bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin dalam negara. Karena itu, ia mempersilakan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan kritik dan aspirasi selama dilakukan secara terbuka dan konstruktif.
Hal tersebut disampaikan Dedi saat menanggapi gelombang aksi mahasiswa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah daerah, termasuk di Kota Bandung.
“Setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, kritiknya di depan umum,” kata Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2026).
Menurut Dedi, pemerintah tidak mempermasalahkan aksi demonstrasi selama berlangsung tertib dan substansi tuntutan yang disampaikan bertujuan untuk memberikan masukan bagi perbaikan kebijakan.
“Yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik, tuntutannya disampaikan secara terbuka, kemudian juga konstruktif. Kita nggak ada problem,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah ribuan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Darurat di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan mulai dari evaluasi program pemerintah, penurunan harga BBM, hingga pencabutan sejumlah regulasi yang dinilai bermasalah.
Menanggapi berbagai kritik yang disuarakan mahasiswa, Dedi menilai demonstrasi merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi dan telah menjadi bagian dari dinamika politik di Indonesia.
“Kan udah biasa ada demo,” katanya.
Meski demikian, Dedi berharap seluruh pihak dapat menjaga iklim demokrasi yang sehat dengan mengedepankan dialog dan penyampaian aspirasi yang berbasis argumentasi serta kepentingan masyarakat luas.
Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk aksi demonstrasi di ruang publik.
Menurut Dedi, kebebasan berpendapat harus tetap dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, namun pada saat yang sama penyampaian aspirasi juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar tujuan yang ingin dicapai dapat tersampaikan dengan baik.
“Kritik dan masukan itu penting. Yang utama disampaikan secara terbuka, baik, dan konstruktif,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










