Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 21:06 WIB

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Minggu, 2 Agustus 2026 20:02 WIB

Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misi Balas Dendam dan Rebut Puncak Grup! Indonesia vs Vietnam Jadi Laga Paling Ditunggu Piala AFF 2026
  • Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?
  • Persib Kehilangan Dua Pemain Penting Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Kabar Baik! Tagihan Listrik Agustus 2026 Tidak Bertambah, Cek Tarif PLN Terbaru Semua Golongan
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Tanggapi Aksi Indonesia Darurat: Kritik Itu Penting untuk Demokrasi

By Mulki AlbarKamis, 18 Juni 2026 19:30 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin dalam negara. Karena itu, ia mempersilakan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan kritik dan aspirasi selama dilakukan secara terbuka dan konstruktif.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat menanggapi gelombang aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bandung.

“Setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, kritiknya di depan umum,” kata Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).

Menurut Dedi, pemerintah tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi selama berlangsung tertib dan substansi tuntutan yang disampaikan bertujuan untuk memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan.

“Yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik, tuntutannya disampaikan secara terbuka, kemudian juga konstruktif. Kita nggak ada problem,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Darurat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan mulai dari evaluasi program pemerintah, penurunan harga BBM, hingga pencabutan sejumlah regulasi yang dinilai bermasalah.

Menanggapi berbagai kritik yang disuarakan mahasiswa, Dedi menilai demonstrasi merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi dan telah menjadi bagian dari dinamika politik di Indonesia.

“Kan udah biasa ada demo,” katanya.

Meski demikian, Dedi berharap seluruh pihak dapat menjaga iklim demokrasi yang sehat dengan mengedepankan dialog dan penyampaian aspirasi yang berbasis argumentasi serta kepentingan masyarakat luas.

Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk aksi demonstrasi di ruang publik.

Menurut Dedi, kebebasan berpendapat harus tetap dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, namun pada saat yang sama penyampaian aspirasi juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar tujuan yang ingin dicapai dapat tersampaikan dengan baik.

“Kritik dan masukan itu penting. Yang utama disampaikan secara terbuka, baik, dan konstruktif,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BEM SI Jawa Barat Dedi Mulyadi Demo mahasiswa Jawa Barat demonstrasi mahasiswa Bandung DPRD Jawa Barat indonesia darurat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.