Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Faris Abdul Hafizh Tinggalkan Persib Sementara, Gabung PSGC Ciamis

Kamis, 3 September 2026 19:30 WIB

Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera

Kamis, 3 September 2026 19:02 WIB

Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah

Kamis, 3 September 2026 18:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Faris Abdul Hafizh Tinggalkan Persib Sementara, Gabung PSGC Ciamis
  • Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera
  • Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah
  • Prajurit TNI AL Viral saat Dampingi Arya Wedakarna di Kontes Miss Equality World 2026
  • Lolos ke Fase Grup ACL Two, Gabriel Mutombo Ungkap Satu Kekurangan Persib
  • Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos September 2026 via HP
  • Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Skuad Garuda Muda Wajib Menang Demi Tiket Piala Asia
  • Jumpa Juku Eja di Laga Perdana, Marc Klok Akui Duel Persib vs PSM Selalu Spesial
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 3 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dari Bandung hingga Monas, Ribuan Mahasiswa Suarakan ‘Indonesia Gelap’

By Putra JuangSelasa, 18 Februari 2025 01:00 WIB2 Mins Read
Aksi unjuk rasa 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: NU Online/Suwitno)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bukan hanya di Kota Bandung, aksi unjung rasa ‘Indonesia Gelap’ juga digelar ribuan mahasiswa di Patung Kuda, kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).

Juru Bicara Aksi, Tegar Afriansyah mengatakan bahwa pihaknya menyerukan agar pemerintah merevisi beberapa keputusan, di antaranya terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.

“Itu sebetulnya poin yang kita highlight pada hari ini. Poin-poin lainnya adalah runtutan dari poin pertama, seperti pengesahan UU Minerba dan lainnya,” ucap Tegar, dikutip laman NU Online.

Dalam orasinya, salah satu koordinator aksi mengatakan bahwa pihaknya sudah berdiri sejak siang hingga malam. Namun, pihak pemerintah masih belum membuka komunikasi dengan ribuan mahasiswa itu.

Baca Juga:  Serukan 12 Tuntutan, BEM Kema Unpad Gelar Aksi 'Jakarta Lautan Api' di Patung Kuda Gambir

“Kami mencoba membuka dialog, tapi dialognya di luar. Tidak ada yang menemui kita. Jangan sampai di antara kita ada yang masuk ke dalam istana tanpa koordinasi dari teman-teman yang berada di sini,” ungkapnya di atas mobil pengeras suara.

Perwakilan BEM-SI lainnya juga mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan anggaran di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan menunjukkan ketidakpekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka menuntut agar pemerintah lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas kegiatan seremonial yang dinilai kurang urgensinya.

Baca Juga:  Tiga Pelaku Penjambretan HP Milik Mahasiswa di Bandung Berhasil Diringkus Polisi

Tak hanya itu, dalam pernyataan sikapnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) juga menuntut pemerintah untuk mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang.

Hal ini guna menjaga independensi akademik kampus. Di samping itu, massa aksi juga meminta agar tunjangan kinerja dosen dan tenaga kependidikan dapat dicairkan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan.

“Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkannya dari anggaran pendidikan. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” demikian bunyi tuntutan BEM UI yang termaktub dalam poin keempat dan kelima.

Baca Juga:  Ristek Fisip Unpas Dimulai, Puluhan Mahasiswa Siap Bantu OPD Kabupaten Majalengka

Dalam unjuk rasa ini, massa aksi melakukan lemparan botol plastik, bilah kayu, dan sampah ke arah polisi. Pihak kepolisian juga meminta agar massa aksi membubarkan diri karena sudah melebih batas waktu yang disediakan.

Saat ini, sebagian besar massa aksi terlihat sudah membubarkan diri. Mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Azzam mengaku belum diketahui terkait demonstrasi lanjutan, tapi ia mengisyaratkan pada Rabu (19/2/2025) mahasiswa akan berdemo kembali.

“Wah belum tahu, Bang (Kelanjutan demo). Kayaknya Rabu, deh,” katanya singkat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

mahasiswa unjuk rasa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Dedi Mulyadi Kena Semprot Warga, Disorot soal Masuk Rumah Bawa Kamera

Bawa Airsoft Gun, Oknum Wartawan Diamankan Polisi Usai Diduga Ancam Pedagang di Baleendah

Prajurit TNI AL Viral saat Dampingi Arya Wedakarna di Kontes Miss Equality World 2026

Bansos

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek Bansos September 2026 via HP

Kasus DBD Menurun, Dinkes Bandung Ingatkan Warga Tetap Waspada

Deklarasi Pengusaha Berkibar, Firaldi Akbar Siap Maju sebagai Calon Ketua KADIN Kota Bandung

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.