Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Deretan Pahlawan Nasional yang Lahir di Bulan Agustus, Nomor 4 Pendiri Muhammadiyah

By Putra JuangSelasa, 15 Agustus 2023 18:00 WIB3 Mins Read
KH Ahmad Dahlan. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Agustus merupakan bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, Agustus diperingati sebagai bulan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Selain itu, Agustus juga menjadi bulan lahirnya para Pahlawan Nasional. Para tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tersebut berasal dari berbagai daerah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini deretan Pahlawan Nasional yang lahir di bulan Agustus.

1. HOS Tjokroaminoto

Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto lahir pada 16 Agustus 1882 di Desa Bukur, Madiun, Jawa Timur. Tjokroaminoto merupakan pendiri Sarekat Islam.

Tjokroaminoto meninggal dunia pada 17 Desember 1934 di Yogyakarta. Jenazahnya dimakamkan di Pekuncen, Wirobrajan, Yogyakarta.

Gurunya Soekarno, Muso, Semaun, dan Kartosuwiryo Tjokroaminoto dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 590 Tahun 1961 tertanggal 9 November 1961.

2. Fatimah Siti Hartinah Suharto

Fatimah Siti Hartinah Suharto atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ibu Tien Soeharto lahir pada 23 Agustus 1923 di Desa Jaten, Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Ibu Tien merupakan istri Presiden ke-2 RI Soeharto.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Sukses Cetak Generasi Muda Berkarakter Lewat Jabar Masagi

Ibu Tien memprakarsai pendirian Perpustakaan Nasional sebagai upaya peningkatan minat baca generasi penerus bangsa. Ibu Tien juga memprakarsai pembangunan Taman Bunga, Taman Anggrek, serta Taman Buah sebagai wujud perhatiannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani bunga dan buah-buahan.

Ibu Tien meninggal dunia pada 28 April 1996 di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Astana Giribangun, Karang Anyar, Jawa Tengah.

Ibu Tien dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1996, berdasarkan SK Nomor 060 / TK / 1996 tertanggal 30 Juli 1996.

3. KH Idham Chalid

Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1921. Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, Idham Chalid adalah politikus dan Wakil Perdana Menteri II Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 – 14 Maret 1957).

Baca Juga:  Geruduk Balai Kota, HMI Masalahkan Penangangan Sampah di Kota Bandung

Idham juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU). Dalam pemerintahan, ia pernah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Salah satu perjuangan terbesar yang dilakukan Idham adalah menolak negara federasi Negara Kalimantan bentukan Belanda. Ia pun sempat beberapa kali dipenjara lantaran dituding Belanda menghasut rakyat untuk merdeka saat berceramah.

Idham Chalid meninggal dunia pada 11 Juli 2010 di Jakarta, kemudian dimakamkan di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Idham Chalid dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 113 / TK / Tahun 2011 tertanggal 7 November 2011.

4. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan lahir pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Ahmad Dahlan merupakan ulama yang mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912.

Ahmad Dahlan meninggal dunia di Yogyakarta pada 23 Februari 1923. Jenazahnya dimakamkan di Brontokusuman, Mergangsang, Yogyakarta. Ahmad Dahlan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Nomor 657 Tahun 1961 tertanggal 27 Desember 1961.

Baca Juga:  Pemprov Tunggu Putusan Kemendagri untuk Pengisi Pj Sekda Jabar

5. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta atau lebih dikenal dengan sapaan Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12 Agustus 1902. Bersama Soekarno atau Bung Karno, Bung Hatta merupakan Proklamator RI pada 17 Agustus 1945.

Dikutip dari kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, pada tahun 1945 Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI. Sebelumnya, Bung Karno juga diangkat secara aklamasi menjadi presiden RI.

Hatta menjadi wapres hingga 1956. Dia mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Hatta meninggal di Jakarta 14 Maret 1980. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Bung Hatta dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2012. Gelar tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.