanya di Kota Bandung, aksi unjung rasa ‘Indonesia Gelap’ juga digelar ribuan mahasiswa di Patung Kuda, kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).

Juru Bicara Aksi, Tegar Afriansyah mengatakan bahwa pihaknya menyerukan agar pemerintah merevisi beberapa keputusan, di antaranya terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.

“Itu sebetulnya poin yang kita highlight pada hari ini. Poin-poin lainnya adalah runtutan dari poin pertama, seperti pengesahan UU Minerba dan lainnya,” ucap Tegar, dikutip laman NU Online.

Dalam orasinya, salah satu koordinator aksi mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiri sejak siang hingga malam. Namun, pihak pemerintah masih belum membuka komunikasi dengan ribuan mahasiswa itu.

Baca Juga:  Transformasi Pendidikan Tinggi: Penyederhanaan Kelulusan dan Gratiskan Biaya Akreditasi

“Kami mencoba membuka dialog, tapi dialognya di luar. Tidak ada yang menemui kita. Jangan sampai di antara kita ada yang masuk ke dalam istana tanpa koordinasi dari teman-teman yang berada di sini,” ungkapnya di atas mobil pengeras suara.

Perwakilan BEM-SI lainnya juga mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan menunjukkan ketidakpekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka menuntut agar pemerintah lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas kegiatan seremonial yang dinilai kurang urgensinya.

Baca Juga:  Ada Demo Lagi di Gedung DPRD Jabar, Kini Giliran BEM Kema Unpad

Tak hanya itu, dalam pernyataan sikapnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) juga menuntut pemerintah untuk mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang.

Hal ini guna menjaga independensi akademik kampus. Di samping itu, massa aksi juga meminta agar tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan dapat dicairkan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan.

“Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” demikian bunyi tuntutan BEM UI yang termaktub dalam poin keempat dan kelima.

Baca Juga:  Mahasiswa Demo di Depan Gedung Sate, Protes Kenaikan Harga Pangan

Dalam unjuk rasa ini, massa aksi melakukan lemparan botol plastik, bilah kayu, dan sampah ke arah polisi. Pihak kepolisian juga meminta agar massa aksi membubarkan diri karena sudah melebih batas waktu yang disediakan.

Saat ini, sebagian besar massa aksi terlihat sudah membubarkan diri. Mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Azzam mengaku belum diketahui terkait demonstrasi lanjutan, tapi ia mengisyaratkan pada Rabu (19/2/2025) mahasiswa akan berdemo kembali.

“Wah belum tahu, Bang (Kelanjutan demo). Kayaknya Rabu, deh,” katanya singkat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia Gelap mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Juli 2026 Cair 20 Juli, Cek Penerima Bansos Rp600 Ribu Lewat NIK KTP

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Bansos

Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.